Skip to toolbar

Lokakarya dalam bentuk forum diskusi tenaga penyuluh kebahasaan  dan kesastraan dan lokakarya eksternal  Pedoman Sertifikasi Ahli Bahasa.


Jakarta vocnewsindonesia – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Lokakarya yang dilaksanakan pada hari Selasa, (9/7) bertempat di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.
Lokakarya dalam bentuk forum diskusi tenaga penyuluh kebahasaan dan kesastraan dan lokakarya eksternal Pedoman Sertifikasi Ahli Bahasa.
Lokakarya dilaksanakan sejak tanggal 9 sampai 12 Juli 2018 dihadiri peserta dari unsur TNI, Polri dan Pemangku kepentingan lain.
Seiring dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat, bahasa Indomesia sebagai
sarana komunikasi terus berkembang. Perkembangan bahasa itu selain secara alami juga diarahkan oleh para perencana bahasa agar sejalan dengan garis haluan
kebahasaan yang menjadi kebijakan nasional.
Hal itu dimaksudkan agar perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa modern dapat selaras dengan tuntutan kebutuhan komunikasi masyarakat dalam berbagai bidang, baik dalam bidang sosial budaya politik, ekonomi, hukum, ilmu pengetahuan dan teknologi, komunikasi massa pemerintahan
maupun dalam bidang-bidang yang lain.
Di sisi yang lain, masyarakat sebagai pengguna bahasa juga perlu secara terus menerus ditingkatkan kebanggaan, kecintaan, dan sikap positifnya terhadap bahasa Indonesia. Peningkatan tersebut akan berdampak pada peningkatan kompetensi berbahasa dan mutu
penggunaan bahasa serta pada peningkatan kedisiplinan dan
masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia.
Pada lingkup yang lebih luas
peningkatan sikap yang positif itu juga dapat menjadi titik tolak dalam menjadikan bahasa
Indonesia sebagai bahasa yang bermartabat sehingga benar-benar dapat menjadi jiwa dan
citra bangsa. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sebagai satu satunya lembaga pemerintah yang diberi mandat untuk menangani masalah kebahasaan dan kesastraan di Indonesia, berkewajiban untuk menjaga mutu penggunaan bahasa
Indonesia dalam berbagai ranah demi kewibawaan dan martabat bangsa melalui bahasa.
Badan Bahasa juga berupaya secara terus-menerus untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusianya agar menjadi ahli-ahli bahasa yang mumpuni dalam mengemban tugas dalam menjaga mutu dan kewibawaan bahasa Indonesia.
Hal itu menjadi penting karena merupakan bagian dari upaya pembinaan bahasa dalam berbagai ranah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009.
Selanjutnya, dalam rangka penjaminan mutu tenaga ahli bahasa serta dalam rangka
pemberian pelayanan yang optimal dan standar kepada masyarakat, Badan Pengembang an dan Pembinaan Bahasa harus memiliki Pedoman Sertifikasi Ahli Bahasa, Prosedur
Operasional Standar (POS) Layanan Ahli Bahasa, dan Kode Etik Ahli Bahasa.
Ahli bahasa yang dimaksudkan dalam konteks ini adalah orang yang memiliki keahlian dibidang kebahasaan dan memenuhi kriteria tertentu yang ditandai dengan sertifikat keahlian yang dikeluarkan oleh Badan Bahasa. Ahli bahasa yang ada di lingkungan Badan Bahasa
meliputi (1) penyuluh bahasa, (2) penyunting bahasa,(3). Pener jemah, (4) ahli bahasa
Peraturan perundang-undangan, dan (5) ahli bahasa dalam tindak pidana.
Saat ini Badan Bahasa memiliki 184 orang ahli bahasa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Melalui Lokakarya Pedoman Eksternal Pedoman Sertifikasi Ahli Bahasa ini
para narasumber dan para peserta diharapkan berpartisipasi aktif memberikan masukan guna penyempurnaan ketika naskah yang nantinya bermanfaat, tidak hanya bagi Badan Bahasa tetapi juga bagi masyarakat dan lembaga mitra Badan Bahasa yang memerlukan layanan ahli bahasa.- Minarni Djufri MP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *