KERJA SAMA USAHA KEMITRAAN ANTARA INDUK KUD DENGAN LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR (LPDB)

IMG-20200225-WA0097

Jakarta, Rapat kerja Jaringan INKUD Seluruh Indonesia tahun 2020 Di gelar bersama para Pengurus PUSKUD seluruh Indonesia. Rapat digelar di Graha Inkud jalan Buncit Raya,Jakarta Selatan, Selasa 25/2/2020.


Pembukaan Rapat Inkud di hadiri oleh Asdep Tatalaksana Koperasi dari Deputi Kelembagaan Kemenkoperasi dan UKM Dr.M. Harapiah,SE.MM.Direktur Bisnis LPDB Krisdiyanto.Pengurus,pengawas,direktur utama induk KUD.Pengurus PUSKUD,PUSKOPPAS,KUD,KOPPAS dan KSU,serta Investor yang diundang khusus dari dalam maupun luar Negeri.

Dalam sambutannya M.Arifin mengatakan” selama 16 tahun baru pertama kalinya kita melakukan Rapat kerja yang di hadiri seluruh Indonesia dan datang dengan biaya sendiri.

Rapat kerja di isi dengan penjelasan tentang tata cara pengajuan pinjaman ke lembaga LPDB. Persyaratan tersebut disampaikan oleh Saifudin Zuhri Kepala Bagian Bisnis LPDB dan Direktur Bisnis LPDB Krisdiyanto.

Krisdiyanto dalam pemaparannya menyampaiakan tentang Persyaratan Tehnis Pengajuan Kredit KoperasI/KUD kepada LPDB, termasuk Penjelasan Skema Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPBD) sebagai lembaga yang menyalurkan bantuan pinjaman.

Sarana Produksi Pertanian Biaya Pengolahan Lahan mahal

Penggunaan Pupuk NON ORGANIK Yang Tak Terkendali Bibit yang tidak terkontrol

Harga pupuk dan Pestisida Mahal Produktifitas Renda (6 -7 TON) Pendapatan Petani Rendah Hasil Produksi Tidak sehat ‘Timbul berbagai penyakit Unsur Hara/Kualitas Tanah. Hama yang merugikan.

RUMUSAN MASALAH
Bagaimana Produksi Ditingkatkan ° Bagaimana pendapatan petani naik. Bagaimana Harga yang kompetitif. Bagaimana Produksi Sehat .Modal Usaha.

SOLUSI
Penggunaan pupuk Organik Bio Konversi Bagi Petani.Kerja Pembiayaan Dengan LPDB Menggunakan Sistem Jaringan Terintegrasi Induk KUD secara Online.

Petani menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), kemudian disampaikan kepada KUD dan menyiapkan sertifikat lahan sebagai jaminan untuk pembiayaan dari LPDB.

KUD merekap seluruh kebutuhan Kelompok di daerahnya dan menyusun Proposal Pembiayaan yang kemudian disampaikan KUD ke Pusat KUD untuk diteruskan kepada Induk KUD. Induk KUD dengan Surat Kuasa KUD secara kolektif mengajukan kebutuhan pembiayaan kepada LPDB dengan melampir kan sertifikat lahan sebagai jaminan.

Jika pembiayaan disetujui, kebutuhan untuk pembelian pupuk, benih/bibit dan alat pertanian ditransfer oleh LPDB kepada Induk KUD sebagai penyedia pupuk, benih/bibit dan alat pertanian berdasarkan Surat Kuasa KUD.

LPDB menstranfer sisanya kepada petani melalui KUD sebesar 15-20% dari plafon pinjaman untuk biaya operasional petani seperti biaya tenaga kerja dan pemeliharaan tanaman.

Induk KUD melakukan pemesanan dan pembayaran pupuk, benih/bibit dan alat pertanian yang dibutuhkan. Pupuk, benih/bibit dan alat pertanian yang dibutuhkan diserahkan kepada KUD untuk didistibusikan kepada petani.

KUD menyerahkan pupuk, benih/bibit dan alat pertanian yang dibutuhkan dan biaya operasional kepada petani.

Ketika panen, KUD bersama Pusat KUD/lnduk KUD membeli Gabah Kering Panen (GKP) dari petani yang kemudian diperhitungkan dengan pengembalian pembiayaan, yang akan ditransfer ke rekening KUD.

KUD akan mentransfer ke rekening Induk KUD dana sejumlah untuk kebutuhan pengadaan pupuk, benih dan alat pertanian untuk musim tanam berikutnya. KUD memproses GKP menjadi Gabah Kering Giling (GKG) kemudian menyerahkan kepada Pusat KUD/lnduk KUD, KUD menerima biaya proses (selisih harga GKG dengan GKP)
Induk KUD/Pusat KUD menjual GKG kepada Pabrik Beras sebagai Off Taker.

Hasil penJualan GKG disetor kepada LPDB sebagai pengembalian pembiayaan beserta bunga. Persyaratan Tehnis Pengajuan Kredit KoperasI/KUD kepada LPDB

pemaparan Materi:

KUMKM” oleh LPDB-KUMKM.“Sistim Digitalisasi Jaringan Induk KUD” oleh PT. Ezeelink Indonesia.’Biokonversi sebagai Solusi Petani” oleh PT. Biokonversi Indonesia; Bapak Johny Tarigan dan Darwin R.“Bisnis Plan Kerjasama Kemitraan di Bidang Pangan” oleh Direktur Utama Induk KUD; Bapak Portasius Nggedi.Testimoni penggunaan Pupuk Biokonversi oleh Pengurus Pusat KUD Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pusat KUD Aceh.

Di lanjutkan Fokus Group Discussion (FGD)
Group, 1; Pusat KUD Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu. . Group II; Pusat KUD Aceh, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Banten, D.I.Y.

Group HI ; Pusat KUD NTB, NTT , Halmahera, Sulawesi Tenggara, Sulawes: Tengah, Jawa Tengah.

9 Group N ; Pusat KUD Jamia Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan’Barat, Bali.

Group V; Pusat Koppas DKI Jakarta , Pusat KSU DKI Jakarta, Pusat KUD Sumatera Selatan, Ambon, Papua.

Group VI ; Pusat KUD Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Lampung, Gorontalo, Sulawesi Barat.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jakarta, Work Meeting of the All-Indonesia INKUD Network in 2020 In the joint title of PUSKUD Management throughout Indonesia. The meeting was held at Graha Inkud, Jalan Buncit Raya, South Jakarta, Tuesday 25/2/2020.

The opening of the Inkud Meeting was attended by the Deputy Assistant of Cooperative Management from the Institutional Deputy of the Ministry of Cooperatives and SMEs Dr. M. Harapiah, SE.MM. LPDB Business Director Krisdiyanto. Management, supervisors, managing director of the main KUD. Management of PUSKUD, PUSKOPPAS, KUD, KOPPAS and KSU, as well as Investors who are invited specifically from inside and outside the country.

In his remarks M. Arifin said “for the first 16 years it was the first time that we held work meetings attended by all of Indonesia and came at our own expense.

The meeting was filled with an explanation of the procedures for applying for loans to the LPDB agency. These requirements were conveyed by Saifudin Zuhri, Head of the LPDB Business Section and LPDB Business Director Krisdiyanto.

Krisdiyanto in his presentation conveyed the Technical Requirements for Applying Cooperative Credit / KUD to LPDB, including Explanation of the Scheme of the Revolving Fund Management Institution (LPBD) as an institution that channeled loan assistance.

Agricultural Production Facilities Land Processing Costs are expensive

Uncontrolled Use of NON ORGANIC Fertilizers Uncontrolled seedlings

Fertilizer and Pesticide Prices Expensive Lace Productivity (6-7 TONs) Low Farmers ‘Income Unhealthy Production Results’ Arise various nutrient diseases / Soil Quality. Harmful pest.

PROBLEM FORMULATION
How Production is Increased ° How farmers’ income rises. How competitive prices. How Healthy Production. Business Capital.

SOLUTIONS
Use of Bio Bio Conversion Fertilizers for Farmers. Financing Work with LPDB Using the KUD Main Network Integrated System Online.

The farmer prepares a Definitive Group Needs Plan (RDKK), then submits it to the KUD and prepares a land certificate as collateral for financing from LPDB.

KUD recapitulates all the needs of the Group in its area and prepares Funding Proposals which are then submitted by the KUD to the KUD Center to be forwarded to the KUD Mains. The KUD Parent with the KUD Power of Attorney collectively submitted financing needs to LPDB by attaching the land certificate as collateral.

If financing is approved, the need to purchase fertilizer, seeds / seeds and agricultural equipment is transferred by LPDB to the KUD Parent as a provider of fertilizer, seeds / seeds and agricultural equipment based on the KUD Power of Attorney.

LPDB transfers the remainder to farmers through KUD as much as 15-20% of the loan ceiling for farmers’ operational costs such as labor costs and plant maintenance.

The KUD parent carries out orders and payments for fertilizers, seeds / seeds and agricultural tools needed. Fertilizers, seeds / seeds and agricultural tools needed are submitted to KUD to be distributed to farmers.

KUD hands over fertilizer, seeds / seeds and farming tools needed and operational costs to farmers.

When harvesting, the KUD together with the KUD Center / lnduk KUD buy Harvested Dry Grain (GKP) from farmers which is then calculated by returning the financing, which will be transferred to the KUD account.

KUD will transfer to the KUD Main account an amount of funds for the needs of fertilizer, seed and agricultural equipment for the next growing season. KUD processes the GKP into a Dry Grain Grain (GKG) then submits it to the KUD Center / KUD unit, KUD receives the processing fee (the difference between the price of GKG and GKP)
Parent KUD / KUD Center sells MPD to Rice Mills as Off-Takers.

The results of the sale of MPD were paid to LPDB as a refund of financing along with interest. Technical Requirements for Applying Cooperative Credit / KUD to LPDB

Material exposure:
 
KUMKM “by LPDB-KUMKM.” KUD Main Network Digitization System “by PT. Ezeelink Indonesia. ‘Bioconversion as a Farmer Solution “by PT. Bioconversion of Indonesia; Mr. Johny Tarigan and Darwin R.” Business Plan for Partnership Collaboration in the Field of Food “by the Main Director of KUD Parent; Mr. Portasius Nggedi. Testimonies on the use of Bioconversion Fertilizers by the West Nusa Tenggara KUD Central Management Board (NTB) and the Aceh KUD Center. Continued Focus Group Discussion (FGD)

Group, 1;

Central KUD North Sumatra, West Sumatra, Riau, Jambi, Bengkulu. . Group II; Pusat KUD Aceh, South Kalimantan, East Java, Banten, D.I.Y.

HI Group; Central KUD NTB, NTT, Halmahera, Southeast Sulawesi, Sulawes: Central, Central Java.

9 Group N; Central KUD Jamia Barat, South Sulawesi, North Sulawesi, Kalimantan’Barat, Bali.

Group V; DKI Jakarta Koppas Center, DKI Jakarta KSU Center, South Sumatra KUD Center, Ambon, Papua.

Group VI; Central Kalimantan KUD Center, Central Kalimantan, Lampung, Gorontalo, West Sulawesi

vocnews-MNRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar