Skip to toolbar

Ijasah Sarjana Cawabup Majalengka Tarsono Dian Mardiana Diduga Palsu.


Laporan : Minarni Djufri
Jakarta, Vocnewsindonesia.com -Ijasah Sarjana Cawabup Majalengka Tarsono Dian Mardiana yang digunakan pada saat pileg 2014 diduga ijasah Palsu.
Berdasarkan Investigasi dan penelusuran dokumen yang dilakukan oleh RAYA Indonesia, Tarsono Dian Mardiana, Calon Wakil Bupati Kabupaten Majalengka diduga menggunakan ijazah palsu pada saat pencalonan legislatif pada tahun 2014.
Pernyataan tersebut disampaikan Hery Chariansyah,SH Direktur RAYA INDONESIA pada sejumlah wartawan, bertempat di kafe Six, Kemang, Jakarta Selatan (7/6).
Hery menuding Tarsono telah melakukan pembohongan publik, bahkan menggunakan Ijazah yang diduga palsu.
Lebih lanjut Hery mengatakan bahwa Investigasi ini dilakukan RAYA Indonesia untuk menindak lanjuti laporan atau pengaduan masayarakat yang melihat ada keanehan dalam jejak gelar akademik yang digunakan oleh yang bersangkutan Pada Pemilu Legislatif tahun 2014.
Tarsono Dian Mardiana diduga menggunakan gelar akademik S1 palsu yang dikeluarkan oleh STIA YAPPAN. Dalam dokumen administrasinya yang kemudian menghantarkan beliau menjadi Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Periode Tahun 2014 – 2019.
Sementara itu salah satu pengurus Ronaldo, SH. Deputi Bidang Advokasi RAYA Indonesia mengatakan, bahwa
hasil investigasi yang dilakukan RAYA Indonesia untuk mencari kebenaran dalam laporan masyarakat ini dilakukan dengan beberapa cara yang diantaranya melakukan penelusuran rekam jejak digital yang bersangkutan dan mengirimkan surat ke beberapa pihak.
Untuk mengkonfirmasi dan mem-validasi keabsahan dan/atau keaslian ijazah Sl, yang digunakan oleh Tarsono Dian Mardiana pada Pemiliu Legislatif Tahun 2014.
Hasilnya ditemukan dugaan awal bahwa Ijazah S1 yang di keluarkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi YAPPAN dengan Nomor Seri ljazah 05820 Tanggal (2 Maret 2012) yang digunakan oleh Tarsono Dian Mardiana pada Pemilu Legistlatif Tahun 2014 diduga palsu.
Dugaan palsu terhadap ijazah S1 yang digunakan oleh Tarsono Dian Mardiana pada Pemiliu Legistlatif Tahun 2014, setidaknya didasarkan atas beberapa temuan, dimana
pada Pemilu Legisltaif tahun 2014, Tarsono menggunakan gelar akademik S1 dalam dokumen administrasinya.
Tetapi pada pemilihan kepala daerah Kabupaten Majalengka Tarsono tidak lagi menggunakan gelar akademik S1nya. Jelas dalam situasi ini, tidak mungkin lupa untuk mencantumkan gelar S1, sehingga dalam logika sederhana dapat kita duga ada maksud atau hal tertentu untuk tidak mencantumkan gelar akademik SI. Padahal gelar tersebut dapat menguntungkan dalam kampanye dan manajemen perolehan suara ujar Hery.
Bahkan keterangan tertulis KOPERTIS (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta) Wilayah III dalam surat jawabannya ke RAYA Indonesia, pada pokoknya menyampaikan bahwa ijazah S1 atas nama Tarsono Dian Mardiana yang dikeluarkan oleh Sekolah Tinggi IImu Administrasi YAPPANN, tidak dapat di validasi alias palsu.
Dalam jejak digital tentang biodata Tarsono Dian mardiana menyebutkan bahwa yang bersangkutan berkuliah di STIA YAPPANN sejak Tahun 1992 2012. Dengan data ini dapat dilihat bahwa yang bersangkutan berkuliah di STIA YAPPAN selama 20 Tahun.
Hery mengungkapkan bahwa dari banyak berita di media, bahwa STIA YAPPAN adalah kampus yang diduga melakukan praktik jual beli ijazah dan sempat diancam pencabutan ijin oleh Diktorat Pendidikan Tinggi Kemendikbud.
Untuk selanjutnya RAYA Indonesia akan melakukan investigasi lanjutan yang datanya akan kita jadikan bahan untuk pembuatan laporan ke BARESKRIM MABES POLRI.
RAYA Indonesia juga akan mengirimkan surat ke KPUD Kabupaten Majalengka, untuk mendalami hal ini dan jika terbukti maka harus ada sanksi yang tegas
sehingga ini tidak menjadi preseden buruk dalam upaya perjuangan menjadikan PEMILUKADA yang baik, bersih dan jujur, pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *