Robinson Togap Siagian : Jadikan MPI Garda Terdepan Pemersatu Bangsa

Jakarta, vocnewsindonesia.com- Robinson Togap Siagian Putra Batak Aceh NAD – Caleg DPRRI PPRN Tahun 2009 Dapil Depok- Bekasi Pengikut Soekarno – Anggota PDIP menyambut dan mendukung penyelenggaraan Acara Perayaan Hari Pers Reformasi ( HPR) Tahun 2020 .

Hal itu dinyatakan oleh Robinson Togap Siagian salah satu pelaku sejarah pers reformasi, juga pendiri Majelis Pers Indonesia (MPI) Sabtu (16/5) di Gedung Dewan Pers Jakarta kepada Lemens Kodongan Sekretaris Jenderal MPI menanggapi Logo Baru MPI serta Perayaan Pers Reformasi yang akan dilaksanakan pada Agustus 2020.

Majelis Pers Indonesia ( MPI) adalah Badan Hukum Majelis Pers Indonesia( MPI) yang berkedudukan di Gedung Dewan Pers. Sebuah wadah 17 Ormas, LSM Pers pelaku sejarah mendampingi mahasiswa menumbangkan diktator militer Jenderal Besar TNI Soeharto, sekaligus menumpas tirani pers otoriter Orde Baru.

Jasa pelaku sejarah pers reformasi luar biasa menyelamatkan negara Republik Indonesia dari pada kehancuran, kerusakan di segala bidang, terutama pers yang dikuasai oleh segelintir konglomerasi, pers oligarki liberal.

Setelah berhasil menumbangkan Soeharto Presiden RI yang berkuasa selama 32 Tahun , pelaku pelaku sejarah pers reformasi menggerak kan massa untuk menutup Departemen Penerangan RI Harmoko dan Dewan Pers Jacob Utama sebagai simbol Pers Tirani Orba.

Dilanjutkan dengan gerakan merumuskan bersama parlemen peraturan perundangan pers merdeka, berdaulat, pers Pancasila yang terkenal UU No 40 tahun 1999 tentang Pers, tiada sensor, bredel bagi pers nasional.

Setelah berhasil menutup Departemen Penerangan RI, Dewan Pers Lama, Merumuskan UU No 40 tentang Pers, selanjutnya membuat beberapa regulasi Dewan Pers; Penguatan Dewan Pers yang Independen, Merumuskan Standar Organisasi Wartawan serta Kode Etik Wartawan Indonesia( KEWI) – Kode Etik Jurnalistik( KEJ).

Salah satu perjuangan pelaku sejarah pers Indonesia yang sangat bersejarah adalah memperjuangkan ideologi pers Pancasila, dengan memasukkan kata PANCASILA pada Pembukaan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Dalam perjalanan pers reformasi, lembaga koasi Dewan Pers yang dibentuk pertama kali Era Reformasi tidak berjalan mulus sesuai cita cita pelaku sejarah pers reformasi. Para pejuang pers reformasi kecewa melihat perilaku Dewan Pers yang dibentuknya tidak sesuai cita cita mengangkat martabat, aspirasi pers reformasi.

Bahkan sebaliknya kekuatan elemen pers Orde Baru kembali berkuasa mengembalikan paham pers liberal yang melindungi kepentingan pers konglomerasi.

Dewan Pers yang Independen telah menyimpang menjadi lembaga koasi negara yang hanya melindungi pers liberal, kapitalis yang kembali berjiwa orde baru.

Dewan Pers kembali memasung pers reformasi dengan segala kebijakan nya, terutama pengekangan terhadap pelaku HAM pers digital, media massa on line, medsos, aplikasi filtur baru tehnologi internet. Sehingga menimbulkan berbagai perlawanan masif, aksi massa, dan gugatan perkara berulangkali di peradilan negara.

Pelaku pelaku sejarah pers reformasi gelisah, gunda gulana merasakan, melihat perjalanan Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia( KPI) tidak berjalan sesuai cita cita pers reformasi, pers berdaulat berjiwa Pers Pancasila.

Pelaku pelaku sejarah pers reformasi anggota senior Persatuan Wartawan Senior; KPH Gunarso Koesoemodiningrat pendiri Surat Kabar Jayakarta, Maspendi Ketua Pewarta SPSI, Sakata Barus Harian Sinar Pagi , Robinson Togap Siagian Harian Sinar Indonesia Baru( SIB) , Soeprapto, Hans Kawengian, DLL mendirikan Majelis Pers Indonesia( MPI) dengan tugas dan fungsi memperjuangkan jiwa pers reformasi sebagai garda penyeimbang Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Pers Indonesia.

Robinson Togap Siagian Ketua Umum Organisasi Bantuan Hukum ( OBH) Yay LBH Pers Indonesia- Peminpin Redaksi Kantor Berita Koran Indonesia Raya disingkat Kantor Berita Korando( emailnewsbulletin, epaper, blog_etv Kampus Digital Pancasila)

Dia meminta kepada Lemens Kodongan selaku Sekjen MPI, jadikanlah MPI sebagai Garda Pers Berdaulat, Pers Pancasila, Pers Pembela Rakyat.

Pers digital bisa berfungsi perekat pemersatu bangsa, Negara membutuhkan MPI sebagai gerakan pemersatu bangsa lewat karya pers digital berjiwa reformasi.

Dalam masa wabah virus varona ( Covid 19) Negara RI mengalami guncangan maha dasyat. Selain menghadapi dampak Covid 19 dalam segala lini kehidupan, juga menanggulangi gerakan oposisi yang mempolitisasi penyakit wabah menular global.

Kita sudah diambang kehancuran , karena tiada persatuan di kalangan anak bangsa , bahkan sebaliknya suasana puasa dan musibah begitu banyak rumor gerakan yang niat merebut kekuasaan, keributan panggung politik, tutur Robinson Togap Siagian.

Menurutnya, ada dua kekuatan yang
mengancam Negara RI, pertama,ada segelintir kekuatan konglomerasi liberal yang menguasai perekonomi an bangsa dan kekuatan transagama Islam dan kristen liberal barat yang anti Ideologi Pancasila.

Joko Widodo Presiden RI tidak tegas menegakkan ideologi negara model pembangunan sebagai pengamalan Pancasila.Walaupun HTI dilarang, dibekukannya FPI , dibasminya gerakan teroris, memerangi militer Mujahidin Poso , namun gerakan politik berideologi ISIS khilafah tiada padam, karena akar rumput gentayangan senantiasa.

Berita terakhir bagundal FPI mengeruduk Lapo Tuak( Warung Khas Batak) di Pulau Berayan Deli Serdang dan sarang Judi di Kota Binjei dalam suasana puasa Ramadhan.

Robinson Togap Siagian Presiden Organisasi Nasrani Siber- Perkumpulan Jurnalis Nasrani Indonesia ( PJNI) – Yay Suara Nasrani Indonesia- Suara Nasrani Indonesia TV Streaming meminta pelaku pelaku sejarah pers yang masih hidup untuk bergerak memperjuangkan pers reformasi yang berjiwa Pancasila.

“Mari Jadikanlah MPI GARDA TERDEPAN PEMERSATU BANGSA MELALUI KARYA PERS DIGITAL.” Pesannya kepada Lemens Kodongan, Ketua Koperasi Wartawan Reformasi Indonesia( KOWARI) Sekjen MPI.

( Berita ini disiarkan oleh Kantor Berita Koran Indonesia Raya – Kantor Berita Korando melalui surel : kantorberitakorando@ gmail.com kepada jaringan media massaonline, medsos , klik; facebook_ robinson togap siagian, blog, portal mitra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *