Skip to toolbar

BATIK Bersinergi dengan BNN Wujudkan Indonesia Bebas Narkoba*

IMG-20190426-WA0048

*BATIK Bersinergi dengan BNN Wujudkan Indonesia Bebas Narkoba*

vocnewsindonesia.com, Bandung 22/4. Banyaknya pelaku penyalahgunaan narkoba membuat prihatin seluruh elemen bangsa. Pelaku tidak hanya di perkotaan, tetapi juga sudah masuk ke pedesaan bahkan daerah-daerah perbatasan, sehingga wajar kejahatan narkoba masuk sebagai salah satu kejahatan yang dikategorikan luar biasa karena sangat mengancam generasi muda dan ketahanan masa depan bangsa. Oleh karena itu untuk mengatasi nya tentu dibutuhkan cara-cara yang luar biasa juga. Termasuk melibatkan seluruh unsur masyarakat agar selalu aktif mengingatkan generasi muda akan bahaya penyalahgunaan narkoba.

Untuk itulah pada hari Senin (22/4) jajaran pengurus Barisan Anti Narkotika (Batik) melakukan audiensi sekaligus silaturahmi dengan jajaran pejabat utama BNN Pusat. Pada kesempatan tersebut, Pembina Batik Dede Farhan Aulawi memimpin rombongan dengan didampingi oleh KH. Alawy al Bantani, kang Ryno, dan yang lain. Rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala BNN KJP. Heru Winarko, Sestama IJP. Adhi Prawoto, Deputy Dayamas IJP. Danun, Deputy Pencegahan Sudirman, Direktur Kerjasama Masyarakat BJP. M. Jupri dan jajaran staf lainnya.

Dede Farhan Aulawi ketika dihubungi via sambungan telpon menjelaskan bahwa maksud dari kunjungan tersebut untuk mengenal lebih dekat program BNN, dan sekaligus ingin bersinergi dalam pemberantasan narkoba guna mewujudkan Indonesia yang bebas dari narkoba. Diskusi berlangsung dengan hangat dan penuh kekeluargaan sehingga tergali pemikiran – pemikiran strategis guna meningkatkan partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap penyalahgunaan narkoba.

Batik sudah memetakan simpul-simpul penyalahgunaan narkoba dalam kehidupan masyarakat. Selanjutnya simpul tersebut dipetakan agar memiliki gambaran yang utuh untuk menanggulanginya. Jelas Dede.

Selanjutnya Dede juga menambahkan bahwa setelah simpul peredaran narkoba teridentifikasi, maka Batik memikirkan jalan keluarnya agar mereka memiliki jalan keluar dengan penghidupan yang layak. Misalnya dengan memberikan pelatihan keterampilan yang konkret, seperti pelatihan tata rias, pelatihan pijat tradisional, dan lain – lain.

Selain itu Batik juga memiliki cita-cita untuk membangun fasilitas rehabilitasi pecandu narkoba, dan bertekad untuk memenuhi semua persyaratan yang harus dipenuhi. Baik persyaratan dari Kemenkes atau Kemensos. Termasuk menyiapkan beberapa tenaga penyuluh anti narkoba yang akan dilatih terlebih dahulu oleh BNN selama 2 hari. Mudah-mudahan sinergitas Batik dengan BNN ini akan mempercepat pencapaian cita-cita nasional agar Indonesia terbebas dari narkoba. Tak lupa seluruh jajaran pengurus Batik mengucapkan terima kasih pada seluruh jajaran pejabat BNN atas diskusi hangat pada siang kemarin. Pungkas Dede yang selama ini memang dikenal sebagai salah satu tokoh pegiat Anti Narkoba.

vocnews-MNRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *