Skip to toolbar

LAKRI Tuntut Jangan Ada Lagi Diskriminasi Dalam Lapas


Laporan : Minarni Djufri
Jakarta, vocnewsindonesia- Puluhan massa dari Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) melakukan aksi unjuk menuntut agar jangan ada lagi diskriminasi dalam Lapas.
Tuntutan tersebut disampaikan dalam orasi yang dilaksanakan di depan kantor Dirjen Pemasyarakatan, jalan Veteran, Jakarta Pusat, pada Kamis (2/8)
Para demonstran juga menuntut agar segera dilakukan pergantian kepala Lapas di seluruh Indonesia yang terindikasi melakukan tindakan penyalahgunaan jabatan.
Secara bergantian para orator menyampaikan tuntutan kepada aparat Dirjen Pemasyarakatan agar segera dibuatkan penjara khusus buat para tahanan kasus korupsi. Tuntutan tersebut sebagai akibat terbongkarnya kasus Korupsi yang dilakukan oleh kepala Lapas Suka Miskin oleh KPK.
Kami minta jangan lagi ada diskriminasi terhadap tahanan korupsi dengan tahanan lainnya. Teriak seorang demonstran menggunakan pengeras suara diatas sebuah kendaraan.
Petugas Lapas yang terlibat dalam konspirasi perlakuan khusus kepada Napi Kasus Korupsi agar segera di pecat dari jabatannya.
Tuntutan LAKRI mengemuka Pasca di tangkapnya Kepala Lapas Suka Miskin oleh petugas KPK beberapa waktu lalu. Ini membuktikan adanya tindakan diskriminasi terhadap Narapidana Pelaku tindak pidana korupsi dalam tahanan yang mendapat fasilitas tahanan layaknya hotel.
Akibat terungkapnya adanya perlakuan khusus tersebut membuat gerah para pegiat anti korupsi yang tergabung dalam Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia ( LAKRI) yang berjanji akan menurunkan massa yang lebih banyak jika tuntutannya tidak digubris.
Sejumlah Perwakilan Diterima Mediasi.
Sementara itu, sejumlah perwakilan aksi unjuk rasa diterima oleh Sekretaris Dirjen Pemasyarakatan J.Sitinjak. Dalam pertemuan mediasi tersebut, nampaknya terjadi kesepahaman kedua belah pihak antara Dirjen Pas dengan sejumlah Delegasi dari Pegiat Anti Korupsi LAKRI. Kesepakatan tersebut dalam rangka untuk melakukan pengawasan dan pendampingan dalam perangkat satuan kerja eksternal pada kegiatan essesment dan proses Rekruitmen Kalapas. ujar J Sitinjak.
Usai pertemuan dengan pejabat Dirjen Pemasyarakatan, para pengunjuk rasa akhirnya membubarkan diri. Pantauan media, Aksi berjalan dengan damai tanpa ada tindakan anarkis dan kekerasan baik oleh pengunjuk rasa maupun aparat kepolisian yang berjaga-jaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *