Skip to toolbar

Hari Kesehatan Jiwa Seduania 2019 Upaya Yang di Lakukan Media Massa

IMG-20191007-WA0107


Jakarta, Dalam rangka memperingati Hari Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia,
Direktorat P2. kesehatan Jiwa dan Napza P2P Kementerian Kesehatan RI menggelar
temu media Senin (7/10) di R.Kaca lt.2, Gd. Adyatma, Kemenkes Jkt Selatan.

Hari Kesehatan jiwa Sedunia 2019 Mengusung Thema ” Mental Health Promosion

Pada kesempatan yang sama, disampaikan pula terkait Hari Penglihatan Sedunia dan Hari Obesitas.

Narasumber:
1. Dr. Anung Sugihantono, M. Kes (Dirjen P2P)
2. dr. M. Siddik, Sp. M (Ketua PP. PERDAMI)
3. dr. Agung Frijanto SpKJ

Upaya yang dapat dilakukan media massa:

1.Pentingya menekankan informasi bahwa bunuh diri merupakan kerugian bagi masyarakat.

2. Hati-hati jika menayangkan “celebrity suicide’

3. Hindari memberikan penjelasan rinci tentang bagaimana cara dan tempat bunuh diri, karena bisa menjadi sebuah inspirasi bagi orang lain.

4. Bunuh diri terjadi karena multifaktor, maka dari itu jangan menyalahkan korban

s. lnformasikan kepada masyarakat bagaimana cara menghindari tindakan bunuh diri

6. Media massa berkoordinasi dengan tugas kesehatan sebelum menayangka berita bunuh diri

Multisektoral dan berkesinambungan .

Mengenali perilaku yang memberikan sinyal tindakan percobaan bunuh diri .

identikasi tanda -tanda. stres -> masalah kejiwaan dan cari pertolongan.

Dukungan keluarga mutlak diperlukan

peran masyarakat -> membangun mekanisme pertahanan sosial dll.

Peran Media. Massa. :

berikan informasi bahwa bunuh diri dapat dicegah hindari memberikan penjelasan yang rinci bagaimana cara bunuh diri jika dalam situasi konfllik maka. berikan penjelasan dampak bunuh diri pada penyintas hati-hati dalam menayangkan “celebrity suicide‘ bekerja sama dengan tenaga kesehatan.

Suicidal behavior” atau perilaku bunuh diri telah lama dikenali dalam sejarah, akan tetapi prevalensinya semakin meningkat. Secara global WHO menyebutkan lebih dari 800.000 orang meninggal setiap tahunnyan atau sekitar 1 orang setiap 40 detik karena bunuh diri.

Data dari Mental Health Atlas tahun 2017 menyebutkan angka 3,4 / 100.000 populasi. Perilaku bunuh diri ini menjadi penyebab kematian no.2 terbanyak pada kelompok usia 15-29 tahun.

Dimulai dari diri sendiri. lalu keluarga dan akhirnya masyarakat Promosi dilakukan oleh kita semua bukan hanya tenaga kesehatan

Upaya Promosi Keswa dalam 1000 hari pertama:

1. Dimulai dari upaya konseling keswa pada PUS, penerapan pola asuh positif bagi anak dimulai semenjak kandungan.

2. Bagi orang sehat -> KIE Keswa dan Napza clan peningkatan Life Skill

3. Bagi populasi berisiko dan populasi khusus ~> deteksi dini, konseling dan dukungan sosial dan Keswa

4. Bagi Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) -> deteksi dini dan penangan awal di Fasilitas Kesehatan.

kesehatan Jiwa?

Kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara flsik, mental, spiritual dan sosial sehingga Individu tersebut menyadari kemampuan sendirl, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya ( UU No. 18 thn 2014 tentang Kesehatan Jiwa)

Prevalensi Masalah (Gangguan Kesehatan Jiwa

Prevafensi RT dengan ART
gangguan jiwa Skizofrenia/Psikosis : 0,67% atau sekitar 282.654 RT. (Riskesdas 2018)

Sedangkan prevalensi Gcngguan Mental Emosional (GME) sebesar 9.8% dari total penduduk berusia >15 tahun. (Riskesdas 2018)

Prevalensi ini menunjukkan peningkaton dari Riskesdos 2013. dimana prevalensi GME sebesar 6%

Tingginya angka ini menyebabkan tingginya beban kesehatan dan rendahnya kualitas dan produktivitas SDM.

Prevalensi Masalah Kesehatan Jiwa

Secara global, sekitar 1 dari 6 orang (15-20%) mengalami satu atau lebih masalah kesehatan jiwa dan NAPZA. Jumlah terbesar yaitu gangguan kecemasan, sekitar 4 % dari populasi. (IHME, Global Burden of Disease, 2017)

WHO menyatakan bahwa masalah kesehatan jiwa yang menjadi prioritas kesehatan masyarakat adalah bunuh diri, dimana data global menyebutkan bahwa hampir 800.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya (1 kematian /40 detik).

Data N asional yang dilakukan ole . Badan Ijtbangkes, Kemenkes menunjukan bahwa terjadi .

peningkatan masalah kesehatan jiwa tahun 2018 dibandingkan tahun 2013.

Hasil survei dari SRS (Sistem Registrasi Sampel) pada tahun 2016 ‘ terjadi 1.800 kematian karena bunuh diri atau terjadi 5 kematian/hari.

Masalah bunuh diri merupakan penyebab kematian nomer 2 terbanyak pada kelompok usia 15-29 Tahun. (Factsheet WHO, 2018).

oleh karena itu penting untuk mempersiapkan remaja yang sehat fisik dan jiwa sejak dini agar tercipta SDM yang unggul dan berkualitas

Upaya- upaya yang di lakukan

Upaya. Promotif

‘Media KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) serta Sosialisasi kepada Masyarakat

Upaya. Preventif

Deteksi dini masalah kesehatan jiwa dan Napza, dengan terlebih dahulu melatih tenaga keseahatan di fasyankes maupun guru bimbingan/konseling di sekolah.

Prinsip di dalam Basic Act Far Suicide Prevention (2017)

Aktivitas pencegahan bunuh diri hams secara kompleks berdasarkan faktor-faktor terkait bunuh diri, tidak hanya fokus terhadap gangguan jiwa . maka dari itu upaya yang dilakukan meliputi pencegahan, intervensi dan kerjasama yang erat antar pemangku kepentingan.
vocnews-MNRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *