UMB Gandeng GPP Gelar Pelatihan NPCB Khusus Mahasiswa Jakarta

IMG_20200607_202216

Jakarta, vocnewsindonesia.com- Universitas Mercu Buana salah satu perguruan tinggi yang menerima PPM Hibah Dikti tahun 2020, bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila (DPP GPP) menggelar pelatihan Nation & Personal Character Building (NPCB).

Pelatihan NPCB diikuti oleh 60 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi negeri dan swasta di Jakarta berlangsung dengan metode daring (virtual) menggunakan digital literacy: aplikasi zoom, whatsapp, dan aplikasi google(6/6/2020).

NPCB dilaksanakan dengan mengusung tema “Implementasi Strategi Pembumian Pancasila dalam Upaya Mencegah dan Menangkal Radikalisme -Fundamentalisme di Kalangan Mahasiswa di Wilayah Jakarta”.

Dr. Antonius DR. Manurung, M.Si selaku Ketua Pelaksana Hibah PPM Dikti dari UMB dan sekaligus Instruktur Utama Pelatihan NPCB, dalam pengantarnya menegaskan melalui program pelatihan NPCB diharapkan proses pembumian pancasila pada generasi muda semakin menggelora di seluruh persada nusantara”.

Lebih jauh, Dr. Anton, (panggilan akrab beliau) mengungkapkan bahwa “para peserta yang hadir dalam program ini merupakan satu kekuatan potensial dalam strategi pembumian Pancasila di Wilayah Jakarta pada khususnya dan kelak menjadi kader pemimpin bangsa”, dan disambut dengan teriakan “setuju, setuju” dan acungan jempol serta kepalan tinju tanda antusiasme dari para peserta.

Pentingnya pelatihan Pembangunan karakter personal dan bangsa bernafaskan Pancasila dan pendekatan kepemimpinan heroik bagi generasi muda khususnya para mahasiswa dalam mengemban cita-cita revolusi Indonesia merupakan sebuah keharusan sejarah. Mahasiswa seyogyanya berada di garda terdepan dalam memahami dan menghayati Pancasila sebagai jati diri bangsa, ujar Dr. Anton, Dewan Pakar PA DPP GMNI.

Pembangunan karakter diawali dengan perlunya memahami “hukum tabur-tuai”: ‘apa yang ditabur orang, itu yang akan dituainya’.
Dr. Anton, Doktor Psikologi UMB ini menekankan kembali urgensi hukum tabur-tuai sebagai pedoman dalam pencapaian prestasi, dimulai dari pemikiran dan ucapan, lalu menuai tindakan dan kebiasaan, yang pada akhirnya menuai karakter dan nasib. Jadi, bagaimana nasib bangsa Indonesia ke depan tergantung pada pemikiran, ucapan, tindakan, kebiasaan, dan karakter yang ditabur dan dibangun oleh rakyatnya, terutama para mahasiswa sebagai pilar bangsa dan negara.

Pembangunan karakter personal dan bangsa bernafaskan Pancasila mendesak dan sangat penting segera diwujudkan akhir-akhir ini, terutama “KITA” sebagai bangsa sedang mengalami “krisis” dengan maraknya deideologisasi Pancasila, baik gerakan radikalisme-fundamentalisme transnasional secara terstruktur, sistematis, dan masif, maupun kekuatan kolonialisme-imperialisme yang telah mengeksploitasi tanah air, bangsa, dan negara Indonesia, ujar Dr. Manurung. Keadaan ini diperparah oleh maraknya korupsi, narkoba, dan seks-bebas yang merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, pungkasnya.

Dalam suasana reflektif, Dr. Antonius Manurung, instruktur utama NPCB ini mengajak para peserta untuk mengenang Bung Karno dan pemikirannya tentang PANCASILA yang secara khusus kita peringati kelahirannya, 119 tahun yang lalu (6 Juni 1901), dengan menyetir kata-kata Bung Karno : “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah: perjuangan generasi mendatang lebih sulit karena melawan bangsa sendiri yang jadi pengkhianat (antek asing, perampok bangsa/rakyatnya sendiri)”.

Pada bagian akhir pelatihan ini, Dr. Anton menekankan kembali agar para mahasiswa mengupayakan pembangunan karakter diri dan bangsa bernafaskan Pancasila secara progresif-revolusioner dalam pencapaian prestasi sebagai perwujudan strategi pembumian Pancasila. Hanya melalui cara pembumian Pancasila, segala problematika bangsa dapat dituntaskan, ujar Dr. Anton, Trainer NPCB ini.
Salam Pancasila๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar