Dr. Bondan Kanumoyoso : Generasi Milenial Itu Memaknai Pancasila dengan Cara Berbeda

IMG_20200607_202048

Jakarta, vocnewsindonesia.com-Generasi milenial itu memaknai Pancasila dengan caranya sendiri. Saya tidak setuju kalau dikatakan bahwa generasi milenial tidak paham dengan Pancasila, ujar Dr. Bondan Kanumoyoso salah satu instruktur pada Pelatihan Nation & Personal Character Building (NPCB) Angkatan I, yang di ikuti oleh 11 Universitas dan perguruan tinggi di Jakarta yang dilaksanakan melalui aplikasi zoom (6/6/2020).

Dalam pengantarnya, Bondan menjelaskan sejarah Indonesia saat berada di tengah-tengah situasi ekonomi kolonialisme sebagai dampak dari dominasi bangsa barat. Namun akhirnya pendidikan itu menyadarkan anak muda Indonesia, bahwa mereka itu hidup dalam suatu komunitas yang sama, memiliki nasib yang sama yakni berada di bawah penindasan kolonialisme saat itu, ujar dosen FIB UI yang juga merupakan salah satu sejarawan di Indonesia.

Meskipun saat itu kita memiliki latar belakang suku, agama dan kebudayaan yang berbeda, namun kita memiliki pemahaman sejarah yang sama. Karena secara bersama-sama kira merasakan dampak dari pada kolonialisme. Atas dasar pemahaman yang sama itulah, maka komunitas kita pada hari ini kemudian berkumpul dalam rangka pelatihan NPCB sebagai satu bangsa.

Proses ini tidak terjadi dengan sendirinya, ini merupakan suatu proses yang panjang. Sebetulnya sejak setahun yang lalu benih benih ini telah terlihat akar-akarnya, mulai jelas terlihat sejak dideklarasikannya Gerakan Pembumian Pancasila pada 1 Juni 2019 di Tugu Proklamasi.

Untuk bicara Pancasila pada generasi muda, saya ingin bicara siapa yang dimaksud dengan generasi milenial. Kenapa ini penting sekali, memasuki abad 21 generasi baru masyarakat Indonesia dan ini disebut sebagai generasi milenial. Kenapa disebut generasi milenial, bahwa generasi ini adalah mereka yang lahir tahun 1981 sampai dengan 2001. Karena itu kita penting sekali munculnya sebutan milenial ini adalah karena mereka yang saat ini ada yang terlahir sekitar di peralihan milenial menuju abad 21 dan seterusnya.

Generasi milenial ini memiliki karakter dan pemikiran terbuka, penuh cinta kasih dan dapat mengerjakan berbagai hal. Jadi karena itulah pelatihan NPCB ini dirancang untuk Generasi Milenial dengan menyesuaikan karakter generasi milenial.

Generasi milenial adalah saksi dari suatu perubahan yang terjadi di Indonesia di abad 20 dan 21. Kemudian diantaranya, ada teman-teman yang pernah merasakan pemerintahan orde baru, di mana narasi sejarah itu didominasi oleh persepsi ini. Dimana selama 32 tahun orde baru berkuasa ada generasi ini yang lahir setelah tahun 2000 itu turut menyaksikan bagaimana reformasi boleh digulirkan di Indonesia.

Sedangkan kelompok yang paling muda yaitu adalah dari generasi milenial mereka yang telah terbiasa menggunakan perangkat komunikasi berupa internet, telepon pintar ataupun perangkat digital lain yang sangat canggih. Jadi ini adalah generasi yang sangat terbiasa dengan teknologi yang canggih.

Bagaimana kaitan Pancasila dengan berbagai permasalahan generasi milenial? ujar Bondan dalam pemaparannya. Mereka sebetulnya mengetahui informasi tentang Pancasila. Mereka juga paham tentang Pancasila dari pelajaran dari sejarah terutama dari internet dan media sosial.

Jadi selama ini kalau ada yang mengatakan generasi milenial kurang paham tentang Pancasila saya kurang setuju ujar Bondan Kanumoyoso. Karena generasi milenial itu memiliki pemahaman tersendiri tentang Pancasila, di mana mereka pahami tentang Pancasila itu berbeda dengan generasi Yang sebelumnya, yang mungkin mendapatkannya melalui indoktrinasi melalui Penataran P4.

Tapi generasi milenial ini berbeda dengan generasi sebelumnya yang mengenai Pancasila. Generasi muda ini menjadikan Pancasila sebagai bagian dari strategi untuk mengatasi permasalahan yang ada. kalau di masa orde baru masalah utama yang dihadapi adalah pemerintahan yang otoriter, pembatasan informasi, yang akhirnya menyebabkan sebagian masyarakat mengalami depresi.

Sedangkan permasalahan yang dihadapi oleh generasi sekarang adalah mereka dihadapkan pada masalah korupsi, kerusakan lingkungan, pengangguran, kriminalitas,masalah pemukiman dan lain-lain.

Dengan tantangan yang berbeda tentunya jawaban-jawaban dari persoalan tersebut hasilnya akan berbeda, sehingga secara eksplisit pemahaman Pancasila yang dikeluarkan itu pasti berbeda.

Bagaimana generasi muda memberitakan Pancasila yang memiliki tantangan yang berbeda. Tetapi yang paling nyata yang dihadapi oleh generasi muda saat ini adalah bagaimana menyatakan kepada dunia, bahwa Pancasila itu adalah ideologi yang dapat mempersatukan. Meski harus berhadapan dengan pemikiran lintas generasi untuk bisa menjawab tantangan jaman.

Namun akhirnya Pancasila bisa menjawab semua tantangan tersebut, karena Pancasila sudah teruji selama 75 tahun sebagai satu- satunya dasar negara yang merupakan pedoman dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang bisa menyatukan berbagai perbedaan tersebut, papar Bondan di akhir penjelasannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar