Skip to toolbar

Momentum Taubat Nasional Pesan Lombok Untuk Indonesia


Laporan : Minarni Djufri MP
Jakarta-vocnewsindonesia.com – Bumi punya cara tersendiri dalam bertutur untuk merespon tindakan manusia di atasnya. firman Allah dalam surat al-Zal-zalah ayat 5, Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu ) kepadanya”.
Demikian Ucapan Ustad Bahtiar Nasir, dalam tausiyahnya bertempat di Aula AQL Islami Center jalan Tebet Utara 1no 40 Jakarta Selatan.

Hadir dalam acara ini sejumlah artis Dude Herlino,Primus,Jihan fahira, Desi Ratnasari,Ummi pipik, Tengku Wisnu, Dimas dan sejumlah artis lain nya yang turut menjadi bagian dalam acara momentum Taubat Nasional.
Hadir pula dalam acara momentum Taubat Nasional ini ketua MPR-RI, Zulkifli Hasan dan pemuka agama lainnya
Oleh karena sederet gempa yang terjadi di Lombok harus jadi peringatan agar seluruh anak bangsa kembali mendekatkan diri kepada-Nya.
Allah Swt, sedang menitipkan pesan -Nya lewat bumi Lombok.maka hendaknya kita berhenti sejenak untuk mendengar secara seksama apa yang hendak Dia sampaikan lewat peristiwa yang sudah memakan korban dan menghabiskan harta benda yang tidak sedikit.
Jumlah korban yang tidak sebanding dengan bantuan yang telah di kirim. Mereka masih kekurangan perlengkapan tempat tinggal sementara,pangan ,dan obat -obatan.
Bisa jadi apa yang terjadi di Lombok adalah teguran Allah Swt, untuk kita bangsa Indonesia. Maka ini momentum bagi kita seluruh elemen bangsa untuk bersegera kembali kepada Nya beristighfar memohon ampun -Nya.
Bumi Lombok. Maka hendaknya
Gempa Lombok adalah ayat kauniyah dari Allak Swt untuk “berbicara ” kepada semua anak bangsa Mungkin banyak di antara kita yang mulai mengabaikan ayat Qur’aniyah untuk itu bertaqarrublah (mendekatkan diri ) kepada- Nya. Agar kita tidak menjadi orang -orang yang di gambarkan dalam surat al An- am ayat 42-43;
Dan sesungguhnya kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat -umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan( menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon ( kepada Allah ) dengan tunduk merendahkan diri.
Maka mengapa mereka tidak memohon( kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan kami kepada nya.
Jika gempa Lombok adalah peringatan Allah, maka tidaklah pantas jika peringatan itu kita tanggapi dengan acuh tak acuh. Jika ini adalah hukuman, ayat di atas telah memberikan bocoran bagaimana cara mengatasi nya.
Jika merujuk pada dalil yang menjelaskan tentang zilzal (goncangan) maka boleh jadi ini adalah akibat dari dosa-dosa kolektif yang telah kita lakukan. Maka solusinya adalah dengan taubat kolektif.
Pemimpin bangsa ini harus mengajak seluruh anak bangsa untuk bertaubat kepada Allah, dan tunduk merendahkan diri di hadapan-Nya.
Dengan demikian, gempa Lombok adalah momentum taubat secara kolektif semua anak bangsa, tunduk dan merendahkan diri di hadapan Allah Swt.
Taubat nasuha berjanji di hadapan-Nya untuk tidak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan aturan-Nya.
karena jika tidak, dalam surat al-An am ayat 44, Allah mengancam akan mendatangkan bencana yang lebih besar lagi jika peringatan-Nya diacuhkan Allah Swt berfirman;
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka. Kamipun membuka semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong maka ketika itu mereka terdiam dan berputus asa.
Untuk itu, kepada semua anak bangsa di manapun berada agar berserah diri kepada Allah beristigfar sebanyak-banyaknya.
Mulailah dari rumah sendiri dengan mendirikan shalat dua rakaat, lalu memohon ampun penuh ketertundukan kepada-Nya.
Kepada mereka yang tertimpa musibah, dirikanlah shalat dua rakaat dan tegakkanlah agama Allah, mulai dari pribadi lalu kemudian rumah tangga, dan seterusnya.
Perbanyaklah ibadah kepada-Nya, dan shalatlah dua rakaat. Mohonlah dalam sujud dengan permohonan yang sesungguhnya.
Bertaubatlah kepada-Nya dengan taubat nasuhah, Taubat yang tidak: hanya berhenti sampai tapi juga menyesali perbuatan yang telah lalu dan berjanji untuk tidak mengulangi nya kembali.
Dan hendaknya kita memperbanyak sedekah, terutama untuk saudara-saudara kita yang terkena dampak dari gempa Lombok.

Saat ini musim hujan telah di depan pintu, tenda-tenda mereka bisa dikatakan tidak layak untuk ditinggali, tak berpintu dan angin bebas menerpa. Bayi-bayi yang baru lahir, ibu-ibu hamil, orang tua renta, yang menjadi korban membutuhkan uluran tangan kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *