Skip to toolbar

Tonin Singarimbun,SH.” Tuduhan Kepada Klien Kami Terlalu Mengada-ada

IMG_20190612_000934

vocnewsindonesia.com, Jakarta – Kuasa Hukum Kivlan Zen membantah tuduhan yang menyatakan kliennya adalah dalang rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan satu pengusaha lembaga survei, serta tuduhan lain tentang makar dan kepemilikan senjata api ilegal.

Bantahan pernyataan disampaikan oleh tim kuasa hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta Singarimbun,SH didampingi Julianta Sembiring,SH dan Ananta Rangkugo,SH disalah satu tempat, di Jakarta (11/6).

Tonin Tachta Singarimbun mengata kan ” dengan ditetapkannya atau diberitahukan bahwa kliennya sebagai otak rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan satu pengusaha lembaga survei adalah tidak benar dan terbantahkan” ujar Tonin.

Seperti diketahui, bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada kliennya adalah menurut pengakuan dari Helmi Kurniawan alias Iwan yang ditangkap oleh polisi pada tanggal 21 Mei 2019 di salah satu hotel di Jakarta. Penangkapan tersebut atas laporan Dimas Mada,SH,MH.

Itu adalah pernyataan dari Iwan, berdasarkan hasil pengakuannya kepada pihak kepolisian yang disampaikan dalam Berita Acara Pemeriksaan kepadanya.

Tonin mengkritik bahwa hasil pengakuan dari berita acara pemeriksaan terhadap Helmi Kurniawan alias Iwan, tidak bisa dijadikan konsumsi publik. Seharusnya pihak kepolisian melakukan kroscek cek dan mengkonfrintir pernyataan tersebut kepadanya kliennya. Dan itu bisanya nanti pada saat pemeriksaan di kepolisian dan pembuktikan di pengadilan.

Jadi apa yang dituduhkan kepada klien kami adalah tuduhan sepihak yang mengada-ada bahkan cenderung berupa pengalihan isu saja.

Pihaknya mengetahui pernyataan tuduhan kepada kliennya, yang disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. Muh.Iqbal dengan Wadireskrimum Polda Metro
dan dari Dinas Penerangan AD dalam jumpa pers yang diadakan di salah ruang di Kemenko Polhukam pada 11 Juni 2019. Tutur Tonin.

Adapun mengenai dana yang diberikan oleh Kivlan Zen kepada Iwan sebesar 11 ribu dollar Singapura adalah untuk biaya operasional pengumpulan massa untuk melakukan aksi peringatan Super Semar. Jadi tidak betul kalau rencana pembunuhan yang direncanakan sejak bulan Oktober 2018 terbantahkan. Karena uang yang diterima Iwan adalah untuk aksi tanggal sebelas Maret dan uang tersebut diterima Iwan pada tanggal 7 Maret.

Rencana aksi yang di janjikan Iwan tidak pernah terlaksana. Akhirnya uang yang diterimanya diminta untuk dikembalikan. Meskipun sampai saat ini uang tersebut belum pernah dikembalikan Iwan. Sampai akhir Iwan di tangkap polisi.

Untuk pengadaan senjata api adalah untuk digunakan penjaga kebunnya Kivlan Zen berjaga-jaga dari babi yang sering masuk merusak kebun milik Kivlan Zen yang terletak di gunung Pancar, Bogor. Itupun bukan uang dari Kivlan Zen. Melainkan uang yang diberikan oleh Habil Marathi yang dibelinya entah dimana tutur Tonin.

Kami menganggap tuduhan kepada klien kami terlalu mengada-ada. Apalagi dikaitkan juga dengan tuduhan Makar kepada kliennya.

Berikut penuturan lengkap Tonin Tachta Singarimbun dalam video Streaming.

vocnews-MNRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *