Koalisi Relawan Jokowi-Ma’ruf Gelar “Sayembara Seratus Milyar

Militan 34 Muslim Cyber Army -Jokowi
Forum Kajian fitnah Akhir Zaman
Sahabat Jokowi
Panca Tunggal -Banten
Jawara Dukung Jokowi (Warjo).

vocnewsindonesia.com, Depok Sebanyak 7 Koalisii Relawan Jokowi-Ma’ruf Gelar acara Pressconference bertajuk“TANTANGAN HADIAH 100 MILYARD BAGI BADAN PEMENANGAN NASIONAL PRABOWO-SANDI DAN
PIHAK PENDUKUNGNYA YANG BISA MEMBUKTIKAN KECURANGAN MASIF YANG DILAKUKAN OLEH
PIHAK PASLON 01 SEBANYAK MINIMAL 5% SUARA PADA PILPRES 2019”
bertempat: Ruang ROEDJITO Room Hotel Bumi Wiyata, Jl. Margonda Raya No. 281, Depok Minggu 28/4.

PERTIMBANGAN :

1. Sejak Pilpres 2014, berbagai narasi dan konten fitnah atau hoax telah diciprtakan untuk menjatuhkan Bapak Joko Widodo, baik fitnah surat nikah sebagai warga tionghoa, komunis, kaki tangan negara cina, antek asing-asing, ijasah SMU nya palsu, pemimpin gagal dan puluhan konten fitnah Iainnya sehingga membuat masyarakat terpecah dengan kondisi yang mengkhawatirkan. Terpecahkan anal: bangsa ini terus terpelihara selama 5 tahun terakhir ini karena narasi dan konten yang diciptakan semakin liar yang intinya adanya upaya membelokan clan menjungkirbalikan berbagai fakta keberhasilan pembangun Republik ini, sehingga sebagian masyarakat mempercayai berbagai narasi diatas. Sehingga tidak hanya menimbulkan kerugian dalam kontek keduniawian, tapi juga banyak menyeret umat dalam dosa besar, dosa fitnah.

2. Sejak munculnya konten dan nasrasi hoax saat Pilpres 2014, dimulai lagi diakhir tahun 2018 pemberitaan tentang pembajakan e-KTP, maka isu kecurangan mulai menggema, dengan berbagai narasi hoax lainnya, termasuk berita yang cukup menghebohkan, yaitu mengenai 7 kontainer kertas suara yang sudah tercoblos untuk Pasangan Calon nomor urut 01.
Setelah pemilihan berlangsung 17 April 2019, narasi isu kewrangan terus berlangsung dialamatkan kepada Pasangan Calon nomer urut 01, lr.H. Joko Widodo -KH. Ma’ruf Amin, yang semakin sporadic, massif dan terstruktur, termasuk terus menggiring Opini untuk tidak mempemyai penyeleggara lembaga Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu dan Lembaga lainnya.

3. Hasll hitung cepat yang dilakukan oleh sekitar 17 Iembaga konsultan profesona yang selama ini sudah terbiasa melakukan proses hitung cepat, dimana hasilnya tidak pernah meleset, tidak luput dari fitnah keji bahwa Iembaga-Iembaga tersebut adalah Iembaga yang sudah dibayar oleh pihak Paslon 01 untuk memenangkan hasil hitung cepat yang ditayangkan media, dengan berbagai narasi fitnah dan bahkan dihimbauan untuk tidak menonton televisi yang menyiarkan hasil hitung cepat pemilu 2019.

4. Klaim kemenangan dari Paslon nomer urut 02 Prabowo Subianto Sandiaga Uno yang terus menerus dilakukan dalam berbagai acara dan tempat. Tidak hanya klaim kemenangan, juga berbagai pernyataan Prabowo sudah jadi Presiden. lni hanya didasarkan pada awal hitungan real count internal dengan klaim telah menang dengan angka 62%, yang pada akhirnya mereka tidak bersedia bukabukaan data. Padahal kita mengetahui, seharusnya pernyataan sebagai Presiden terpilih hanya boleh dinyatakan oleh KPU.

5. Narasi yang diciptakan sejak sebelum Pemilu tgl 17 april 2019 dilakukan sampai saat ini dan berbagai langkah yang dilakukan pada poin-poin diatas membuat kondisi mansyarakat
terpolarisasi begitu kuat sehingga dapat menimbulkan perpecahan di dalam masyarakat.

Ditambah dengan banyaknya tokoh-tokoh pendukung pasangan calon 02 memberikan statementnya, baik dalam bentuk video, tulisan, pernyataan pernyataan ajakan dan ancaman untuk melakukan people power yang dapat menimbulkan perpecahan dan perang saudara di Republik tercinta ini.

LANGKAH :

Dalam rangka membendung berbagai fitnah diatas, dengan opini bahwa telah terjadi kecurangan yang dituduhkan kepada pihak 01 oleh pihak 02 dan upaya pelemahan integritas penyelenggara pemilihan umum dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang disebarkan baik melalui tulisan, rekaman video dan media sosial yang akhir-akhir ini semakin sporadic dan sudah merugikan banyak pihak yang tidak bisa dipertanggung jawabkan
Maka kami vans terdiri dari beberapa relawan yang pedull akan hasil” Pemilihan Umum yang Bersih, Jujur dan Adll menyatakan;

1. bahwa mengakui masih ada berbagai peristiwa baik yang disengaja maupun tidak disengaja, di TPS atau dalam entry data yang dilakukan KPU, yang merugikan kedua belah Pmak, tidak hanya meruglkan plhak 02, Juga merugikan pasangan 01. Namun kaml anggap jumlahnya tidak terlalu signifikan dlbandingkan jumlah TPS dan jumlah pemth yang ada. Dan sudah dilakukan pemilihan atau entry ulang.

Namun demikian, kami menghormati dan wajar, jika ada Pihak dari pasangan Calon Presiden 02 untuk terus membuktlkan kecurangan yang dilakukan oleh Pihak 01,

sehingga merugikan Plhak 02, dalam upaya hak yang dilindungi Ieh undangundang.

Terkain poin-poin diatas, beberapa pengusaha muslim, yang sangat prihatin dengan maraknya fitnah yang beredar, memberikan kuasa kepada kami, untuk menginformasikan bahwa para pengusaha muslim inisiap memberikan bonus sebesar 100.000.000.000 (seratus milyar rupaih) kepada siapapun dari pihak 02 yang bisa membuktikan adanya kecurangan dalam Pilpres 2019 inisecara masif dan terstruktur yang dilakukan oleh Pihak 01, dengan jumlah hasiI kecurangan minimal Iima (5) persen saja dari jumlah pemilih yang sudah melakukan pilihannya.

Devinisi atau batasan nilai kecurangan yang Iima persen (5%) ini adalah angka dari hasil hitungan riil count hitungan manual yang dilakukan oleh KPU, yang angkanya dianggap hasil kecurangan yang tidak dilakukan dikoresi oleh KPU, sehingga

perbedaan hasil riil count hitungan manual tersebut menjadi salah berjum|ah Iima persen (5%) yang merugikan pihak 02.

Demikianlah siaran press ini kami sampaikan agar semua pihak yang selama ini mengatakan bahwa adanya kecurangan pihak 01 secara tersturktur, sistematis, dan massif diberikan ruang public untuk membuktikan bahwa benar adanya kecurangan tersebut dan tidak Iagl memprovokasi dan membodohi rakyat yang selama ini untuk mempercayai tuduhan-tuduhan kecurangan yang sering sampaikan.

vocnews-MNRN

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*