Skip to toolbar

Tim Seleksi Calon Anggota KPU Sulut Curang, Dilaporkan Peserta ke KPU Pusat


Foto : Andre Mongdong (pegang map merah) dan rekan, bersama penasehat hukumnya JJ Budiman, SH usai melapor ke KPU Pusat.
Jakarta, vocnews- Akibat seleksi calon anggota KPU Sulut yang dinilai curang oleh para calon yang mengikuti tes, akhirnya para calon yang sudah digugurkan oleh Tim Seleksi didampingi penasehat hukum akhirnya laporkan kecurangan tersebut ke KPU Pusat dan instansi terkait.
Laporan perihal pengaduan/keberatan pelanggaran kode etik oleh Ketua dan Anggota Tim Seleksi KPU Provinsi Sulawesi Utara, dilayangkan oleh 3 orang dari 5 orang yang seharusnya lulus dalam tahap seleksi Psikotes yang dilaksanakan oleh Tim Psikologi Polda Sulut.
Andre Mongdong salah seorang peserta tes yang digugurkan oleh Tim Seleksi, didampingi penasehat hukumnya JJ. Budiman, SH, usai melapor ke KPU pusat, kepada awak media menyatakan, bahwa telah terjadi pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Tim Seleksi Calon KPU Sulut.
Bukan cuma kode etik yang dilanggar, tetapi sudah mengarah kepada tindakan rekayasa, manipulasi data dan pembohongan publik ujarnya.
Andre Mongdong juga mengungkapkan, bahwa dari hasil psikotes yang ia dapatkan dari Tim Psikologi Polda Sulut, bahwa ia beserta rekan lainnya, menemukan kejanggalan dan ketidak cocokan antara hasil perangkingan data Tim Psikologi dengan hasil pengumuman Tim Seleksi.
Ditemukan ada lima nama peserta yang mempunyai nilai total rankingnya berada jauh dibawah ranking pengadu, akan tetapi oleh Tim Seleksi ditetapkan masuk dalam 20 daftar nama calon anggota KPU Periode 2018-2023, yang dinyatakan lulus tes psikologi.
Adapun nama peserta tersebut adalah Rully Halaa, nilai total 64,3-( ranking 22), Mursalim, nilai total 63,3- (ranking 26), Yessy Y. Momongan, nilai total 62,6 (ranking 28), Sutrisno Ismail, nilai total 62,4 (ranking 29) Christian Pangkey, nilai total 60,7 ( ranking 31), dari temuan ini Andre menyimpulkan bahwa Tim Seleksi telah lalai, tidak mampu, tidak cermat, serta tidak profesional dalam menjalankan tugas.
Bahkan Tim Seleksi telah melanggar PKPU no.36/PP.06-kpt/05/KPU/II/2018 tentang Tata Kerja dan Kode Etik Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, halaman 6 BAB III Proses Tim Seleksi, poin 6 berbunyi ; Tim Seleksi melakukan seleksi dengan system gugur pada setiap tahapan tes; kecuali tes kesehatan dan wawancara. Tim Seleksi juga telah melanggar Undang-undang nomor 7 tahun 2017 yang dapat dikategorikan melanggar kode etik.
Surat keberatan telah dikirimkan oleh pengadu kepada KPU dengan ditembuskan kepada Bawaslu, DKPP, Ombudsman RI, KPUD Sulut. Sehubungan tidak ada tanggapan oleh Tim Seleksi atas laporan yang pengadu layangkan kepada Timsel, maka pada hari Selasa,( 5/4) Andre Mongdong, didampingi Kuasa Hukumnya JJ.Budiman, SH mendatangi KPU Pusat.
Budiman mengatakan bahwa, pelanggaran tersebut menurut dugaan kami telah dipersiapkan secara terencana sejak awal. Mulai dari tahapan seleksi administrasi, tes tertulis, tes psikologi, tes kesehatan dan wawancara. Tim Seleksi juga telah melakukan tindakan mencederai rasa keadilan para calon ungkapnya.
kelima Nama- nama Tim Seleksi Calon Anggota KPU Provinsi Sulut Periode 2018-2023, Prof.Dr Donald A. Rumokoy, SH, MH (Ketua) Dr.Dra. Joyce Jacinta Rares, MSi, (anggota) Delmus Puneri Salim, MA, M.Res, PhD (anggota), Dr.dr.H.Taufiq F.Pasiak, MPd.I, M.Kes (anggota) Markus Immanuel Louis Wantania, SH (anggota).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *