Skip to toolbar

Lukman Said : Kami Akan Mengembalikan Kehormatan DPRD.

Laporan :Minarni djufri
Jakarta, – vocnews .com- Ketua Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Seluruh Indonesia ( ADKASI), H. Lukman Said, SP.d mengatakan, kami akan mengembalikan kehormatan DPRD Kabupaten seperti dulu.

Pernyataan tersebut disampaikan Lukman kepada awak media di sela-sela RAKERNAS II ADKASI, yang dilaksanakan hari ini, di hotel Paragon, Jakarta (27/3).

Selaku Ketua ADKASI,Lukman mengatakan, bahwa Lembaga Dewan tercoreng karena banyaknya oknum DPRD yang terjaring OTT oleh KPK.

Menurut Lukman, sebetulnya tidak ada anggota Dewan yang melakukan Korupsi. Karena Dewan itu bukan pengelola anggaran. Yang mengelola anggaran adalah pemerintah daerah.

Yang ada adalah Kolaborasi Pemerintah Daerah dengan mempengaruhi anggota dewan, untuk meloloskan dan menandatangani usulan anggaran Pemerintah Daerah. Dewan diminta menyetujui atas usulan Pemda dengan mengiming-imingi sejumlah uang. Akhirnya kena OTT tuturnya.

Oleh sebab itu selaku Ketua ADKASI, Lukman menghimbau jangan ada lagi anggota Dewan yang suka pergi ke Dinas -Dinas. Kalau ada keperluan atau sesuatu panggil Dinasnya ke Dewan. Dengan begitu lembaga Dewan akan terhormat.

Tidak usah ada lagi kongkalingkong dengan Pemerintah Daerah, sehingga lembaga ini kembali terhormat.

Dengan Rakernas diharapkan terjalin komunikasi antara anggota Dewan seluruh Indonesia, dalam rangka menyelesaikan permasalah yang timbul di Daerah.

Hal lain yang menjadi hambatan menurut Lukman, adalah bahwa Dewan sekarang bukan lagi sebagai pejabat negara. Tapi sebagai pejabat daerah. Sementara dalam undang-undang Bupati dan Dewan itu sejajar.

Dengan lahirnya PP no. 18 saya rasa cukuplah untuk kerja2 dewan dalam pengawasan pembangunan. Kalau merasa tidak cukup penghasilannya, jangan jadi anggota Dewan. Sebaiknya jadi pengusaha saja imbuhnya.

Dalam Rakernas II Adkasi akan memperjuangkan agar pemilihan daerah segera dikembalikan ke DPRD .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *