Skip to toolbar

Ricardo Simanjuntak & Melli Darsa Siap Pimpin PERADI For 2020-2025

IMG_20191114_212750

Ricardo Simanjuntak & Melli Darsa Siap Pimpin PERADI

Vocnewsindonesia.com

Jakarta, 14 November 2019 Pesta demokrasi bagi para advokat yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat lndonesia (PERADI) akan segera tiba . Sesuai anggaran Dasar PERADI. panggung demokrasi suksesi yang di kemas dalam kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) akan diselenggarakan pada Tahun 2020.

Setelah mendengarkan masukan dan pertimbangan dari para rekan advokat. Ricardo Simanjuntak memutuskan akan turut serta mengambil bagian sebagai salah satu kandidat Ketua Umum. Selain memang terpanggil untuk terus mengabdi pada profesi mulia ini, Ricardo yang masih menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PERADI, pun mengaku telah mendapat restu dari para senior advokat Iintas Organisasi pendiri PERADI.

Ricardo pun meminta kesediaan Melli Darsa, SH., LLM sebagan Calon Sekretaris Jenderal untuk mendampingi kepemimpinannya nanti.

Alumnus Fakutas Hukum Universitas Indonesia dan Universitas Harvard ini, pada tahun 2010 silam merupakan satu-satunya wanita yang Iolos hingga tahap akhir seleksi Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sebagai langkah kecil yang menandai ikhtiar kepemimpinannya, Ricardo Simanjuntak menghelat acara “DEKLARASI RICARDO SIMANJUNTAK SEBAGAI CALON KETUA UMUM PERADI PERIODE 2020-2025″ bertempat di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya No.31, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

Pemilihan lokasi deklarasi di Gedung Joang 45 tersebut bukanlah tanpa maksud. Gedung yang dahulu digunakan sebagaa tempat diklat, asrama dan ruang diskusi sejumlah pemuda untuk bertukar pikiran yang akhirnya memberikan jalan bagi terjadinya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ini diharapkan akan memberikan pijar semangat dan inspirasi tiada henti dalam proses
pencalonan dan kepemimpinannya.

Tantangan memimpinan organisasi profesi sebesar PERADI dengan jumlah anggota lebih dari 50-ribu teramat besar, Apalagi jaman terus berubah semakin cepat. Di tengah era globalisasi, revolusi industri 4.0 dan internet of things, advokat dan organisasinya di tuntut untuk terus berbenah. Namun dengan pengalamannya sebagai praktisi hukum Iebih dari dua dasawarsa, aktif menjadi pengajar hukum bisnis di berbagai universitas, Perusahaan swasta, BUMN hingga multi nasional. serta kerap masuk sebagai Tim Ahli dan Tim Kerja.

Bentukan pemerintah dalam pengembangan dan pembangunan hukum, Ricardo Percaya
bahwa seluruh pengalamannya tadi akan menolongnya memimpin PERADI jika nant Inya terpilih.

Visi -nya selaku Ketua Umum adalah “Mengembalikan PERADI menjadi single BAR dalam mewujudkan profesi advokat yang kuat dan berwibawa, serta siap dalam menghadapi era globalisasi dan era internet (internet of things)”.

Visi ini lahir dari keprihatinannya melihat perpecahan di tubuh organisasi advokat yang terjadi selama ini.

Pasca Munas tahun 2015 silam, PERADI terpecah menjadi tiga organisasi dengan kepemimpinan yang berbeda-beda. Perpecahan ini menggerus Wibawa dan martabat profesi advokat.

Padahal advokat merupakan pilar penting dalam negara hukum.

Jauh sebelum Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia terbentuk, advokat-lah Yang menjadi penjaga konstitusi (the guardian of constitution). Oleh Undang Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat, profesi terhormat (officium nobile) ini kemudian ditetapkan pula sebagai penegak hukum.

Misi kepemimpinannya dalam 5 (lima) tahun adalah:

1.Segera menyatukan kembali 3 (tiga) PERADI melalui Rekonsiliasi Nasional Advokat Indonesia;

2. Memastikan kesiapan Advokat PERADI dalam menghadapi Era Globalisasi dan Era
Internet of Things;

3.Memperkuat peran PERADI dalam merealisasikan Access to Justice melalu.
penguatan peran Pusat bantuan Hukum (PBH) PERADI;

4.Memperkuat kerja sama PERADI dengan Pemerintah dalam Pembangunan dan
Pengembangan Hukum di Indonesia

5. Memperkuat hubungan yang sinergis Antara DPN PERADI dan DPC-DPC di SeIuruh Indonesia;

6.Memperjuangkan pengakuan Pemerintah terhadap kedudukan dan peran Advokat sebagai Penegak Hukum dan menegaskan agar Organisasi Advokat tidak Didirikan berdasarkan Undang-undang Organisasi Kemasyarakatan;

7.Meningkatkan kualitas pelayanan PBH PERADI dalam membantu para pencari keadilan.

8.Menguatkan peran Dewan Pengawas dan Dewan Kehormatan PERADI dalam memastikan menegakan pelaksanaan Kode Etik Advokat Indonesia

9.Membangun hubungan dan komunikasi Nasional dan Internasional Advokat Indonesia melalui pengembangan aktivitas olahraga dan seni.

Dalam perjalan hidupnya, Ricardo tak pernah percaya dengan keberadaan Super-Man yang bekerja sendirian bagi kemaslahatan orang banyak.

Baginya yang ada adalah Super-Team,untuk itulah, dalam kepimpinannya nanti.

Ricardo akan mengajak seluruh komponen PERADI bersama -sama menghadapi dan menyelesaikan tantangan peradaban tadi.

Dan jika rekan -rekan percaya akan perjuangan demikian,marilah bergabung bersama Ricardo Simanjuntak dalam proses alih Kepemimpinan PERADI yang akan datang

vocnews-MNRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *