Membangun Pola Pikir Generasi Milenial Dengan Pembasisan Nilai Ideologi Pancasila.

MEMBANGUN POLA PIKIR CENERASI MILENIAL DENGAN PEMBASISAN NILAI IDEOLOGI PANCASILA
Oleh “Cokro Wibowo Sumarsono.

A. MAKNA POKOK DAN KEDUDUKAN PANCASILA

Tujuan makna pokok Pancasila sebagai berikut :

l. Pancasila adalah suatu doktrin revolusi yang anti kolonialisme dan anti imperialisme.

2. Pancasila adalah suatu perumusan kepribadian Indonesia yang berintisarikan peradaban rakyat Indonesia selama beribu-ribu tahun lamanya.

3. Pancasila adalah dasar dan falsafah ideologi negara Republik Indonesia.

4. Pancasila adalah ideologi pemersatu seluruh rakyat lndonesia baik di bidang ideologi, politik, maupun di bidang sosial dan ekonomi.

5. Pancasila adalah way of law life suatu pedoman hidup untuk memberikan isi, arah dan tujuan hidup kita baik secara pribadi maupun sebagai sebuah bangsa.

6. Pancasila adalah suatu sublimasi (peningkatan jiwa) dari pada Declaration of Independence Amerika dan Manifesto Komunis, yang bersifat universal serta telah ditawarkan sebagai piagam PBB unluk kesejahteraan umat manusia.

.
7. Pancasila adalah suatu aliran sosialisme yang dalam analisa dan metodenya tergolong sosialisme ilmiah sedangkan di dalam kenyataan geopolitik dan agrarisnya tergolong dalam sosialisme religius.

Sedangkan kedudukan Pancasila adalah sebagai berikut :

1. Sebagai dasar negara (philosojische grondslag).
2. Sebagai staatsfundamental norm (pokok kaidah fundamental negara).
3.Sebagai konsensus dasar para founding father.
4.Sebagai cita-cita moral bangsa.
5.Sebagal Rocthidee (cita hukum).

. PIDATO LAHIRNYA PANCASILA

Dalam pidato Lainnya Pancasila pada tanggal 1 Juni- 10-1945 Bung Karno menjelaskan lima prinsip dasar negara sebagai berikut.

1.Kebangsaan Indonesian
2. Internasionalisme atau perikemanusiaan
3.Mufakat atau Demokrasi.
4.Kasejahteraan sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kelima sila tersebut di atas jika sila (Trisila ) terdiri atas sosio nasionalisme, susii demokrasi dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Sosio nasionalisme adalah perasan dari nasionalisme atau kebangsaan serta peri kemanusiaan. Sedangkan sosio demokrasi merupakan perasaan dari demokrasi dan keadllan sosial.

Kedua prinsip dasar tersebut hendaknya senantiasa diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa Jika diperas lagi maka munculah rumusan gotong-royong (Ekasila).

Gotong royong adalah faham yang dinamis, lebih dinamis dari faham kekeluargaan. Gotong royong menggambarkan suatu, usaha. amal, satu pekerjaan, satu gawe bersama.

Gotong royong adalah membanting tulang bersama, pemerasan keringat bersama, keringat semua buat kebahagiaan semua, holopis Kuntul baris untuk kepentingan bersama.

C. TAHAP PEMBASISAN IDEOLOGIS

Tidak ada gerakan revolusioner tanpa didasari oleh teori perjuangan yang revolusioner. Pancasila adalah suatu faham perjuangan yang revolusioner, berdiri di atas sendi-sendinya massa aksi serta berdasarkan analisa tentang sifat dan watak REVOLUSI Indonesia.

Soko guru revolusi adalah buruh dan tani tanpa melupakan golongan-golongan progresif lainnya. Seorang Pancasilais harus memiliki kemampuan historis bewust dan sosial bewust.

Historis bewust adalah kesadaran akan sejarah, diperlukan untuk mengetahui bahwa sosialisme itu jauh lebih baik daripada feodalisme dan kapitalisme.

Serta diperlukan percepatan dalam mewujudkan sosialisme Indonesia tersebut. Sedangkan sosial bewust adalah kesadaran akan keadaan sosial, kesadaran akan adanya perbcydaan yang kaya dan yang miskin, yang tertindas dan yang menindas.

Pancasila adalah guide to action, guide for action dan guide of action. Guide menggembleng kader pelopor Pancasilais perlu adanya pematangan cara berfikir kader pug dialektis dengan cara sebagai berikut :

l. Politik devide et impera (pecah belah) dihadapi dengan politik pematuan

2. Politik kemunduran dilawan dengan polilik anti kemunduran

3 Politik merendahkan martabat bangsa dilawan dengan nation characther building

4 Politik penjajahan dilawan dengan polilik kemerdekaan.

5 Politik ketergantungan dengan asing di lawan dengan gerakan self -help dan berdikari.

Mentalitas perjuangan harus bersifat kenetis,harus memiliki jiwa laksana molekul yang terus bergerak. Kalau seseorang hendak dinamais maka di dalam jiwanya harus keras.

Terlebih dahulu, setiap orng hanya bisa bergerak dinamis jikalau molekul di dalam tubuhnya mempunyai kehendak. Mempunyai khodoh, mempunyai Will untuk bergerak, massa itu bukan rakyat jelata yang banyak saja, namun tiap -tiap gumpalan itu merupakan satu massa.

Satu massa baru bisa bergerak sendiri (bukan di dorong ) jikalau memiliki jiwa yang ketua. Hanya bangsa Ketua bisa menjadi dinamis.

Pola Membangun pikir Generasi Milenial.
Beberapa hal yang bisa Adi lakukan guna membangun pola pikir Generasi Milenial agar mudah dalam menyerap nilai -nilai Ideologi Pancasila sebagai berikut;

1. Memberikan kesadaran kolektif untuk selalu bergerak bersama, belajar bersama dan bermain bersama. Hal ini diperlukan untuk melawan virus individualisme.

2. Memberikan kesadaran atas Kejayaan peradaban Nusantara di masa lampau.agar tumbuh rasa kebanggaan nasional sebagai bangsa Indonesia.

3. Memberikan pemahaman atas bahayanya paham liberalisme yang penuh kebebasan tanpa mengindahkan aturan.

4. Memberikan ruang yang sebesar besarnya bagi ekspresi seni dan hobi positif kalangan milenial.

5. Memberikan pemahaman atas bahaya paham transnasional beserta dampak ikutannya.

6. Memperluas ruang kreasi inovasi pelajar mahasiswa dan pemuda dengan menciptakan banyak even bernuansa perjuangan dan patriotisme.

7. Memperkenalkan Kearifan lokal kepada generasi muda melalui mata pelajaran muatan lokal di sekolah.

8. Memperbanyak ajang berpertasiguna mencari Pemuda berpertasi di bidang masing -masing.

vocnews-MNRN

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*