Skip to toolbar

Sekolah Indonesia Cepat Tanggap Raih Penghargaan “FuturArc Green Leadership Award 2019” Tingkat Asia Kategori lnstitusi

IMG-20190529-WA0038

Penghargaan atas Sekolah Indonesia Cepat Tanggap*

Sekolah Indonesia Cepat Tanggap terpilih sebagai salah satu pemenang “FUTURARC Green Leadership Award 2019” Asia Level untuk kategori Institusi.

vocnewsindonesia.com, Depok 29/5 ILUNI FTUI sangat mengapresiasi BCI Asia Awards 2019 atas pemberian Award kepada, seluruh Alumni FTUI, civitas akademika FTUI, Departemen Arsitektur, ILUNIArsUI, Fusi Foundation, BFI Finance, PIKK PLN, SHERA, Damri, donatur lainnya serta pihak-pihak yang membantu pembangunan Sekolah Indonesia Cepat Tanggap.bertempat Alumni Lounge, Fakultas Teknik Universitas Indonesia di Kampus UI, Depok, Rabu 29/5

dihadiri oleh *Dr.Ir. Hendri D.S. Budiono, M.Eng.* – Dekan FTUI, *Prof. Yandi Andri Yatmo, S.T., Dipl.Arch., PhD.* – Guru Besar Departemen Arsitektur FTUI, *Cindar Hari Prabowo* – Ketua Umum ILUNI FT, *Budi Wasono* – Project Manager sekaligus Ketua ILUNI Arsitektur FTUI, dan *Francisca Susilawati* – Corporate Communication & CSR Head BFI Finance.

Sekolah Indonesia Cepat Tanggap Raih Penghargaan “FuturArc Green Leadershlp Award 2019” Tingkat Asia Kategori lnstitusi

Sekolah Indonesia Cepat Tanggap yang didesain dan dibangun oleh Fakultas Teknik Universitas lndonesia (FTUI), Klaster Perancangan Departemen Arsitektur FTUI, lkatan Alumni FTUI (ILUNI mu), lkatan Alumni Arsitektur FTUI (ILUNlArsUl) dan FUSI Foundation serta bekerja sama dengan BFI
Finance dan Persatuan lstri Karyawan Karyawati PLN (PIKK PLN) sebagai donatur utama di Desa Kerandangan, Senggigi, Lombok Barat berhasil meraih penghargaan bergengsi FuturArc Green Leadership Award 2019 pada tingkat Asia untuk kategori lnstitusi.
Penghargaan ini diserahkan saat acara BCI Asia Awards Indonesia 2019 pada tanggal 23 April 2019 yang lalu.

Penghargaan The FuturArc Green Leadership Award diberikan sejak tahun 2009 oleh BCI Group of Companies untuk proyek-proyek di Asia yang inovatif dan memberikan kontribusi secara ekologi. Kriteria dalam pemberian penghargaan meliputi: resilience, wellness, embeddedness, ecosystems, repiicability. Penilaian dilakukan oleh para juri yang merupakan ahli di bidang arsitektur, terutama green architecture; antara lain: Dr. Nirmal Kishnani (National University of Singapore), Dr. lalel Saar
(University of California, Berkeiey, USA) dan Ada Fung (salah satu director Hong Kong Green Bum Council).

Keunggulan dari proyek Sekolah Indonesia Cepat Tanggap, sebagaimana dikemukakan oleh pan juri FuturArc Green Leadership Award, terletak pada kepekaan dalam menggunakan material yang sederhana dan murah untuk menghasilkan rancangan arsitektur yang elegan. Desain modular mampu menawarkan tidak hanya kecepatan konstruksi namun juga merupakan upaya melakukan Upgrade terhadap kualitas lingkungan pembelajaran.

Sistem modular yang ditawarkan terdiri dari unit-unit: unit ruang kelas, unit selasar, unit Transisi, unit jamban dan unit tribun. Komponen penyusun unit-unit Ini dinncang berdasarkan ketersediaan
material di lokasi pembangunan.

Ukuran dan bentuk geometri dari material-materiaI yang tersedia kemudian menjadi basis dalam mendesain tiap-tiap unit, sehingga dapat mempercepat proses pembangunan dan meminimalkan sisa material.

Unit-unit yang ada dapat dikonfugurasi secara fleksibel dengan sistem plug and play menjadi kesatuan desain bangunan sekolah yang memenuhi berbagai kriteria ruang yang sesuai untuk anak-anak.

Prof. Paramita Atmodiwirjo, S.T., M.Arch., MA., Ph.D., guru besar arsitektur di Departemen Arsitektur FTUI yang merupakan salah satu anggota dari tim perancangan Sekolah Indonesia menambahkan bahwa “Inisiatif Sekolah Indonesia Cepat Tanggap ini tidaklah semata-mata sekedar membangun fusik sekolah, namun membangun ekosistem belajar yang menyenangkan untuk anak Indonesia. Rancangan sekolah ini sangat berbeda dari susunan tipikal sekolah yang umumnya berupa deretan ruang-ruang kelas yang monoton.

Sekolah Indonesia memiliki unit-unit ruang kelas yang terintegrasi dengan unit-unit ruang terbuka dan lansekap yang ditata secara seksama, untuk mewadahi kegiatan belajar yang bervariasi di dalam maupun di luar ruangan.”

Dekan FTUI Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono, M.Eng menuturkan, ”Inisiatif FTUI dalam membangun Sekolah Indonesia Cepat Tanggap adalah sebagai upaya mewujudkan kesempatan belajar yang terbaik bagi anak Indonesia.

Prestasi ini menunjukkan sebuah pengakuan atas kualitas civitas akademika Universitas Indonesia yang memang mampu untuk menghasilkan berbagai karya inovatif yang siap untuk diaplikasikan secara luas di masyarakat.


Ketua ILUNI FTUI Cindar Hari Prabowo lebih Ianjut menyebutkan, ”Sekolah Indonesia Cepat Tanggap memberikan kesempatan bagi berbagai pihak untuk ikut serta memberikan kontribusi dalam mewujudkan bangunan sekolah bagi wilayah yang terkena bencana.”

Pihak BFI Finance sebagai salah satu donatur utama sangat mendukung inisiatif Sekolah Indonesia Cepat Tanggap tersebut dan menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama dalam pembangunan Sekolah Indonesia Cepat Tanggap ke-S pada lokasi ke-4 di Palu, Sulawesi Tengah dengan memberikan donasi sebesar 300 Juta Rupiah. Sementara pihak PIKK PLN juga menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan memberikan donasi pada pembangunan Sekolah Indonesia Cepat Tanggap sebelumnya yaitu Sekolah ke-4 pada lokasi ke-3 di Palu, Sulawesi Tengah.

Sekolah Indonesia Cepat Tanggap dirancang untuk dapat dengan mudah direplika di berbagai wilayah yang terkena bencana. Setelah pembangunan di Desa Keranda gan,Lombok Barat, Sumbawa.
Saat ini juga tengah berlangsung pembangunan Sekolah Indonesia untuk mewujudkan kesempatan belajar yang baik bagi anak Indonesia khususnya bagi mereka yang terdampak bencana.


vocnews-MNRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *