Sidang Gugatan Bupati Terlantik 3 priode, Kemendagri Mangkir Dua Kali di Sidang Gugatan PTUN.

Sidang Gugatan Bupati Terlantik 3 priode, Kemendagri Mangkir Dua Kali di Sidang Gugatan PTUN.

Jakarta – Kementerian Dalam Negeri mangkir sebanyak dua kali pada sidang gugatan PTUN yang dilayangkan oleh Welly Titah dan Heber Pasiak selaku penggugat.

Pada sidang kedua yang dilaksanakan pada hari, Senin, (02/03/2020) di pimpin Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Hari Sugiharto, Para tergugat yakni Menteri Dalam Negeri juga tidak tampak dalam persidangan. Sementara para penggugat masing- masing Welly Titah dan Heber Pasiak bersama kuasa hukumnya JJ Budiman, SH nampak hadir dan duduk bersamaan di kursi penggugat.

Majelis hakim memberi kesempatan kepada penggugat untuk menyampaikan pertanyaan. Dalam keterangannya, Heber menyatakan kekecewaannya atas
Keputusan Menteri dalam Negeri Tito Karnavian yang telah melantik pasangan Bupati Kepulauan Talaud, Dr.Elly Lasut bersama wakil bupati Mochtar Paralaga pada hari Rabu, (26/2/2020).

Pasalnya, pelantikan tersebut mengabaikan putusan Kasasi MA nomor : 548K/TUN/2019 dengan amar putusan pada pokoknya adalah membatalkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 131.71-3241 tahun 2017 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik I ndonesia nomor 131.71-3200 tahun 2014 Tentang Pemberhentian Bupati Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara tanggal 2 Juni 2017. Ujar Heber.

Johannes Juman Budiman mengatakan “Tindakan yang dilakukan oleh Kemendagri dengan melantik Bupati Kepulauan Talaud sangat mencederai hukum di Indonesia”. Pasalnya, Putusan Mahkamah Agung yang sudah ditetapkan dengan membatalkan Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 131.71-3200 tahun 2014 tentang pemberhentian Bupati Talaud Provinsi Sulawesi Utara tanggal 2 Juni 2017 melalui Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI Nomor :584K/TUN/2019. Sudah final dan mengikat. Ujar Budiman.

Dengan di lantiknya Pasangan Elly Lasut – Mochtar Paralaga berarti Mendagri telah melegalkan bupati menjabat selama 3 periode. Ini sudah menjadi preseden buruk di Republik Indonesia.

Berhubung tergugat tidak hadir, Hari Suhartono berjanji kepada penggugat untuk segera membuat keputusan. ” Kami akan membuat keputusan secepatnya dan akan kami sampaikan kepada saudara, ujarnya.

Heber dan JJ Budiman minta kepada Hakim ketua agar memberikan keputusan secepatnya. ” Kami sudah lebih sebulan di Jakarta, jadi tolong pak Majelis Hakim segera memberikan putusan agar kami ada kepastian hukum, ujar Budiman.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Period 3 Inaugurated Regent’s Lawsuit, Ministry of Home Affairs Absent Twice at PTUN Lawsuit Session.

Jakarta, – The Ministry of Home Affairs has been absent twice in the PTUN lawsuit hearing filed by Welly Titah and Heber Pasiak as the plaintiff.

In the second trial held on Monday (02/03/2020) chaired by the Chairman of the State Administrative Court, Sugiharto Day, the defendants namely the Minister of the Interior were also not present at the hearing. While the plaintiffs, Welly Titah and Heber Pasiak, together with their attorneys, JJ Budiman, SH, appeared to be present and sat together in the plaintiff’s chair.

The panel of judges gave the plaintiff a chance to raise questions. In his statement, Heber expressed his disappointment over
Decree of the Minister of Home Affairs Tito Karnavian who has installed the pair of Talaud Islands Regent, Dr.Elly Lasut together with deputy regent Mochtar Paralaga on Wednesday (2/26/2020).

The reason is, the inauguration ignored the Supreme Court’s Cassation Decision number: 548K / TUN / 2019 with the verdict in principle being to cancel the Decree of the Minister of Home Affairs of the Republic of Indonesia Number 131.71-3241 of 2017 concerning Amendment to the Decree of the Minister of Home Affairs of the Republic of Indonesia number 131.71-3200 in 2014 About the Dismissal of the Regent of Talaud Islands in North Sulawesi Province on June 2, 2017. Said Heber.

Johannes Juman Budiman said “The actions taken by the Ministry of Home Affairs by inaugurating the Regent of the Talaud Islands seriously hurt the law in Indonesia”. The reason is the Supreme Court Decision which has been determined by canceling the Decree of the Minister of Home Affairs number 131.71-3200 in 2014 concerning the dismissal of the North Sulawesi Province Talaud Regent on June 2, 2017 through the Supreme Court’s Cassation Decision Number: 584K / TUN / 2019. It’s final and binding. Said Budiman.

The inauguration of the Elly Lasut – Mochtar Paralaga couple means that the Minister of Home Affairs has legalized the regent in office for 3 periods. This has become a bad precedent in the Republic of Indonesia.

Since the defendant was absent, Hari Suhartono promised the plaintiff to immediately make a decision. “We will make a decision as soon as possible and we will convey it to you,” he said.

Heber and JJ Budiman asked the presiding judge to give a decision as soon as possible. “We have been more than a month in Jakarta, so please, the panel of judges immediately give a decision so that we have legal certainty,” said Budiman

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
第三阶段在PTUN诉讼会议上两次缺席了内政部摄政官的诉讼。

雅加达-内政部在Welly Titah和Heber Pasiak作为原告提起的PTUN诉讼中两次缺席。
“”宽度=“
在星期一(02/03/2020)由国家行政法院院长Sugiharto Day主持的第二次审判中,被告,即内政部长也没有出席听证会。原告Welly Titah和Heber Pasiak以及他们的律师JJ Budiman,SH似乎在场并坐在原告的椅子上。

法官小组使原告有机会提出问题。希伯在声明中对失望表示失望
内政部长铁托·卡纳维安(Tito Karnavian)的法令已于周三(2/26/2020)安装了一对塔劳群岛摄政王Elly Lasut博士和副摄政官Mochtar Paralaga。
“”宽度=“
原因是,就职典礼无视最高法院的原判决定:548K / TUN / 2019,原则上裁定是取消2017年印度尼西亚民政部长的法令第131.71-3241号,该法令涉及2014年印度尼西亚民政部长大法令的修正案(第131.71-3200号)关于2017年6月2日解散北苏拉威西省塔劳群岛摄政王。希伯说。

约翰内斯·朱曼·布迪曼(Johannes Juman Budiman)说:“内政部通过为塔拉德群岛摄政团就职而采取的行动严重损害了印度尼西亚的法律。”原因是最高法院的判决,该判决是通过2014年内政部长第131.71-3200号法令而取消的,该法令于2017年6月2日通过最高法院的原判判决编号:584K / TUN / 2019撤销了北苏拉威西省塔拉德摄政王。这是最终的,具有约束力。布迪曼说。

Elly Lasut-Mochtar Paralaga夫妇就职典礼意味着内政部长已将摄政王合法化了三个时期。这已成为印度尼西亚共和国的一个坏先例。

由于被告缺席,Hari Suhartono承诺原告立即做出决定。他说:“我们将尽快做出决定,并将其传达给您。”

希伯(Heber)和JJ布迪曼(JJ Budiman)请审判长尽快做出决定。布迪曼说:“我们到雅加达已经有一个多月了,所以请法官小组立即做出决定,以便我们有法律上的确定性。”

“”宽度=“
原因是,就职典礼无视最高法院的原判决定:548K / TUN / 2019,原则上的判决是取消印度尼西亚共和国内政部长的法令,该法令是2017年关于修改《印尼法》第131.71-3241号的法令印度尼西亚共和国内政部长令,2014年第131.71-3200号关于2017年6月2日解散北苏拉威西省塔劳群岛摄政王。希伯说。

约翰内斯·朱曼·布迪曼(Johannes Juman Budiman)说:“内政部通过为塔拉德群岛摄政团就职而采取的行动严重损害了印度尼西亚的法律”。原因是最高法院的裁决,该裁决是通过以下方式决定的:内政部长于2014年颁布了第131.71-3200号法令,该法令于2017年6月2日通过最高法院的原判决定编号解散了北苏拉威西省塔拉德摄政王: 584K / TUN / 2019。布迪曼说。

Elly Lasut-Mochtar Paralaga夫妇就职典礼意味着内政部长已将摄政王合法化了三个时期。这已成为印度尼西亚共和国的一个坏先例。

由于被告缺席,Hari Suhartono承诺原告立即做出决定。他说:“我们将尽快做出决定,并将其传达给您。”

希伯(Heber)和JJ布迪曼(JJ Budiman)请审判长尽快做出决定。布迪曼说:“我们到雅加达已经有一个多月了,所以请法官小组立即做出决定,以使我们具有合法性。”
vocnews-MNRN

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*