Skip to toolbar

Meriahnya Kontes Anak Kembar Yayasan Nakula Sadewa, Love and Fortune Year of The Dog

image
Leni – Lena Memandu Acara Love and Fortune Festival Anak Kembar.
Laporan : Lemens Kodongan
JAKARTA,vocnews.com.  Yayasan Nakula Sadewa dibawah Pimpinan Kak Seto kembali membuat event khusus anak kembar.
Event berupa festival pemilihan anak kembar dengan berbagai kategori, dilaksanakan hari ini, Minggu, 4 Maret 2018, bertempat di Mall @Basura, Jakarta Timur.
Festival  bertajuk Love and Fortune diikuti oleh pasangan anak kembar dengan berbagai kategori. Ada anak- anak kembar yang mengaji, menyanyi, menari, olahraga karate dll.
Serunya kontes ajang anak kembar ini terlihat, karena penampilan mereka sepertinya melakukan gerakan yang sama dalam setiap aktingnya. Maklum anak kembar jadi semua penampilan dan gerakan juga wajahnya sangat mirip.
Dalam kontes kali ini ada juga pesertanya anak kembar didampingi oleh pengasuhnya yang juga kembar. selain itu ada juga peserta anak kembar 3 yang orang tuanya asal Nigeria, Obama,(L) Salira (P) dan Zidan (L) yang kompak membawakan lagu arab.
Kontes anak kembar diikuti oleh 53 peserta. Adapun dewan juri pada kontes ini masing- masing adalah, Kresna- Setya, Ina- Dina, Riel- Rul, yang juga merupakan pasangan kembar.
Hadiah berupa piala dan hadiah menarik lainnya, disediakan oleh panitia kepada peserta anak kembar, dengan penilaian menurut dewan juri, yang memiliki penampilan yang serasi, seirama dan identik.
Disela-sela acara kontes, Kak seto juga mengadakan seminar, dengan thema kiat mengasuh anak kembar, yang diikuti oleh para orang tua, anak kembar.
Kak Seto diawal Seminar menyampaikan, bahwa berdasar kan riset yang dilaksanakan berbagai lembaga psikologi, bahwa anak kembar memiliki keseriusan penanganan oleh orang tuanya. Salah satunya adalah tidak bisa menyelesaikan konflik anak kembar dengan kekerasan. Meskipun mereka kembar tapi mereka memiliki pribadi yang berbeda, tutur kak Seto.
Mengasuh anak kembar harus dengan kekuatan cinta dan keteladanan dari bapak dan ibunya. Jangan pernah dibanding- bandingkan, dibutuhkan kerjasama kedua orang tuanya di dalam mengasuh anak kembar.
Kembar juga jangan dibeda-bedakan, sekalipun wajahnya mirip, namun bakat bisa saja beda. bahkan Kak Seto pernah mau bunuh diri karena kembarnya lulus jadi dokter, sementara dirinya tidak. Kak Seto sempat stres karena merasa dirinya tidak bisa menjadi seperti kembarnya. Akhirnya kak seto pergi merantau ke Jakarta, bahkan sempat menjadi kuli bangunan.
Itulah sekelumit penuturan singkat yang disampaikan. Meski kembar tapi memiliki individu yang berbeda. Secara umum itulah yang disampaikan oleh Kak Seto, yang pada tanggal 22 Februari 2018, telah genap 34 Tahun, usia Yayasan Nakula Sadewa, yang dipimpinnya.
Sementara itu juara kembar identik kategori anak diberikan kepada no.peserta no.35, juara ke dua diberikan kepada peserta no. 46, dan juara ketiga peserta no.28.
Untuk kategori remaja diberikan kepada peserta no.9 sebagai juara satu, Juara kedua diberikan kepada peserta no.12, sedangkan juara ke tiga diberikan kepada peserta no. 24.
Kategori dewasa diberikan kepada peserta no.37 sebagai juara satu, juara kedua no.32, dan juara ke tiga peserta no. 37.
Kategori Kembar non identik juara ke satu diberikan kepada peserta no.13, Juara dua, peserta no.33 dan juara tiga diberikan kepada peserta no. 6.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *