Skip to toolbar

Tim Siber Mabes Polri Berhasil Tangkap 2 Mahasiswa Pelaku Pembobol Data Kartu Kredit


Foto – Kabareskrim Komjen Pol. Arief Sulistyanto, Direktur Tindak Pidana Siber, Brigjen Albertus Rachmad Wibowo, bersama 2 tersangka pembobol kartu kredit.
Jakarta, vocnewsindonesia.com Konfrensi Pers Penangkapan Pelaku pencurian data nasabah kartu kredit WN Australia bertempat Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri (Eks Gd. PU)Jl. Taman Jatibaru No.1 Cideng, Gambir, Jakarta Pusat Selasa (28/8).
Bareskrim tidak pidana Siber menerima laporan dari kedutaan Australia pada tanggal 6 Juni 2018 dan berhasil menangkap 2 Mahasiswa Pelaku kasus pembobolan Data Kartu Kredit.
Bahwa tersangka Dedek Saputra Chaniago Pada tahun 2017 sampai dengan Juni 2018 telah berhasil mengumpulkan data -data kartu kredit dari debit marstercard sebanyak -+ 1600 kartu kredit dan kartu Visa sebanyak -+ 2400 kartu yang telah di terbitkan oleh Bank dari beberapa Negara seperti, Australia,USA, Canada, Inggris, Jerman, Jepang, Hongkong, Singapura dan dari ribuan kartu tersebut data-data yang berhasil di kumpulan tersangka Dedek Saputra Chaniago adalah: Nama,Tanggal lahir,Namor Kartu, Bank Penerbit, type kartu,Nama pemilik kartu, expired kartu,CVV, alamat,dan kode pos.

Penangkapan pelaku pencurian data nasabah Kartu kredit warga Negara Australia yang di lakukan Tersangka Aditya Rahman dan Dedek Saputra Chaniago di lakukan di dua tempat, yang berbeda.
Tentang TKP Penangkapan kedua tersangka;
1. Aditya Rahman – Seorang Mahasiswa dan Penangkapan di lakukan di Asrama Mahasiswa
BenuoTaka Penajam Paser Utara Kalimantan timur, jalan Monjali Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Rabu tanggal 6 Juni 2018 pukul 20:00wib.
2. Tersangka Dedek Saputra Chaniago : penangkapan di lakukan di rumah tersangka di jalan Bayem No 1B RT 02 RW01.Kelurahan lingkar Selatan Kecamatan Lengkong Bandung Jawa Barat.pada hari Rabu tanggal 6 Juni 2018 sekitar pukul 19: 15 WIB.
Tersangka Dedek Saputra Chaniago dan Aditya Rahman,
Dalam surat tersebut menjelaskan perihal kronologi, peristiwa bahwa pada tanggal 30 April 2018, Seorang warga Negara Indonesia, An saksi WNI Stefani Anggelina telah menjalani persidangan di Caims, Australia atas tuduhan sebagai penerima barang-barang yang di beli secara online oleh warga negara Indonesia atas nama tersangka AR (yang di kenal melalui Instragram).
Dengan menggunakan kartu kredit milik beberapa warga negara Australia hal ini di ketahui berdasarkan bukti komunikasi antara SA dengan tersangka RA.
Tersangka Aditya Rahman memanfaatkan SA (WNI) yang tinggal di Australia , sebagai penerima barang-barang pesanan yang di kirimkan ke kantor Pos Terdekat.dengan tempat tinggal SA (WNI) di Australia yaitu di Mascot new South Wales 2020 dan Caims, Queensland 4870.
Kemudian barang barang tersebut di kirim ke Indonesia dengan cara di titipkan kepada orang yang akan kembali ke Indonesia dan sesampainya di Indonesia, atas permintaan tersangka Aditya Rahman, barang tersebut di kirimkan ke alamat tersangka. Dedek Saputra Chaniago melalui jasa JNE.
Selanjutnya penyidik Dittpidsiber polri, melakukan penangkapan tersangka Aditya Rahman dan tersangka Dedek Saputra Chaniago.
Adapun peran tersangka Dedek Saputra Chaniago adalah melakukan pencurian data kartu kredit milik warga Australia dengan cara menggunakan aplikasi SQLI, di mana aplikasi tersebut dapat di gunakan untuk mendapatkan data data email dari pembeli barang barang online yang menggunakan e-commerce Australia.
Setelah itu tersangka mengirimkan berita atau iklan lewat surat elektronik ( email) dan ketika korban mengklik berita tersebut maka korban akan di arahkan ke halaman website Paypal palsu yang sudah di buat oleh tersangka AR untuk memasukkan data data yang berisi nomor kartu kredit, data diri,foto pribadi, foto kartu kredit depan belakang.
Selanjutnya tersangka melakukan pembelian barang Melalui situs e-commerce antara lain ; www. DJcity.com au.www.boardworld.com.au. www.bcf.com.au.beyondskate.com, www. Prencintskateshop.com.au, serta situs e-commerce lainnya. Adapun barang barang yang di beli oleh tersangka Dedek Saputra Chaniago adalah; Kamera360, kamera GoPro, aksesoris GoPro dan baju.
Untuk di kirimkan ke alamat WNI atas nama SA di Mascot NSW2020 sudah di kirim ke Indonesia dan untuk barang barang yang di kirimkan ke alamat saksi SA di Caims, Queensland 4870, barang barang tersebut belum sampai di Indonesia dan telah di sita oleh kepolisian Caims.
Terungkapnya kasus ini telah, meringankan hukuman WNI atas nama SA yang di sidangkan di pengadilan Caims Australia.
Dimana awalnya SA di persangkaan 9 ( sembilan ) tuduhan penipuan terhadap laporan warga Australia.
Selanjutnya setelah di lakukan penangkapan terhadap Aditya Rahman dan Dedek Saputra Chaniago melalui kerja sama yang baik antara lembaga yaitu Bareskrim Polri, Divhubinter Polri, Kementrian Hukum dan HAM dan Konsultan Jendral RI Sidney serta Kedutaan RI Sidney dengan Australia Federal Police sehingga informasi -informasi dari korban melalui Bank Penerbit kartu kredit, pihak e-commerce serta keterangan dari saudari SA, sehingga SA dapat terbantu dan menerima keadilan dari tuduhan yang tidak di lakukan yaitu awalnya sebagai pencuri data dan penipuan menjadi di putuskan oleh pengadilan Caims Queensland hanya sebagai penerima property ilegal dan telah di vonis dengan denda 500 dollar Australia.
Pasal yang di sangkakan : Pasal 362 KUHP./dan pasal 378 KUHP dan / atau pasal 50 Jo pasal 36 Undang undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Jo undang undang no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan /atau pasal 3,4,5 dan 10 Undang undang nomor 8 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dengan ancaman paling lama 20 (dua puluh ) tahun dan denda sebanyak 10.000.000.000,00( sepuluh milyar rupiah) MNRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *