Skip to toolbar

Catatan dan Evaluasi Akhir Tahun KSPI Dalam Perspektif Pilpres dan Pileg 2019

20181226_114149_Jalan Proklamasi

vocnewsindonesia.com – Jakarta, bertempat di Hotel Mega Proklamasi. Jl. Proklamasi No.42, RT.10/RW.2, Pegangsaan, Menteng, Kota Jakarta Pusat KSPI mengelar Konferensi press penyampaian Catatan dan Evaluasi Akhir Tahun KSPI terkait TKA, PHK, Upah dan Daya Beli, BPJS Kesehatan, Outsourcing, Pemagangan, dll, dalam Perspektif Pilpres dan Pileg 2019.

Konferensi Pers ini akan dihadiri Presiden KSPI Said Iqbal dan beberapa pemimpin buruh lain.

Said Iqbal mengatakan pernyataan pemerintah tentang penyerapan tenaga kerja 2 juta orang pertahun atau 10 juta orang / 5 tahun adalah tidak sesuai fakta dilapangan. Banyaknya gelombang PHK juga tidak didata secara signifikan. PHK gelombang pertama terjadi di sektor garmen, industri makanan dan minuman, gelombang kedua terjadi disektor elektronik, keramik dan automotif, gelombang ketiga di Industri ritel, pertambangan dan pharmasi, gelombang keempat menimpa sektor Baja dan semen.

“Pemerintah, kami nilai gagal dalam menyediakan lapangan kerja bagi rakyatnya, tetapi justru membuka lapangan kerja bagi tenaga kerja asing, hal ini sangat mengkhawatirkan dan berdampak banyaknya pengangguran,” ujar Iqbal.

“BPJS Kesehatan yang seharusnya Unlimit biaya, diberlakukan seumur hidup dan untuk pengobatan semua penyakit tapi sekarang anggarannya defisit sehingga merugikan Rumah Sakit. Kualitas pelayanan pada masyarakat juga menurun. Seharusnya pemerintah menambahkan anggaran dari cukai rokok. Karena kesehatan adalah hak rakyat,” imbuh iqbal.

Masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan memilih menjadi ojek online dan kini nasibnyapun kurang diperhatikan oleh pemerintah karena pendapatan semakin menurun tidak seperti awal beroperasinya ojek online. Regulasi yang berubah-ubah tidak ada perlindungan hukum semakin membuat terpuruknya kondisi mereka.

Masalah yang tak kalah penting yaitu guru honorer yang digaji Rp.300 ribu hingga Rp.500 ribu/ bulan, gaji yang sungguh tidak manusiawi.

“Tahun 2019 kemungkinan terjadi lagi gelombang PHK besar- besaran akibat revolusi industri. Bergesernya transaksi perdagangan dari offline ke online dan dampaknya kemungkinan besar akan terjadi pergantian rezim,” pungkas Iqbal.

Berikut live strimen Pernyataan Presiden KSPI Muh Said Iqbal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *