Skip to toolbar

Harapan Pada Pelaksanaan NawaCita Yang Tak Kunjung Terwujud .

Harapan Pada Pelaksanaan Nawacita Yang Tak Kunjung Terwujud: (Sebuah Tanda Tanya Besar Bagi Investor di Sektor Maritim)

Laporan Minarni Djufri MP
vocnewsindonesia.com, bertempat di Hotel Borobudur, Ruang Banda B, Jl. Lapangan Banteng Selatan No. 1, Ps. Baru, Sawah Besar, Jakarta –PT Karya Citra Nusantara (KCN) menggelar Konferensi Pres Rabu 20/2/19.


Sudah memasuki tahun ke-14, dimana investasi triliuan rupiah yang digelontorkan klien kami melalui sebuah perusahaan bidang pelabuhan PT Karya Citra Nusantara (“KCN”) di Marunda – Jakarta Utara terkatung-katung dan tidak mendapatkan kepastian.

Merujuk pada UP Terminal Umum KCN yang mulanya dijadikan Pilot Project untuk bidang usaha Non APBD/APBN dan integrated oleh Kementrian Perhubungan RI yang telah berhasil mengatasi permasalahan dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok, malah berdampak dengan menempatkan klien kami berpotensi kehilangan seluruh investasinya dan malah diwajibkan mengganti rugi dalam jumlah yang fantastis.

Harapan Pada Pelaksanaan Nawacita Yang Tak Kunjung Terwujud: (Sebuah Tanda Tanya Besar Bagi Investor di Sektor Maritim)

Poros maritim. Tol laut. Keinginan untuk tak Iagi memunggungi laut. Kata-kata yang terkandung dalam nawacita Presiden Joko Widodo di awal menjabat sebagai Presiden pada 2014 Ialu, sempat membuat PT Karya Citra Nusantara (PT KCN) merasa mendapatkan angin segar.

Komitmen yang disampaikan secara tegas dan lugas itu membuncahkan harapan PT KCN bahwa kisruh dan ketidakjelasan investasi dan pembangunan di pelabuhan Marunda dengan BUMN bernama PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) akan terselesaikan dengan baik. Terlebih saat Presiden Jokowi dalam kesempatan lain menyatakan “bahwa peran swasta akan dioptimalkan dalam pembangunan, terutama di bidang infrastruktur.

Optimisme itu makin besar pada 2016. Kisruh antara PT KCN dan PT KBN sempat diakhiri dengan tercapainya kesepakatan kedua belah pihak yang ditandai dengan penandatanganan di atas materai.

Dilanjutkan dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Perhubungan tentang penunjukan PT KCN untuk melakukan konsesi kegiatan jasa kepelabuhan di terminal KCN di marunda. Bahkan, Kementerian Perhubungan juga menobatkan BUP KCN ini sebagaipi/otproject
(percontohan) pelabuhan non-APBN/APBD yang telah terintegrasi.

Harapan itu bahkan seakan semakin tinggi saat PT KCN mendapatkan informasi bahwa Presiden Jokowi dijadwalkan hadir di pelabuhan Marunda untuk menandatangani Prasasti den Groundbreaking Pier ll & Pier Ill BUP KCN.

Namun. harapan yang tinggi itu kembali dihempaskan keras-keras ke bumi saat PT KBN yang seharusnya mendukung program yang termasuk dalam nawacita Presiden Jakowi tersebut, malah mengirim surat dengan data yang tidak valid untuk meminta Presiden membatalkan kehadiranya. PT KEN juga mongirimkam surat pemberhentian pembangunan polabuhan Marunda kepada PT KCN.

Tak sampai di situ, PT KBN juga mengajukan gugatan perdata ke pengadilan, dengan tergugatnya adalah PT KCN dan Kementerian Perhubungan. Sebuah Badan Usaha Milik Negara Menggugat Lembaga Kementerian. Ini adalah fenomena yang patut di pertanyakan akibatnya, dalam hal ini sektor maritim yang sekali lagi adalah sektor unggulan dalam NawaCita Presiden Jokowi.

Hingga saat ini, proses hukum masih berjala, PT KCN akan terus memperjuangkan Hak-hak nya tidak hanya untuk menyelamatkan triliunan investasi yang telah di keluarkan.

Namun, kami tidak akan menyerah. Pijakan kami jelas, berbagai tingkatan di Negara ini telah kami lewati, ada hak-hak yang akan terus kami perjuangkan. Terlebih, kami tidak ingin ini menjadi preseden buruk bagi iklim investasi di Indonesia.

vocnews-MNRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *