Skip to toolbar

ICMI Ajak Elite Politik Bangun Budaya Demokrasi

IMG_20190422_133227

vocnewsindonesia.com, Jakarta ICMI menggelar Pressconference bertempat di Ruang Rapat ICMI Center Lt.1, Jln.Warung Jati Timur No.1 Jakarta Selatan,Senin 22/4.

Mencermati dinamika kehidupan politik bangsa dewasa ini yang memerlukan perhatian dan sikap politik yang bijak dari semua komponen bangsa, lkatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang mempunyai kepedulian tarhadap terwujudnya kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdaulat,adil, sejahtera, dan bermartabat.

ICMI “terpanggil untuk menyampaikan Maklumat Kebangsaan sebagai berikut:

1.ICMI mengingatkan bahwa pemilihan umum merupakan salah satu wujud pelaksanaan demokrasi yang harus dilaksanakan secara jujur. adil, langsung, umum, bebas, rahasia. aman dan damai Kekuasaan yang diraih melalui pemilihan umum bukanlah komoditas jang dirauh dengan menghalalkan segala cara. melainkan sebagai amanah dari Allah SWT yang harus dllaksanakan dan dnpertanggungjawabkan dunia akhirat.

2‘ ICMI prihatin atas perkembangan politik bangsa saat ini yang mengindikasikan terjadinya kamerosotan kualitas demokrasi, sehingga menjadi kendala bagi berlangsungnya proses konsohdasi demokrasi. Hal ini dapat mengakibatkan rakyat tidak percaya bahwa demokrasi adalah cermin kedaulatan rakyat yang ideal untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama bernegara.

3. lCMl mengingatkan kepada pemangku kepentingan pelaksana Pemilu; KPU, BAWASLU, DKPP, TNI/POLRI. MK, agar pelaksanaan pemilu yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah demokrasi tidak terjadi pada pemilu 2019, baik Pemilu Legislasi, maupun Presiden wakil Presiden.

4. ICMI mengharapkan agar Pemilu 2019 dapat menjamin terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden yang mempunyai legitimasi politik yang kuat dan berfungsi sebagai Pemimpin Bangsa Indonesia yang amanah. jujur. dan adil serta mempunyai komitmen menyejahterakan rakyat menuju terwujudnya Indonesia yang Adil, Makmur, Beradab, dan bermatabat.

5. Kepada semua pimpinan dan elit politik, ICMI menyerukan agar membangun budaya demokrasi yang adil dan beradab dengan menegakkan etika politik, Iebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, menjaga keutuhan dan persatuan bangsa, serta menghindarkan praktik-praktik politik tidak terpilih yang menghalalkan segala cara. Apabila terjadi sengketa. manfaatkanlah mekanisme hukum untuk melawan ketidakadilan.

6. Agar dapat terciptanya ketenangan, ICMI meminta seluruh komponen bangsa menahan diri dan menunggu has“ perhitungan suara resmi Komisi Pemilihan Umum -real count, tidak membuat kesimpulan finai masing-masing, hormatilah berbagai tahapan Pemilu sesuai ketentuan yang berlaku.

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Juga menyerukan kepada seluruh pimpinan dan elite politik, untuk membangun budaya demokrasi yang adil dan beradab dengan menegakkan etika politik.

Hal itu disampaikan Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie pada forum Maklumat Kebangsaan ICMI tentang Pemilu 2019 di ICMI Center, Jakarta, Senin (22/4)

“Kepada tokoh-tokoh partai politik, kita harapkan dapat menurunkan tensi sama-sama, karena kalau ini dibiarkan terus bisa panas memang,” kata Jimly.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menambahkan, para elite politik harus lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Olehnya itu, ICMI mengajak untuk bersama-sama menjaga keutuhan dan persatuan bangsa, serta menghindarkan praktik politik tidak terpuji yang menghalalkan segala cara.

Menurut Jimly, jika terjadi sengketa dalam pemilu, alangkah lebih baiknya jika tim sukses kedua kubu perlu memanfaatkan mekanisme hukum untuk melawan ketidakadilan.

“Jikalau hasil penghitungan suara itu nanti tidak memuaskan, kita mengimbau supaya semua pihak menggunakan mekanisme resmi melalui Mahkamah Konstitusi (MK),” beber dia.

Jimly menjelaskan, mekanisme yang sifatnya melembaga dapat diselesaikan melalui MK, jika hasil pemilu 2019 ini timbul sengketa. Sementara jika terjadi perilaku yang dianggap bermasalah dari penyelenggara pemilu, maka diproses melalui DKPP.

“Sudah ada mekanisme yang resmi, jadi jangan lagi membayangkan mekanisme yang diluar sistem resmi,” imbuhnya.

Mantan Ketua DKPP ini juga mengharapkan kepada semua pihak untuk selalu menahan diri. “Tunggu hasil penghitungan suara secara resmi dari KPU pada tanggal 22 Mei 2019 nanti,” pungkasnya. (*)

Berikut video streaming Prof.Dr.Jimly Asshiddiqie.S.H.

vocnews-MNRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *