Skip to toolbar

Diskusi Publik Filsafat Keadilan Fondasi Negara Kesejahteraan.


vocnewsindonesia.com,Jakarta- Ormas Ahlulbait menggelar Diskusi Publik bertema ” Filsafat Keadilan Fondasi Negara Kesejahteraan. Bertempat di Gedung Islami Cultural Center Pejaten Barat Jakarta Selatan, Jumat 15/3/19.
Hadir sebagai narasumber;
Dr Donny Gohral Adian. M.HUM (Dosen Filsafat politik Univ Indonesia), Ammar Fauzi Haryadi. pH.D (Dosen Filsafat Islam STFI Sandra), DR Abdul Majid HakiMelahi (Direktur Islami Cultural Center).
Moderator Akmal Kamil.M(Direktur Eksekutif Puskabi-ICC).

Adil (Ar;al-adl), salah satu sifat yang harus dimiliki oleh manusia dalam
rangka menegakkan kebenaran kepada siapa pun tanpa kecuali, walaupun akan
merugikan dirinya sendiri.

Secara etimologis al-adl berarti tidak berat sebelah, tidak memihak; atau menyampaikan yang satu dengan yang lain (al-musawah).

Istilah lain dari al-adil adalah al-qist al-misl (sama bagian atau semisal). Secara terminologis adil berarti “mempersamakan” sesuatu dengan yang lain, baik dari segi nilai maupun dari segi ukuran sehingga sesuatu itu menjadi tidak berat sebelah dan tidak berbeda
satu sama lain.

Adil juga berarti “berpihak atau berpegang kepada kebenaran”2
Keadilan lebih dititik beratkan pada pengertian meletakkan sesuatu pada
tempatnya jika keadilan telah dicapai, maka itu merupakan pada tempatnya jika
keadilan telah dicapai, maka itu merupakan dalil kuat dalam islam selama belum ada dalili lain yang menentangnya.

Berlaku adil sangat terkait dengan hak dan kewajiban, hak yang dimiliki oleh
seseorang, termaasuk hak asasi, wajib diperlakukan secara adil. Hak dan kewajiban terkait diberikan kepada yang berhak menerimanya. Oleh karena itu hukum berdasarkan amanah harus ditetapkan secara adil tanpa dibarengi rasa kebencian dan sifat negative lainnya, (QS.4:58).358.

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak
menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia
supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran
yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.Anonim, Ensiklopedi Hukum Is.

Allah SWT disebut sebagai “Yang Maha Adil dan Bijaksana terhadap semua
hamba-Nya, karena Allah SWT tidak mempunyai kepentingan apa-apa dari perbuatan yang dilakukan oleh hamba-Nya jika manusia berbuat kebaikan, maka tidak akan mempengaruhi Kemaha adilan-Nya tidak akan mengurangi kemahaadilannya itu.

Apa yang diperbuat oleh manusia, apakah kebaikan atau kezaliman, hasilnya akan
diterima oleh manusia itu sendiri.
Quran Surat 41:46.446.

Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya
sendiri dan barangsiapa yang mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk
dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambanya.

Dan Quran Surat al-Jaatsiyah (45): 15515. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.

Dalam periwayatan hadits, social al-adl (adil) merupakan salah satu kreteria
seorang rawi (penyampai hadits) untuk menentukan apakah hadis yang
diriwayatkannya sahih atau tidak. Adil dalam ilmu Hadits berarti “Ketaatan
menjalankan perintah Allah SWT6 dan menjauhi larangganNya, menjauhkan diri dari perbuatan keji, memelihara hak dan kewajiban, memelihara lidah dari kata-kata yang dapat merusak ajaran agama, dan berani menegakkan yang benar (muruah). Jumhur.

ulama sepakat mengatakan bahwa semua sahabat Nabi SAW adalah adil dan tidak
perlu lagi dibahas keadilan mereka dalam meriwayatkan hadis dan persaksian
mereka.

vocnews-MNRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *