Skip to toolbar

Indonesia: XX Negara Bahas Isu Dan Tantangan Operasi pemeliharaan Perdamaian Modern

IMG-20190626-WA0238

Indonesia: XX negara bahas isu dan tantangan operasi pemeliharaan perdamaian modern

vocnewsindonesia.com

Jakarta (ICRC, KEMLU, TNI) Pelindungan warga sipil adalah intisari dari Konferesnsi internasional yang bertemakan “Preparing Modem Armed Forces for Peacakeeping Operations in the 21″ Century” (Mempersiapkan Angkatan Bersenjata Modern untuk Operasi. Pemeliharaan Perdamaian di Abad Ke-21) yang diseienggarakan atas kerja sama Komite lntensional Palang Merah (ICRC) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Jakarta Indonesia. pada 26-27 Juni 2019.

Konferensi ini menyoroti isu-isu kontemporer serta tantangan dalam operasi pemeliharaan perdamaian di era modern, termasuk pelindungan warga sipil dan pelayanan kesehatan serta peran penjaga perdamaian (peacekeepers) perempuan.

Keynote speech tentang “isu-isu Kontemporer & Tantangan dalam Operasi Perdamaian Modern’ disampaikan oleh Retno LP Marsudi. Menteri Luar Negeri Indonesia, Jean-Pierre Lacroix, Wakil Sekretaris Jenderal PBB urusan Operasi Perdamaian, dan Ruben mardini Pemantau Permanen ICRC untuk PBB.

Kepala Delegasi Regional ICRC untuk Indonesia and Timet-Leste.menekankan pentingnya membuat suatu forum yang secara terbuka membicarakan pengalaman, tantangan, dan pemblajaran yang dapat dipetik dari’ operasi pemeliharaan perdamaian.

‘Selama bertahun-tahun, ICRC mencermati perkembangan isu-isu dan kemanusian di lapangan. Melalui wadah seperti penemuan ini, kami berupaya berdialog dengan Negara-negara, pejabat militer dan komunitas Kemanusiaan mengenai isu -isu penting seperti ini. Kami menyambut baik Indonesia menganggap isu sangat penting di bawah kerangka mandatnya dalam Dewan Keamanan PBB untuk 2019-20.’

Duote from HE Retno PL Marsudi.
Quote from TNI Commander in Chicf

Konferensi ini menandai 20 tahun keria same antara ICRC dan TNI Ii bidang diseminasi hukum humaniter internasional (HHI) bagi perwira TNI den mempertemukan XX pewira militer dan atase militer dari XX negara.

Dialog antara kedua organisasi ini telah berkembang dari tahun ke tahun, dimana program diseminasi HHI sudah menjangkau lebih dari 20,000 perwira militer Indonesia.

vocnews-MNRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *