Skip to toolbar

Mantan Anggota Dewan Pers Saham Leo Batu Bara Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Toilet.


Foto terakhir Sabam Leo Batubara Saat berkunjung ke Kantor DPP KWRI.
Jakarta, vocnewsindonesia.com– Mantan anggota Dewan Pers Sabam Leo Batubara dikabarkan meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, usai terjatuh dari kamar mandi saat hendak menuju keruangannya.
Berita kepergiannya sangat mengejutkan semua pihak, terutama para insan pers tanah air yang mengenalnya sebagai sosok pers 3 jaman.
Ketua Umum Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) yang juga selaku Sekjen Majelis Pers, Ozzy Sulaiman Sudiro, mengungkapkan rasa terkejutnya atas kepergian almarhum.
“saya baru mendengar Pak Leo Batubara meninggal dunia usai tiba di Jakarta malam ini,” terangnya melalui keterangan tertulisnya yang disampaikan kepada sejumlah awak media (30/8).
Ozzy mengatakan, Leo Batubara merupakan sosok yang berkomitmen dalam memperjuangkan kemerdekaan pers di Indonesia. Pejuang pers 3 zaman ini sangat dikaguminya. Beliau (Leo Batubara) sangat apresiatif atas lahirnya KWRI pada tanggal 22 mei thn 1998, sebagai pioner, pelopor organisasi wartawan reformis yang saat itu berani menumbangkan tirani kekuasaan rezim pemerintahan yang otoriter.
“beliau (Leo Batubara) merupakan saksi dimana saat itu KWRI mendapatkan apresiasi dari Menteri Penerangan Yunus Yosfiah yang kemudian merekomendasikan melalui suratnya hingga bisa berkantor di Gedung Dewan Pers,” tukasnya.
Dimata Ozzy, Leo Batubara merupakan guru dan sahabat yang dikaguminya. Saat era transisi berlangsung, Leo merupakan fasilitator yang mempertemukan sejumlah pemimpin organisasi pers hingga akhirnya bisa merumuskan Rancangan Undang-Undang (RUU) pers dan lahirlah UU Pokok Pers No. 40 tahun 1999 tentang pers,
yang mengamanah lahirnya Dewan Pers Independen.
Saya bersama almarhum turut mensosialisasikan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers kesejumlah daerah melalui seminar, diskusi dan berbagai pertemuan lainnya untuk menyikapi persoalan pers nasional.
Ozzy mengatakan terakhir dirinya bertemu Leo Batubara saat terjadi permasalahan meninggalnya wartawan M Yusuf yang ditengarai sebagai korban kriminalisasi pers.
“Leo adalah guru, sahabat yang selalu konsisten terhadap perjuangan pers nasional. Walau kadang terjebak situasi yang salah hingga memicu kritikan inkonsisten atas statementnya. Saya tetap menghormati dan kagum dengan sikap dan pribadinya yang berkarakter. Selamat jalan tokoh pers nasional kita, guru, sahabat, semoga Allah SWT menerima amal kebaikannya, Aamiin,” ujar Ozzy. (RWS) /Minarni Djufri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *