Skip to toolbar

Tahanan Teroris Rutan Mako Brimob Melakukan Perlawanan.


Laporan Minarni Djufri
Depok,Vocnews

Pada hari ini Selasa tanggal 08.05.2018 sekitar pukul 20.20 Wib adanya tindakan perlawanan dari tahanan teroris Rutan Mako Brimob.

Adapun kronologi sbb:
Ketrangan:
1. MUHAMAN RAMDANI Anggota 9 penindak subdit 4 info awal tiba-tiba suara dari blok c mengeluarkan kata2 sipir anjing dari Napiter Atas nama WAWAN yang menjadi provokator pemicu awal menyuruh untuk memanggil pak budi dengan alasan pingin ngomong masalah tentang makanan.. hasil negoisasi bahwa malam ini pak budi akan datang. – Setelah Sholat isya kalo sampai isya pak budi belum datang mereka akan melakukan hal yg sama dengan ribut di dalam blok C kemudian di ikuti blok B dan A.
– Setelah negoisasi di tolak dari tim tindak 13 orng kembli ruang CCTV, akhirnya pintu olah raga samping di jempol dari blok C.
– Katim tindak Aipda Firson pergi menghampiri blok c untuk berbicara dengan mereka kemudian di lempar oleh Tahanan napiter blok c setelah itu pintu utama blok c rame-rame di dobrak oleh tahanan napiter blok c kemudian mengambil besi jemuran menghancurin kaca-kaca. Bripda Dani di lempar pakai asbat rokok yang mengenai kepala korban sehingga terjadi luka sobek di kepala kanan.. Setelah kejadian itu Bripda Dani dan tim tindak keluar dari Rutan karena piket Brimob sudah datang untuk mengamankan Rutan. Pada saat kejadian kami dari tim tindak 13 orang semuanya tidak membawa senjata Api.

2. Korban dari anggota Inves Briptu Hadinata :
semua tahanan block c keluar dan memukuli semua petugas, Briptu Hadinata berusaha lari sempat senjatanya( Sigsauer) jatuh di ambil lagi oleh briptu Hadinata dan berusaha keluar sambil lari dan di keroyok oleh napiter yang memukuli menggunakan benda Tumpul sehingga mengenai kepala kanan atas luka sobek ringan.
Sementara jangka waktunya sekitar 15 minit baru ibu lastri dan pak haris bisa keluar yang di bantu sama beberapa oknum napiter sampai ke pintu keluar.

Jumlah tersangka yang terdapat di rutan sebanyak 165 dengan perincian :
Blok A : 50
Blok B : 47
Blok C : 48
Bayi : 1

Tersangka diluar blok(ruang sidik) : 10 orang

adapun korban sbb:
Korban luka di RS:
1. Iptu. Sulastri
2. Brigadir Lalu Haris
3. Briptu Hadinata

ANGGOTA yang masih berada didalam rutan dan menjadi sandera sbb:
1. bripka iwan sarjana
2. Briptu Fandi
3. Bripka Deni setiadi
4.Iptu Ros Puji
5. Bripda syukron.
6. Bripda wahyu catur

Mereka diduga menguasai 30 pucuk senjata api baik senpi pendek/panjang, rakitan maupun pabrikan. Diduga para tahanan jg menguasai sekitar 300 amunisi.

Adapun permintaan para tahanan saat bernegosiasi bahwa mereka ingin dipertemukan kepada Oman Abdurrahman

Rencana tindak lanjut
Hingga saat ini (Rabu, 9 Mei 2018 Pukul 01.31 WIB) masih dilakukan pertimbangan atas permintaan para tersangka yang menginginkan agar ditemukan oleh Oman Abdurrahman, namun akan diupayakan pertemuan tersebut dilakukan pada hari rabu, 9 Mei 2018 pagi hari.

– Sekitar jam 02.00 perwakilan tersangka teroris Keluar dari Rutan dan bernegosiasi dgn petugas;

Perwakilan napi tersebut, ABU UMAR menyampaikan sbb;

1. Para napi belum memutuskan opsi apakah akan berdamai atau perang
Karena sebagian ada yg setuju dan telah berbaiat syahid, sebagian lagi tidak setuju

2. Dari 6 org anggota yang di tahan, 5 diantaranya telah wafat dan 1 org masih di tahan di Blok B

3. Polri menyampaikan opsi utk berdamai dan WAJIB para napi menyerahkan seluruh senjatanya

Perwakilan telah kembali ke ruang sel dan akan di bahas oleh para Tersangka yg masih di dalam

Dalam peristiwa ini lima rekan kami gugur, satu rekan kami disandera. Kami menghargai HAM, untuk itu kami terus melakukan negosiasi kepada perwakilan narapidana teroris. Dan jangan juga kejadian ini semakin meluas,’’ kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri, Brigjen M Iqbal di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu (9/5).

Kelima petugas yang tewas yakni, Iptu Yudi Rospuji Siswanto (Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri), Aipda Denny Setiadi (Polda Metro Jaya), Brigpol Fandy Setyo Nugroho (Detasemen Khusus Anti Teror 88 Polri), Briptu Syukron Fadhli (Detasemen Khusus Anti Teror 88 Polri) dan Briptu Wahyu Catur Pamungkas (Detasemen Khusus Anti Teror 88 Polri) dan satu napiter bernama Benny Syamsu Tresno. Sedangkan, satu anggota kepolisian Bripka Iwan Sarjana masih dalam sandera para napiter di tahanan Blok B.

Satu narapidana yang tewas, kata M Iqbal, karena mengancam dan mengambil senjata petugas. Para korban tewas langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sementara korban luka dari pihak kepolisian pun berjatuhan dan masih dirawat di rumah sakit, yakni Iptu Sulastri, Brigadir Lalu Haris dan Briptu Hadinata.

“Pemicunya adalah hal yang sepele, masalah makanan. Sesuai SOP (Standar Prosedur Operasional), makanan (dari luar untuk tahanan) diverifikasi oleh petugas kami. Untuk memeriksa apakah ada barang-barang lain (yang diselundupkan dalam makanan). Lalu terjadi keributan, cekcok,” terang Iqbal pula.

Negoisasi buntu, kerusuhan pun pecah dimulai dari pintu olahraga samping dijebol dari Blok C. Katim Tindak, Aipda Firson langsung menghampiri Blok C untuk meredam suasana.

Namun, mendapat perlakukan kasar dengan dilempar ke arah pintu utama Blok C oleh para napiter. Para napiter melanjutkan dengan mendobrak pintu, menghancuri kaca-kaca dan mengambil besi jemuran. Tidak hanya itu, para napiter merebut senjata yang dimiliki 10 petugas kepolisian yang sedang berjaga.

Terpisah, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan berdasarkan data IPW, kekacauan di Rutan Mako Brimob sudah terjadi sejak pukul 15.00, Selasa (8/5) sore.

“Informasi yang kami peroleh, kekacauan terjadi pukul 15.00 dan tidak cepat dikendalikan. Akibatnya, pada pukul 21.00 napi teroris berhasil menjebol teralis tahanan. Para napi juga berhasil merampas senjata polisi dan menyandera empat anggota polisi yang satu di antaranya wanita berpangkat iptu,” kata Neta dalam keterangan persnya, Rabu (9/5).

“Bahkan, dalam kekacauan terjadi aksi tembak-menembak antara polisi dengan napi yang menguasai rutan. Pukul 06.00 sejumlah ambulance tiba di rutan dan terlihat sejumlah orang dibawa dengan ambulance. Pukul 09.30 mobil DVI terlihat masuk ke rutan Brimob,” tambahnya.

Sampai Rabu sore Rutan Brimob masih dikuasai tahanan teroris dan masih ada polisi yang disandera. Selain itu 165 tahanan teroris masih menguasai sekitar 30 senpi yang sebagian besar laras panjang dan 300 amunisi. Sementara polisi belum berhasil memutus komunikasi para tahanan teroris dengan jaringan mereka di luar. Ini sangat disayangkan kenapa para tahanan teroris itu bisa memiliki hp selama di tahanan.

“Inilah yang membuat polisi kesulitan mengendalikan situasi karena para napi melakukan perlawanan sengit,” jelasnya.

Untuk itu, Neta mengimbau, kepolisian harus menjelaskan peristiwa ini dengan transparan. Termasuk jumlah korban tewas dan luka dalam kekacauan itu dan terkait senjata api polisi yang berhasil dirampas napi teroris.

Rusuh Kedua

Neta prihatin dengan apa yang terjadi di Mako Brimob. Terlebih ini adalah kekacauan yang kedua di sana. Mirisnya, kekacauan ini terjadi beberapa saat setelah aksi kontroversi Brimob yang berpatroli mengamankan kantor-kantor partai politik di Semarang, Jawa Tengah.

Brimob bisa berpatroli menjaga kantor orang lain sementara menjaga markasnya sendiri kebobolan. Lalu bagaimana Brimob bisa diharapkan maksimal menjaga pilkada serentak?

“Kapolri sudah saatnya mengevaluasi jabatan Dankormar Brimob sehingga kekacauan tidak terulang lagi di rutan Brimob,” pungkasnya.

Ahok Aman

Terkait kerusuhan di Mako Brimob, keamanan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dipastikan aman. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Ade Kusmanto.

“Masih aman, karena kan itu tempatnya terpisah, jadi tidak tercampur dengan (tempat) yang (untuk) teroris, di sana kan ada tempat-tempatnya,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (9/5).

Ade juga menegaskan, Rutan Mako Brimob masih dalam kondisi aman sehingga Ahok tidak perlu dipindahkan ke tempat penahanan lain dengan alasan keamanan. Namun, lanjutnya, bukan tidak mungkin terpidana kasus penodaan agama itu dipindah ke tempat lain jika suasana di Rutan Mako Brimob dianggap tidak aman.

“Memungkinkan (untuk dipindahkan) kalau memang di situ Pak Ahok dianggap tidak aman lagi karena ada kerusuhan tadi malam, jadi memungkinkan untuk memindahkannya. Tapi kai tetap akan berkoordinasi,” tutur dia.

Senada dengan Ade, Fifi Lety Indra adik Ahok mengatakan, sang kakak dalam kondisi aman. Hal itu disampaikan Fifi melalui akun Instagramnya.

“Dari semalam sampai pagi ini banyak telpon dan WA dari wartawan maupun kenalan tanya kondisi Bapak. Jawaban saya udah saya post di sini. Karena masih banyak yang tanya soal aman tidak dan lain-lain karena ada kerusuhan semalam. Makanya saya jawab lagi udah percaya aman,” kata Fifi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *