Skip to toolbar

Profil Dubes RI Untuk Filipina, DR. Sinyo Harry Sarundajang

Foto istimewa : Dubes RI untuk Filipina, DR. Sinyo Harry Sarundajang, bersama Istri Deetje Adelin Sarundajang Laoh Tambuwun.

Jakarta, vocnews.
Sinyo Harry Sarundajang lahir di Kawangkoan, Minahasa, pada Tanggal 16 Januari 1945. Pendidikan Tinggi Formal diawali oleh Sarundajang yang populer disebut SHS, adalah ketika ia meraih gelar sarjana muda pada Fakultas Sosial Politik Universitas Sam Ratulangi, Manado pada (1968). Puncak dari pendalamannya didalam ilmu pemerintahan didapat pada tahun 2011, ketika beliau meraih gelar doktor dalam ilmu politik dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta dengan predikat cumlaude.

Karir di birokrasi SHS amat panjang, Tahun 1971 ia menjadi dosen luar biasa pada Fakultas Sosial Politik Universitas Sam Ratulangi Manado, dan Tahun 1974 menjadi dosen pada Akademi Pemerintahan Dalam Negeri,Tahun 1977 menjadi Kepala Biro Pemerintahan di Kantor Gubernur Sulawesi Utara (Sulut). Pada usianya yang ke 32 Sarundajang dipromosikan menjadi Sekretaris Wilayah Daerah Tingkat II/Kabupaten Minahasa, lalu menjabat Walikotamadya/KDH II Bitung (1990-1999). Bulan Mei 1999 Menjabat sebagai Wakil Ketua/Ketua Harian Pengelola KAPET Manado Bitung.

Lulusan KSA VIII Lemhanas tahun 2000 ini sangat aktif dalam berbagai kegiatan keilmuan berskala internasional, Antara 1975-1976 beliau mendapat tugas belajar dari Departemen Dalam Negeri untuk mendalami masalah Administrasi Teritorial di Institut Internasional D”adminitration Publique Francais (IIAP), Perancis. Selanjutnya menerima Certificate Asseduite Cours de Pertectionnmect Du Francis di Universitie de Nice. Mengikuti sespana pada tahun 1986 dan Terpadnas Tahun 1988 di Jakarta. Berbagai sertifikat pendidikan telah didapatnya seperti Development Administration, Group School of Publik Policy Birmingham University, Inggris Tahun 1994.

Tahun 2000 Sinyo mulai berkiprah di birokrasi tingkat nasional di Departemen Dalam Negeri di Jakarta; mula mula sebagai Staff Ahli Menteri Dalam Negeri dalam Bidang Strategis (2000-2001) kemudian menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) Depdagri (sampai Tahun 2005). Dalam kapasitas sebagai Irjen itulah Sarundajang mendapat tugas sebagai Penjabat Gubernur Provinsi Maluku Utara (2002) dan Penjabat Gubernur Maluku (2003), sekaligus Penguasa Darurat Sipil di wilayah konflik tersebut.

Sarundajang berhasil menyelesaikan konflik horizontal di kedua provinsi tersebut dan menciptakan keadaan yang kondusif. Setelah menyelesaikan tugas Irjen, beliau kembali ke Sulut dan mencalonkan diri pada pemilihan Gubernur Sulut yang pertama kali diselenggarakan di sana. Sarundajang menang dan terpilih sebagai Gubernur (2005-2010). Pada tahun 2010, SHS mencalon diri kembali untuk masa jabatan kedua (2010-2015) dan SHS menang untuk periode kedua sebagai Gubernur Sulut.

Sosok Pengagum Bung Karno ini memperoleh sejumlah tanda penghargaan, antara lain Bintang Jasa Utama (2004) , Bintang Mahaputera (2009), Sarundajang juga dianugrahi Presidential Citation Award yang diserahkan langsung oleh Presiden Filipina Gloria Macapagal-Aroyo(2009). Nama Sarundajang tercatat dalam buku Who”s Who in the World 2003, edisi ke-20 sebagai Key Government official di halaman 2132-2133.

Dari Perkawinannya dengan Deetje Adelin, Sinyo Harry Sarundajang memiliki lima Anak,Steven J. Sarundajang, Vanda D. Sarundajang, Fabian R Sarundajang, Eva C. Sarundajang, Shinta Sarundajang.

Sumber Data : di Kutip dari JJ. Budiman, SH. (Pengacara Dubes RI untuk Philipina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *