Lewat ke baris perkakas

Hari TB Sedunia, Indonesia saat ini menduduki peringkat kedua sebagai negara terbanyak penderita Tuberkulosis.

IMG-20230324-WA0022

Oleh Minarni djufri.MP
Jakarta, Memperingati Hari Tuberkulosis sedunia yang jatuh pada tanggal 24 Maret 2023, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) bekerjasama dengan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) melakukan jumpa pers dengan wartawan yang dilakukan melalui zoom meeting (24/3/2023)
IMG-20230324-WA0019
Hadir sebagai narasumber Dr.dr Irawaty Djaharuddin. Sp.P(K), Dr. Tutik Kusmiati, Sp.P(K), keduanya berasal dari PDPI dan sambutan oleh Ketua Umum PDPI Prof.Dr.Agus Dwi Susanto,Sp.P(K),FISR, FAPSR dan sambutan kedua oleh Ketua Umum PPTI Raisis Arifin Panigoro, serta Pengumuman pemenang lomba Design Logo 50 tahun PDPI oleh dr.Alvin Kosasih,MKM,Sp.P(K) dengan moderator dr.Alfian Nur Rosyid, Sp.P (K)

Indonesia saat ini menduduki peringkat kedua sebagai negara terbanyak penderita Tuberkulosis di dunia, sedangkan peringkat pertama terbanyak penderita TB adalah negara India.
20230324_092327
Hal itu disampaikan Dr.dr Irawaty Djaharuddin. Sp.P(K) sebagai narasumber saat memberikan pemaparan pada press release bersama pengurus PDIP dan PPTI dengan awak media.

Ada tiga provinsi di Indonesia menduduki peringkat diatas 44 % penyebaran TB, yakni Jabar, Jateng dan Jatim, sedangkan empat daerah lainnya yakni DKI Jakarta, Banten, Sulsel dan NTB juga termasuk daerah yang tinggi tingkat penyebarannya, ujar Irawaty.

Dalam paparannya Dr.dr Irawaty Djaharuddin. Sp.P(K) menjelaskan “ Pengertian TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yang penularannya melalui droplet nuclei (percikan dahak yang mengandung mycobacterium tuberculosis).
IMG-20230324-WA0015
Beberapa gejala orang yang terkena Tuberkulosis paru yakni ; mengalami batuk lebih dari 2 minggu, dahak berwarna putih, bisa disertai batuk darah, berat badan turun, selera makan turun, berkeringat malam hari, dapat disertai sesak napas.

Untuk itu bagi pasien yang dicurigai TB Paru, maka akan dilakukan pemeriksaan sputum/dahak/riak untuk diperiksa adanya kuman TB. Atau melalui pemeriksaan scan torax dada, ujar dokter spesialis paru ini.

Disamping itu, lanjutnya, gejala sistemik pada penderita TB Paru adalah badan lemas,nafsu makan menurun, berat badan menurun, malaise, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, demam meriang lebih dari satu bulan. Sedangkan gejala TB ekstra paru ; tergantung lokasi organ yang terinfeksi TB contohnya : kejang, tidak sadar, TB Kelenjar : pembesaran kelenjar dll.

Klasifikasi TB berdasarkan anatomis ada dua yakni TB Paru dan TB ekstra Paru. Uji kepekaan obat ada dua yakni TB resisten obat dan TB sensitive obat. Kelompok beresiko tinggi sakit TB setelah terinfeksi yakni ; orang dengan HIV/AIDS ( ODHIV), kontak serumah dengan pasien TBC paru, terkontaminasi bakteriologis atau TB paru klinis berat. Kelompok ini dapat menyerang anak-anak dibawah usia 5 tahun, dewasa, remaja dan anak usia diatas 5 tahun.

Kelompok rasio lainnya dengan HIV negative yakni ; pasien immunokompromais lainnya (keganasan, hemodialisis, mendapatkan ortikosteroid jangka panjang, persiapan transplantasi organ, dll. Warga binaan pemasyarakatan, petugas kesehatan, sekolah berasrama, barak militer, pengguna narkoba suntik.
IMG-20230324-WA0018
Pasien TB positif dapat menginfeksi kepada 10-15 orang . dari 5-10 % yang telah terinfeksi akan berkembang menjadi penyakit TB aktif sedangkan 90-95% mengalami TB laten.
Di akhir paparannya, Pengurus PDPI berharap jika ada masyarakat yang mengalami gejala seperti yang diuraikan diatas agar segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan, ujar Dr. Tutik Kusmiati, Sp.P(K).

TB dapat diobati dan Pemerintah secara Cuma-Cuma telah mengcover pemberian obat-obatan yang dapat di akses di puskesmas. Harapan PDPI dapat menuntaskan TB dan membebaskan Indonesia dari penyakit TB, menjadikan generasi bangsa Indonesia yang sehat bebas dari TB. Ujar Dr.dr Irawaty Djaharuddin. Sp.P(K) diakhir paparannya.
IMG-20200326-WA0007

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *