Lewat ke baris perkakas

SEMILOKA HIMPSI Jaya – Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045 Potret Kesehatan Mental Masyarakat

BlendMePhoto1702378658209

Jakarta- Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah DKI Jakarta (HIMPSIJaya)menyelenggarakan SEMILOKA – Tema Darurat Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia.
“Sub Tema Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045 Potret Kesehatan Mental Masyarakat.
Acara SEMILOKA di fasilitasi oleh KEMENKO PMK( Kementerian Koordinator Bidang Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia).Selasa 12/11/2023.

Survei Kesehatan Mental Masyarakat
Narasumber : (Himpsi Jaya, 2023) Dr. Tri iswardani, M.Si.,Psikolog. Edward Andriyanto Sutardhio. M.Psi,Psikolog. 
Muhammad Chalid, S.Psi., M.M., Psikolog & Tim Riset Himpsi jaya.

World Health Organization (2023) mendefinisikan kesehatan sebagai “keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang utuh, dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kelemahan”. Hal ini terkait dengan peningkatan kesejahteraan, pencegahan gangguan mental, serta pengobatan dan rehabilitasi orang yang terkena kondisi
kesehatan mental.

Kesehatan mental merupakan hal mendasar bagi kesehatan dan sangat penting bagi kesejahteraan pribadi, hubungan keluarga, dan kontribusi sukses kepada masyarakat. Hal ini terkait dengan perkembangan masyarakat dan negara.

WHO mengidentifikasi kesehatan mental sebagai keadaan di mana seorang individu menyadari kemampuannya dalam mengatasi stres, bekerja secara produktif, serta berkontribusi terhadap komunitasnya.

SUrvei Kesehatan Mental (HJ, 2023)

Pendahuluan Memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia 10 Oktober dan Hari Trauma Sedunia 17 Oktober — Tema (2023):” Mental Health is a Universal Human Right” dan “Embracing, Resilience, Overcoming Trauma’s Impact” — HJ mengambil Inisiatif untuk melakukan survei awal yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai Trauma dan Kesehatan Mental pada Masyarakat Indonesia.

“Disain dan Metode:Penelitian survei secara online mengukur Kesehatan Mental, Tingkat Stres, Pengalaman Buruk Masa Kecil,Faktor Risiko dan Pelindung, Instrument: SRQ-20 WHO, Perceived Stress Scale (PSS-10), Kuesioner Adverse Childhood Experience (ACE),

Metode Pengolahan Data . Analisis Statistik Deskriptif menggunakan SPSS versi 29.

Hasil dan Analisis penyakit fisik yang di derita.
Dampak kesehatan Mental:
Health Capital.
Economi Capital.
Sosial Capital.

Tidak ada kesehatan fisik tanpa kesehatan Jiwa.
Darurat Kesehatan Jiwa,
1 dari 10 orang Indonesia mengalami gangguan jiwa.
25% Mahasiswa baru aspirasi.
6 dari 10 ibu menyusui tidak bahagia.
72%Peningkatan perundungan anak SD.
8dari 10 lansia depresi tak terkontrol.
32 % ibu mengalami depresi post – Partum.
50%buruh pabrik di jawa alami depresi ringan.
38% perceraian akibat gangguan jiwa.
Saatnya Bicara Kesehatan Jiwa.

Dikutip dari Materi Kegiatan
Screenshot_20231004-145809_Chrome
By Arny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *