Skip to toolbar

Petisi Publik Berhasil Dorong Kebijakan Pengurangan Sampah Kantong Plastik

IMG-20190329-WA0073

Petisi Publik Berhasil Dorong Kebijakan Pengurangan Sampah Kantong Plastik

vocnewsindonesia.com,Jakarta (29 Maret 2019). Kantong plastik sudah kembali berbayar di gerai gerai toko modern sejak tanggal 1 Maret 2019 lalu secara nasional.

Sejak tahun 2013, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik telah mendorong Pemerintah Pusat dan Daerah untuk mengeluarkan kebijakan terkait pelarangan kantong plastik sekali pakai di Indonesia.

Petisi #Pay4Plastik yang diinisiasi di laman change.org sempat berdampak pada diterbitkannya Kebijakan Uji Coba Kantong Plastik Tidak Gratis di 2 Kota/Kabupaten di Indonesia. Berbagai Pemerintah Daerah di Indonesia mulai bergeliat menyusul untuk mengeluarkan kebijakan pengendalian plastik di daerahnya masing-masing, termasuk hadirnya petisi #CukaiPlastik yang ditandatangani hampir 500.000 orang. Hingga pada Februari 2019, Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (APRINDO) mengumumkan untuk kembali menerapkan kebijakan plastik berbayar di seluruh anggota asosiasinya.

Hal ini tentu menjadi preseden yang sangat positif bagi kemajuan Indonesia dalam menyelesaikan permasalahan sampah plastik di Indonesia. Untuk itu, GIDKP, Change.org dan didukung oleh The Body Shop Indonesia, menggelar Seminar dan Konferensi Pers “Celebrate Our Victory – Petisi #pay4plastic” bertempat di The Hook, Jl. Cikatomas II No.35, RT.4/RW.4, Rw. Bar., Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12180. Jumat 29/3.

Adapun narasumber yang akan hadir dalam diskusi:

Novrizal Tahar (Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)

Roy Mandey (Ketua Umum Aprindo)

Tiza Mafira (Pencetus Petisi – Direktur Eksekutif GIDKP)

Ratu Maulia Ommaya (The Body Shop Indonesia)

Suryanto (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan)

Dwi Naniek Muhariani (Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin)

Nirwala Dwi Heryanto (Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Kemenkeu)

Rahyang (Aliansi Zero Waste Indonesia)

Hal serupa pernah diujicobakan di tahun 2016 selama beberapa bulan dan berhasil menurunkan penggunaan kantong plastik hingga 55% dl 27 kota.

Upaya pengurangan penggunaan kantong plastik yang dilakukan melalui penerapan kebijakan kantong plastik berbayar adalah salah satu upaya yang dilakukan berbagai macam lapisan masyarakat untuk mulai berkontnbusl terhadap pengurangan sampah dengan target 30% pada tahun 2025 mendatang.

Kantong plastik berbayar di Indonesia mulai diterapkan secara nasional akibat dampak dari petisi change.org/pay4platic yang digagas oleh Tiza Mafira di laman change.org pada tahun 2013. “Saya memulai pensi #pay4plastic karena prihatin melihat kondisI lingkungan kita yang Iercemar oleh sampah plastik,” ujar Tiza Maflra, yang merupakan Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik. “Hal ini saya lakukan karena menyadari bahwa salama 1ni kantong plastik diberikan secara gratis, sehingga digunakan berleblhan tanpa terkendali. dan berujung pada tercemarnya lingkungan kita, khususnya sungaI dan Iaut, oleh kantong plastik inI dan mengancam keselamatan hewan yang hidup di sungai dan Iaut ”


Petisi #pay4plastic kemudian diIirik oleh salah satu merek kecantikan dunia yang telah mempraktekan bisnis yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan lingkungan hidup, The Body Shop IndoneSIa. dengan mengumpulkan dukungan konsumen melalui gerai-gerainya seluruh Indonesia. “Kami melihat bahwa petisi #pay4plastic ini sejalan dengan nilai perusahaan kami yang memiliki komitmen untuk terus bertanggung jawab (terhadap lingkungan dan kami ingin mengajak seluruh konsumen kami untuk terllbat secara aktif terhadap gerakan ini”. ujar Ratu Maulia Ommaya, selaku Public Relation Manager The Body Shop Indonesia.

Petisi yang didukung oleh lebih dari 60.000 tanda tangan ini kemudian ditanggapi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2016 melalui penerapan uu coba di 27 kota besar di Indonesia.

Meski sempat di berhenti kan penerapannya oleh toko modern. mulai tahun ini. toko modern yang bernaung dalam Asosiasi Pengusaha Rate! Indonesia (Aprindo) mencanangkan komitmen bersama anggotanya untuk mulat menerapkan kemball kantong plastik berbayar.

“Aprindo Siap mendukung gerakan pengurangan konsumsi kantong plastik sekali pakai dan berperan aktif menanggulangi permasalahan sampah plastik dI Indonesia karena Ikut dalam mata rantai perdagangan yang berdampak terhadap kelestrian lingkungan Program ini di nilai mampu mendorong perubahan sikap konsumen menjadl Iebih baik dan manggunakan kantong plastik seperti yang sudah dllakukan gerai Superindo dari tajuan 2016 terbukti dapat mengurangl penggunaan kantong plastik tegas D Yuvllin suzanta selaku Ketua Tim Pokja Pengurangan Kantong Plastlk Tidak Gratis (KPTG) dan Head of Corporate Affairs & Sustainability PT Lion Super lndo.

Sebelum kebijakan kantong plastik berbayar diterapkan kembali oleh toko modern. beberapa pemerintah daerah telah selangkah leblh maju untuk menghentikan penggunaan kantong plastik di toko modern sejak 2016.

Hal ini digagas pertama kali oleh Pemerintah Kota Banjarmasin yang telah menindak lanjuti uji coba kantong plastik berbayar sejak 2016. Pemerintah Kota Banjarmasin juga mengakui bahwa telah terjadi pengurangan sampah plastik sebesar 3% sejak peraturan ini berlaku. ”Selain mengurangi penggunaan kantong plastik dengan adanya Perwali sejak tahun 2016, kami juga membudayakan penggunaan tas purun sebagai penggantI kantong plastik Selain itu juga ASN serta masyarakat, seperti murid dan guru dI sekolah, dibentuk budaya seperti membawa tumbler dan bekal dari rumah serta menjadi nasabah bank sampah.” jelas Dwi Naniek Muhariyani, Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin.


Hal senada Juga diungkapkan oleh Pemerintah Kota Balikpapan yang telah menghentikan penggunaan kantong plastik sejak tahun lalu. “Melihat fakta bahwa Indonesia sebagai pencemar sampah plastik di Iaut kedua di dunia,
sebagai kota pesisir tentunya kami memiliki kontribusi sebagai pencemar, tetapi juga kami melihat bahwa kami pun bisa menjadi solusi terhadap permasalahan ini.” tegas Suryanto. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan.

Namun demikian. pengurangan kantong plastik yang hanya fokus pada solusi hilir (end ofplpe) dinilal kurang signifikan. Kementerian Keuangan tengah mempersiapkan peraturan mengenai pengenaan cukai terhadap kantong plastik guna menekan tingkat produksI terhadap kantong plastik.

Pengurangan kantong plastik menjadi titik awal terhadap pengurangan sampah plastik sekali pakai Iainnya. Aliansi Zero Waste Indonesia melalui kampanye “Ban the Bug 5″ atau “Pantang 5 Jenis Plastik Sekali Pakai” mendorong pomerinlah daerah untuk lebih tegas lagi dalam komitmennya mengurangi sampah plastik. baik dI darat maupun dl laut.

“Selain kantong plastik, kita juga perlu mengurang: plastik sekali pakal Iainnya. seperti sedotan. polisterina sachet (kamasan multilayer), dan microbead.

Saya senang bahwa Provinsi Bali akan segera mangImplementasikan penghentian penggunaan kantong plastik sodotan plastik. dan polisterena pada bulan Juni mendatang Saya yakin bahwa hal ini: sangat mungkin dllakuknn dan dapat diikuti oleh pemerintah di daerah Iainnya”. tegas Rahyang Nusantara. selaku Communication Officer AllansI Zero Waste Indonesia.

vocnews-MNRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *