Skip to toolbar

Syukuran 4Tahun,PARASyndicate Gelar Dongeng Budaya dan Kuliah Kebangsaan.

IMG-20191018-WA0026

Syukuran 4Tahun,PARASyndicate Gelar Dongeng Budaya dan Kuliah Kebangsaan
dengan Tema:“KITA BERSATU MEMBANGUN INDONESIA:Bangunlah Jiwanya,Bangunlah Badannya untuk Indonesia Raya.”

Vocnewsindonesia.com
Jakarta,17 Oktober 2019 – PARA Syndicate menggelar acara syukuran perjalanan 4 tahun kiprahnya dengan mengangkat tema:“KITA BERSATU MEMBANGUN INDONESIA:Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya untuk Indonesia Raya” diAuditorium Adhiyana,Wisma Antara, Jakarta hari ini.

Dimaknai sebagai perjalanan,atau journey, karena PARA Syndicate bukanlah tujuan, namun kendaraan atau vehicles bagi credo lembaga yang disemai dari pemikiran Soegeng Sarjadi (alm) bahwa“Berpolitik haruslah dalam rangka Bernegara dan Bernegara dalam rangka Berkonstitusi”, kendaraan bagi pemikiran-pemikiran kebangsaan dan demokrasi – termasuk pemikiran yang ditularkan oleh Ketua sekaligus Pendiri PARA Syndicate Dr. Sukardi Rinakit, juga kendaraan bagi cinta dan harapan keluarga besar lembaga yang dalam empat tahun ini telah mengantar pada persinggahan-persinggahan kebangsaan penuh makna bersama dengan semua associates, jejaring, dan segenap para pihak lain (stakeholders).

“PARASyndicate,sebagai kelanjutan dari Soegeng Sarjadi Syndicate,berkomitmen untuk terus secara aktif berikhtiar bersama, memastikan agar proses demokratisasi direpublik ini berjalan
pada rel yang benar,sehingga berpolitik dijalankan dalam rangka bernegara,dan bernegara dalam rangka berkonsitusi,” kata Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo.

Acara syukuran yang sedianya dihadiri oleh lima ratusan tamu undangan dari berbagai jejaring dan kalangan ini menjadi terasa lebih istimewa karena beriringan dengan peringatan Sumpah
Pemuda, peristiwa kebangsaan super penting 91tahun lalu yang berhasil melahirkan kesadaran bersama para pendahulu bangsa kita untuk berbangsa satu, bertanah air satu, dan berbahasa
satu – INDONESIA.

Peristiwa penting yang menarasikan bahwa hanya dengan persatuan yang
kuat maka cita-cita luhur itu bisa kita raih bersama.Berawal dari Sumpah Pemuda itu juga,rasa nasionalisme mulai mengalir dalam nafas dan nadi bangsa yang kemudian berani berseru:walaupun berbeda-beda tetapi kami tepat satu. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

Akhirnya,tekad dan semangat persatuan itu pula yang berhasil mengantar perjuangan rakyat Indonesia mencapai kemerdekaan.

Momentum Berefleksi dan Ajakan Bersatu Menjawab Tantangan Bersama Mempertimbangkan dinamika yang terjadi ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, tema“BERSATU MEMBANGUN INDONESIA: Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya,untuk Indonesia Raya” juga dipilih sebagai ajakan bersatu untuk pertama-tama berani berefleksi dan kedua untuk kemudian bersama-sama mau dan berani menjawab berbagai tantangan yang kita hadapi hari-hari ini.

Tantangan yang muncul karena polarisasi dimasyarakat telah mengancam demokrasi dan konsolidasi kebangsaan akibat masih maraknya narasi dan praktik politik populisme yang sarat isu-isu identitas,utamanya saat gelaran Pilkada dan Pemilu.

Tantangan yang timbul karena beratnya ujian persatuan dan kesatuan Indonesia oleh sebab berbagai hal,berikut:
(1)Pengerasan identitas primordial, sentimen sektarian,dan paparan radikalisme yang menghancurkan sendi-sendi persatuan bangsa,(2)Meredupnya khazanah tradisi keindonesiaan dalam menghadapi terpaan lintas dominasi budaya asing yang menyebabkan krisis kebangsaan dan bernegara,(3) Disrupsi teknologi informatika disemua segi kehidupan masyarakat yang belum mampu untuk dikonsolidasikan menjadi peluang dan kekuatan membangun bangsa dan menguatkan persatuan nasional.
(4) Pertukaran lintas budaya yang timpang yang menjadikan Indonesia hanya sebagai konsumen sehingga menyebabkan krisis karakter/jati diri dan budaya yang mengikis kebersamaan dan solidaritas berbangsa.Dan (5) Persatuan Indonesia sedang tercabik-cabik oleh pertikaian berlatar belakang SARA (suku,agama,ras, antar-golongan) dan permusuhan yang berlarut-larut akibat ekses kontestasi politik elektoral yang merusak harmoni
sosial dan persaudaraan di dalam masyarakat.

Atas semua tantangan dan permasalahan itu, jalan persatuan yang 91tahun lalu menjadi kebulatan tekad bersama untuk tercapainya cita-cita luhur kemerdekan,hari ini harus kembali dibangun dalam diri semua anak bangsa demi tercapainya cita-cita luhur keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat. Semangat Sumpah Pemuda yang menyalakan Persatuan Indonesia harus
menjadi pesan yang hidup dalam tindakan bernegara dan berpolitik seluruh anak bangsa.

Dan ini semua harus diawali dari diri kita sendiri masing-masing, dengan bangunnya jiwa dan badan kita dari zona kenyamanan pribadi yang menolak solidaritas, dari rasa kantuk dan lelah karena merasa berjuang sendirian,dan juga dari kebiasaan untuk melakukan pembiaran-pembiaran.

INDONESIA ini hebat,negeri ini sangat beruntung.Karena ketika ada sebagian kecil warganya mulai berulah hendak memutuskan tali-tali silaturahmi,merusak kebersamaan,mengoyak persatuan,dalam keberagamannya dari rahim Ibu Pertiwi masih ada banyak tokoh panutan yang dengan kearifan berpikir dan kedalaman cintanya yang melampaui perbedaan berkenan untuk turun gunung dan hadir diantara kita semua sebagai oase yang menyegarkan.

Dan hari ini,PARASyndicate pun merasa sangat beruntung dan terhormat karena dalam acara yang sederhana ini berkenan hadir Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr.Nasaruddin Umar dan Uskup AgunJakarta Kardinal Ignatius Suharyo untuk memberikan pemikiran segar,gagasan bernas,dan pandangan-pandangan yang mencerahkan kita dalam kuliah kebangsaan.

“PAR Syndicate sungguh berterimakasih atas kesediaan beliau-beliau ini untuk hadir dalam acara kami yang sederhana ini.

Untuk membawa kita semua dalam refleksi mendalam,untuk kembali menempatkan AGAMA sebagai PENCERAH,dan untuk daya bangun rohani yang kuat membangkitkan badan dan jiwa. Bangunlah Jiwanya,Bangunlah Badannya – sebagai satu kesatuan pribadi manusia pada tingkatan ratio sufficiens,atau pada dasar yang cukup kuat,yang berkarakter Indonesia untuk bergerak membangun INDONESIA RAYA,” Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo menjelaskan dengan mata yang berbinar-binar penuh semangat.

Selain dua pemimpin umat tersebut, diharapkan pula kehadiran Wakil Presiden M.Jusuf Kalla untuk memberikan keynote speech,dan Budayawan Mohammad Sobary untuk menarasikan dongeng budaya bersama dua tokoh Imam Besar dan Romo Kardinal.

Sementara diantara para tamu,telah mengkonfirmasi kehadirannya sejumlah menteri,pimpinan dan anggota DPR dan
MPR,pimpinan dan tokoh partai politik, tokoh-tokoh senior media,tokoh-tokoh masyarakat,pebisnis, sejumlah perwakilan kedutaan,NGO dan pegiat masyarkat sipil hingga teman-teman jejaring
aktivis,media,blogger dan perwakilan mahasiswa serta masyarakat.

Dalam 4 tahun ini perjalanan lembaga,PARA Syndicate secaratulus mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang selama ini telah memberikan berbagai dukungan,menjalin kerjasama
dalam berbagai bidang terkait,dan menjadi rekanan serta jejaring yang telah mengantarkan lembaga sampai pada titik ini. Kedepan,masih banyak tantangan harus kita hadapi bersama.

Membangun Indonesia yang besar ini tidak cukup hanya bermodalkan kemenangan elektoral dalam pemilu, melainkan membutuhkan persatuan dan solidaritas semua elemen bangsa untuk bergerak dalam kerja bersama.
Jangan pernah berhenti mencintai Indonesia yang hebat ini!
vocnews-MNRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *