Tiga Usaha Sosial Terbaik Indonesia Raih Penghargaan

Tiga Usaha Sosial Terbaik Indonesia Raih Penghargaan

Laporan Minarni Djufri MP

Pada 23 Februari 2019, program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu yang diinisasi oleh PT Santos Jaya Abadi melalui salah satu merek-nya yaitu Kopi Kapal Api sejak setahun lalu, akhirnya mencapai puncaknya dengan terpilihnya tiga pemenang.

Mereka adalah :

JUARA 1 :

Hadiah Rp 250,000,000

Meybi Agnesya

Asal : Kupang

Nama Usaha : Sekolah Lapangan Timor Moringa Organik Indonesia (SL-TMOI)

Ide Usaha : Mengembangkan bisnis pengolahan pangan berbasis daun kelor yang dimulai dari pembentukan sekolah lapangan daun kelor yang efektif dan efisien hingga pembentukan fasilitas teknologi rumah pengering daun kelor

Dampak Sosial : Berkolaborasi dengan petani daun kelor di Desa Pitay, Nusa Tenggara Timur.


JUARA 2 :

Hadiah Rp 100,000,000

Aziz Pusakantara

Asal : Jakarta

Nama Usaha : Eco-Pavings

Ide Usaha : Pembuatan paving block yang memanfaatkan limbah kantong plastik

Dampak Sosial : Pemberdayaan para pemuda pengangguran di area Citereup, Bogor.

JUARA 3 :

Hadiah Rp 50,000,000

Elven Aprilnico

Asal : Bekasi

Nama Usaha : Titik Balik Coffee

Ide Usaha : Coffee shop and roaster di Lembaga Pemasyarakatan

Dampak Sosial : Pemberdayaan narapidana dan ex-narapidana untuk mengurangi jumlah residivis agar mempunyai keterampilan khusus.

Hadir pada kesempatan tersebut, beberapa narasumber lintar pihak yaitu :

Roostiawati, S.H., M.Sc, Direktur Pengembangan Pasar Ditjen Binapenta & PKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia;

David Cristian, Sociopreneur dan Co-founder Evoware;

Iwan Murty, CEO PT Tristar Service Indonesia.

Johnway Suwarsono, Marketing Manager PT Santos Jaya Abadi

Christeven Mergonoto, Chief Marketing Officer PT Kapal Api Global

Berikut beberapa kutipannya:

Roostiawati, S.H., M.Sc – Direktur Pengembangan Pasar Ditjen Binapenta & PKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

“Indonesia mendapatkan bonus demografi dan jika tidak dikelola dengan baik akan meningkatkan angka pengangguran. Angkatan kerja Indonesia sudah mencapai 131 juta yang didominasi oleh kaum muda. Meskipun demikian, dalam 5 tahun terakhir angka pengangguran di Indonesia mengalami penurunan. Kontribusi terbesar dalam penurunan pengangguran ini adalah tumbuhnya socio-enterprise di Indonesia.”

Christeven Mergonoto – Chief Marketing Officer PT Kapal Api Global

“Program dan gerakan Secangkir Semangat dari Kapal Api sudah berjalan selama 3 tahun. Sejak 2018 yang lalu, kami fokus untuk mengembangkan kewirausahaan sosial di Indonesia. Kapal Api berkomitmen membuat suatu wadah bagi para pengusaha sosial muda agar mendapatkan akses ke ekosistem yang mendukung seperti bimbingan yang tepat dari para profesional di bidangnya.”

Iwan Murty – Chief Executive Officer PT Tristar Service Indonesia

“Kewirausahaan sosial akan terus berkembang di Indonesia karena menurut riset yang saya lakukan, 50% dari pendiri start up memulai bisnisnya karena ingin membuat dampak. Dari kacamata investor, kami mengharapkan sebuah usaha sosial jangan hanya fokus pada produk melainkan pada masalah yang ada dan mulai mencari solusi dari situ. Pastikan ada pengukuran dampak sosial yang jelas agar meyakinkan para investor akan keberlanjutan usaha tersebut.”

David Christian – Sociopreneur dan Co-Founder Evoware

“Dalam menjalankan sebuah usaha sosial, kita harus tahu “why”nya dulu, tujuan usaha sosial yang berasal dari dalam diri sendiri. Yang pasti bukan karena profit. Profit itu penting, tapi bukan tujuan melainkan hasil. Kita harus berpegang pada value usaha sosial kita agar ketika kendala datang, kita ingat “why” kita menjalankan usaha sosial ini dan terus menjaga keberlanjutan usaha.”

Program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu adalah program yang menggugah semangat kewirausahaan sosial seluruh muda mudi Indonesia untuk mendaftarkan proposal usaha sosial mereka melalui platform www.secangkirsemangat.id. Sejak diluncurkan pada Mei 2018 lalu, program ini telah melalui serangkaian kegiatan sebagai inkubator lengkap dalam menemukan sociopreneur muda Indonesia yaitu; Networking Day, Apprenticeship, Workshop Sociopreneur with PLUS (Platform Usaha Sosial), Campus Talk, hingga Mentoring dan Prototyping yang diselenggarakan di 6 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Yogyakarta dan Semarang dengan lebih dari 5.000 proposal usaha sosial diterima dari seluruh Indonesia.

Setelah melewati ragam kegiatan yang menginspirasi hingga proses kurasi 150 finalis menjadi 50 finalis dan mentoring bersama sociopreneur sukses secara intensif selama 1 bulan, 20 finalis yang berhasil hingga tahap akhir ini berkesempatan untuk melakukan pitch di hadapan para investor dan pemangku kepentingan.

Program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu Resmi Berakhir

vocnewsindonesia.com,Jakarta, 23 Februari 2019 – PT Santos Jaya Abadi melalui salah satu merek-nya yaitu Kopi Kapal Api hari ini secara resmi menutup program pengembangan sociopreneurship Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu yang telah diusung sepanjang tahun 2018 lalu dengan mengumukan tiga usaha sosial terbaik di acara Awarding Night di Grand Hyatt, Jakarta.

Setelah melewati ragam kegiatan berjejaring, pembekalan ilmu sociopreneurship, mentoring dengan para sociopreneur sukses Indonesia hingga proses kurasi, Kopi Kapal Api bersama Dewan Juri memutuskan untuk memberikan penghargaan tertinggi kepada pemenang pertama Meybi Agnesya Lomanledo asal Kupang dengan ide bisnis pengolahan pangan berbasis daun kelor yang dimulai dengan pembentukan Sekolah Lapangan Timor Moringa Organik Indonesia (SL-TMOI). Meybi berhak menerima modal usaha sebesar 250 juta rupiah dan mentoring bersama wirausahawan Yoris Sebastian selama 6 bulan.

Azis Pusakantara asal Jakarta terpilih sebagai pemenang kedua dan berhak atas dukungan dana 100 juta rupiah untuk mewujudkan ide Eco-Pavings yaitu pembuatan paving block yang memanfaatkan limbah kantong plastik.

Sementara Elven Aprilnico asal Jakarta menjadi pemenang ketiga dan berhak menerima dukungan sebesar 50 juta rupiah berkat usaha Titik Balik Coffee, sebuah coffee shop dan roastery yang dijalankan melalui pemberdayaan narapidana dan bekas narapidana. Narapidana dengan sisa masa tahanan kurang dari enam bulan diberi pembekalan keterampilan menyeduh kopi di kedai yang berada di lembaga pemasyarakatan (lapas) untuk melayani warga serta pengunjung lapas.

Meybi Agnesya Lomanledo, Pemenang Pertama Program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu mengatakan belum meratanya sekolah atau lembaga pendidikan di daerah terpencil membuat masyarakat desa sangat tertinggal akan kemampuan soft skill di berbagai sektor, seperti di sektor pertanian dan industri. “Warga mendambakan pendidikan keterampilan yang peka terhadap kebutuhan sosial budaya masyarakat setempat. Oleh karena itu, kami bertekad membangun Sekolah Lapangan Timor Moringa Organik Indonesia (SL-TMOI) untuk melatih kemampuan warga Desa Pitay Nusa Tenggara Timur bertani daun kelor secara efektif dan efisien. Kemudian kami juga berencana membangun fasilitas teknologi rumah pengering daun kelor”, jelasnya.

Ketiga pemenang juga menegaskan bahwa Program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu menjadi bekal yang luar biasa bagi mereka dalam mewujudkan gagasan usaha yang berdampak positif bagi masyarakat. Ilmu dan pengalaman yang dibagi oleh para mentor yang merupakan sociopreneur sukses di bidangnya, dinilai sebagai kesempatan istimewa yang tidak dinikmati oleh semua orang.


Johnway Suwarsono, Marketing Manager PT Santos Jaya Abadi pun menyampaikan harapannya, “Bertemu dengan para calon dan pegiat sociopreneur muda di sepanjang program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu telah memberikan optimisme kepada Kopi Kapal Api akan banyaknya generasi muda yang memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pendekatan kreatif sociopreneurship. Harapan kami, para pemenang dapat meningkatkan skala usaha sosialnya sehingga dampak yang diberikan kepada masyarakat sekitar juga bisa lebih besar.“


Salah satu juri program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu, Yoris Sebastian, Founder & Creative Thinker OMG, mengisahkan, “Proposal usaha sosial yang didaftarkan mempunyai kualitas yang bervariasi. Meski demikian, tiga pemenang ini terpilih dari 20 finalis yang kami nilai merupakan calon-calon sociopreneur dengan pemikiran yang visioner dan passion yang kuat dalam mengatasi permasalahan sosial-ekonomi di sekitarnya.”

Senada dengan Yoris, juri lainnya, Veronica Colondam, Founder Yayasan Cinta Anak Bangsa, mengungkapkan, “Menurut pandangan saya dari sisi sociopreneur, saya melihat para pemenang sangat kreatif dan inovatif memanfaatkan peluang dan dukungan ekosistem dalam mewujdukan usaha sosial yang berdampak. Saya berharap, mereka yang telah sampai di titik ini selanjutnya mampu membangun usaha yang berkelanjutan dan mengelola profit sesuai misi utamanya dalam memecahkan masalah sosial.”

Acara yang dimulai dengan pitch deck 20 finalis di hadapan para investor dan pemangku kepentingan ini dilanjutkan dengan Coffee Talk yang menghadirkan narasumber lintas pihak yaitu Roostiawati, S.H., M.Sc, Direktur Pengembangan Pasar Ditjen Binapenta & PKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia; Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia; David Cristian, Sociopreneur dan Co-founder Evoware; serta Iwan Murty, CEO PT Tristar Service Indonesia. Acara Awarding Night pun ditutup dengan pemberian hadiah kepada pemenang serta pemberian penghargaan kepada para juri dan mentor.

vocnews-MNRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *