Lewat ke baris perkakas

FOKUS TARGET KEMENKES DALAM SISTEM KESEHATAN NASIONAL INDONESIA

IMG-20231230-WA0194

HELEN MAGDALENA. NPM : 2306307911 Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.

Fokus target kemenkes dalam sistem kesehatan nasional yaitu :

1. Konteks Sistem Kesehatan Nasional Sejak tahun 2022, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) telah menetapkan beberapa fokus target dalam pengembangan sistem kesehatan nasional.

Perubahan ini sejalan dengan dinamika lingkungan global, perkembangan ilmu pengetahuan, dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks.

Fokus fokus tersebut menjadi landasan utama untuk memahami perubahan dalam kebijakan dan strategi Kemenkes yang berdampak pada efektivitas dan efisiensi sistem kesehatan nasional.

2.Percepatan Pelayanan Kesehatan Salah satu fokus utama Kemenkes setelah tahun 2022 adalah percepatan pelayanan kesehatan.

Upaya ini mencakup peningkatan aksesibilitas layanan kesehatan, pengurangan waktu tunggu, dan peningkatan kualitas layanan.

Langkah langkah konkret seperti digitalisasi rekam medis, pengoptimalan infrastruktur kesehatan, dan peningkatan keterlibatan masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mempercepat pelayanan kesehatan.

3.Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes juga memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia kesehatan.

Melalui program program pendidikan dan pelatihan, pemerintah berupaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas tenaga kesehatan.

Selain itu, strategi untuk menarik dan mempertahankan tenaga kesehatan yang berkualitas menjadi bagian integral dari fokus ini.

4.Inovasi Teknologi Kesehatan Dalam menghadapi era teknologi informasi, Kemenkes menetapkan fokus pada inovasi teknologi kesehatan. Implementasi telemedicine, pengembangan aplikasi kesehatan, dan pemanfaatan kecerdasan buatan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan efektivitas dalam penyelenggaraan layanan kesehatan.

5.Penguatan Sistem Keuangan Kesehatan Kemenkes memperkuat sistem keuangan kesehatan sebagai bagian dari strategi untuk menjamin keberlanjutan dan keadilan dalam pembiayaan kesehatan.

Upaya peningkatan efisiensi pengelolaan dana kesehatan dan peningkatan partisipasi sektor swasta menjadi langkah langkah strategis yang diterapkan.

6.Kolaborasi dan Koordinasi Antarsektor Dalam menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks, Kemenkes menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antarsektor.

Kerjasama antara sektor kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan sektor-sektor terkait lainnya menjadi kunci dalam menghadapi masalah kesehatan holistik.

Pilar Transformasi Kesehatan

A. TRANSFORMASI LAYANAN PRIMER Merupakan pilar pertama dalam transformasi kesehatan Indonesia, dirnana dalam

penerapannya memiliki fokus memperkuat aktivitas promotif preventif untuk menciptakan lebih banyak orang sehat, memperbaiki skrining kesehatan serta meningkatkan kapasitas layanan primer.

Pada pelaksanaannya, fokus utama tersebut dapat dijabarkan menjadi 4 hal, diantaranya adalah:

1. Edukasi Penduduk, Yaitu dengan melakukan penguatan peran kader, kampanye, dan membangun gerakan, menggunakan platform digital dan tokoh masyarakat.

2. Pencegahan Primer, hal ini dilakukan dengan melakukan penambahan imunisasi rutin menjadi 14 antigen dan perluasan cakupan di seluruh Indonesia.

3. Pencegahan Sekunder, yaitu dengan melakukan skrining 14 penyakit penyebab kemaian tertinggi di tiap sasaran usia, skrining, stunting, & peningkatan ANC (Antenata! Care) untuk kesehatan ibu dan bayi.

4, Meningkatkan Kapasitas dan Kapabilitas Layanan Primer, dengan melakukan revitalisasi network dan standarisasi layanan di Puskesmas, posyandu, dan kunjungan Rumah.

TRANSFORMASI LAYANAN RUJUKAN Sebagai pilar kedua dalam transformasi kesehatan Indonesia, transformasi layanan rujukan memiliki fokus untuk melakukan peningkatan dalam hal kualitas serta pemerataan layanan kesehatan di seluruh pelosok yang ada di Indonesia.

Adapun dalam penerapannya, hal yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan melakukan peningkatan akses dan mutu layanan sekunder dan tersier melalui pembangunan Rumah Sakit di kawasan Timur Indonesia, melakukan jejaring dengan 6 layanan unggulan, dan melakukan kemitraan dengan World’s Top Healthcare Centers”.

TRANSFORMASI SISTEM KETAHANAN KESEHATAN Pada pilar ketiga dari transformasi kesehatan Indonesia, Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan memegang peran penting untuk mempertahankan sistem kesehatan yang baik ditengah ancaman kesehatan global.

Hal ini juga mencakup mencakup pembuatana atau produksi hingga distribusi farmalkes yang lancar dan bisa diproduksi di dalam negeri.

Apabila dilihat lebih jauh, cakupan Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan juga meliputi:

Peningkatan ketahanan sektor farmasi & Alat kesehatan dengan melakukan produksi dalam negeri berupa 14 Vaksin rutin, Top 10 Obat, Top 10 Alat Kesehatan by Volume & by Value.

Memperkuat ketahanan tanggap darurat dengan melakukan jejaring nasional surveilans berbasis Ia, mempersiapkan tenaga cadangan tanggap darurat, dan melakukan Table Top Excercise kesiap siagaan krisis.

TRANSFORMASI SISTEM PEMBIAYAAN KESEHATAN Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan merupakan pilar keempat dari transformasi kesehatan Indonesia, yang memiliki fokus untuk memberikan adanya kemudahan dan kesetaraan akses layanan kesehatan, terutama masyarakat yang masuk dalam golongan kurang mampu.

Pada regulasi pembiayaan kesehatan tersebut, terdapat 3 tujuan yang ingin dicapai, diantaranya adalah dengan memastikan ketersediaan, memastikan kecukupan dan berkelanjutan serta teralokasi dengan adil, dan yang terakhir adalah memastikan pemanfaatan yang efektif dan efisien.

E. TRANSFORMASI SDM KESEHATAN Pada pilar ke lima dalam transformasi kesehatan Indonesia, Transformasi SDM Kesehatan akan berfokus untuk memastikan pemerataan distribusi para tenaga kesehatan di seluruh pelosok tanah air Indonesia, termasuk di kawasan DTPK.

Adapun dalam penerapannya, pemerintah akan melakukan penambahan kuota mahasiswa, beasiswaa dalam dan luar negeri, serta melakukan kemudahan pada penyertaan tenaga kesehatan yang lulus dari universitas luar negeri.

F. TRANSFORMASI TEKNOLOGI KESEHATAN
Pada pilar keenam, sekaligus pilar terakhir dalam transformasi kesehatan Indonesia, Transformasi Teknologi Kesehatan memiliki peran untuk melakukan pemanfaatan teknologi informasi dan bio-teknologi yang berada di sekitar kesehatan.

Sehingga dengan demikian, akan membuat dunia kesehatan di indonesia dapat lebih beradaptasi dan memanfaatkan dengan baik pekembangan tekhnologi digital, agar proses digitalisasi di sekitar kesehatan dapat menjadi lebih bertumbuh.

Screenshot_20231004-145809_Chrome

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *