Lewat ke baris perkakas

Kongres Nasional Indonesia Kompeten Menandai Awal Berdirinya Gerakan Perubahan

IMG-20181121-WA0067

vocnewsindonesia.com-Jakarta Rabu (21/11) Perubahan dunia, disrupsi digital yang tidak dapat dihindari, serta dimulainya Revolusi Industri 4.0
menuntut keterampilan bisnis dan cara kerja yang baru. Perusahaan-perusahaan berupaya untuk mengembangkan model organisasi, kepemimpinan, keterampilan, dan teknologi baru yang diperlukan untuk menghadapi era baru, sementara perusahaan yang lebih kecil bahkan tidak menyadari bahwa mereka telah memasuki era yang baru. Kemajuan teknologi dalam bidang automasi yang semakin cepat, menjadikan semakin banyak tugas dan pekerjaan manusia yang diambil alih oleh mesin. Sumber daya manusia
yang kreatif dan memiliki keterampilan yang mendalam yang saat ini diperlukan untuk memastikan keberlanjutan daya saing Tenaga Kerja Nasional.

Semua teori secara konsisten selalu menunjukkan hubungan antara
SDM dan pertumbuhan. Banyak pihak memandang bahwa SDM yang mahir dan berkompetenlah yang dapat menjadikan Indonesia sebagai
pemenang dan pemimpin dalam kompetisi di era industri 4.0. Pengetahuan dan keterampilan yang tertanam individu Indonesia adalah bibit unggul yang akan mendorong inovasi, produktivitas, dan pertumbuhan Bangsa. Berangkat dari kesadaran akan hal tersebut, terwujudlah sebuah solidaritas nasional untuk bangsa
yang bemama Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK).
GNIK adalah sebuah platform terbuka berskala nasional yang bertujuan untuk merangkul semua pemangku kepentingan yang terkait dengan Pengembangan SDM (Pemerintah, Asosiasi Pekerja, APINDO, KADIN
BNSP, Universitas, dan lain-lain). untuk berkolaborasi dan bekerja sama untuk meningkatkan kapabilitas SDM dan mendorong daya saing tenaga kerja secara nasional. Gerakan Ini memiliki ruang lingkup dalam 3 (tiga) hal, yaitu mempersiapkan kesiapan Sumber Daya Manusia Nasional pada sektor prioritas, mendorong kesiapan angkatan kerja nasional melalui Program Pemagangan Nasional, serta mendorong praktisi SDM sebagai
mitra dan fasilitator dalam mengembangkan kapasıtas SDM. Lebih jauh lagi, GNIK ini bertujuan untuk :

1. Memastikan keberlanjutan pengembangan sumber daya manusia Indonesia melalui sertifikasi untuk
2.000 Human Capital Prafesional Indonesia pada 2019-2022
2.Mendarong kesiapan angkatan kerja nasional melalui program Pemagangan Nasional untuk 400.000 pencari kerja.
3.Mengundang Partisipasi nasional dalam memhangun Daya Saing Nasional melalui Kongres Nasional Indonesia kompeten.
4.Mempersiapkan kebutuhan dan kapabilitas Sumber Saya Manusia Nasional di sektor prioritas melalui
Industry Transformation Strategy (ITS), Job Future Map (JFM), dan Manpower Plan (MP)
5. Memastikan keselarasan antara Kurikulum Nasional dengan SSKNI & KKNI
6. Menciptakan sinergi antara semua pemangku kepentingan yang terkait untuk bekerja sama mendorong daya saing Sumber Daya Manusia Nasional.

Berdirinya GNIK ditandai dengan dilaksanakannya perumusan konsep gerakan yang diprakarsai oleh
coreteam GNIK pada tanggal 10 Maret 2018. Selanjutnya, perumusan konsep gerakan tersebut dilanjutkan
dengan penentuan landasan gerakan, visi dan misi, Nilai dan sasaran gerakan yang dilaksanakan pada
tanggal 28 April 2018. Seperti halnya organisasi lain, setelah nilai-nilai organisasi terbentuk pada tanggal 5 Mei dan 1 Juni 2018 dirumuskanlah Roadmap, aktivitas, dan Struklur Organisasi dan gerakan ini.
Seiring dengan hal tersebut, pada bulan-bulan berikutnya, GNIK memprakarsai beberapa aktivitas seperti Focused Group Discussion (FGD), Audiensi, dan Roadshow dengan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan dukungan serta mensosialisasikan gerakan ini.
Sebagai yang telah diagendakan dalam perumusan aktivitas GNIK sebelumnya, salah salu agenda yang
akan dilaksanakan pada tahun 2018 ini adalah Kongres Nasional. Kongres Nasional yang bertemakan
Kongres Nasional Indonesia Kompeten: Transformasi Ketenagakerjaan Indonesia Monyongsong Era Industri 4.0 ini akan dilaksanakan pada tanggal 21 November 2018 bertempat di Hotel Bidakara. Kongres ini juga menandai Kick-Off GNIK yang bertujuan untuk menyinergikan seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan sumberdaya manusia di Indonesia (Pemerintah, Asosiasi Profesi& Industri, APINDO, KADIN
BNSP, Akademisi. (LDP). (LSP), Praktisi dan Pakar Manajemen SDM), serta membangun komitmen dan
langkah-langkah strategis untuk mengelevesi kompetensi sumberdaya manusia lndonesia. Kongres
Nasional ini rencananya akan dibuka oleh Menteri Tenaga Kerja Indonesia, M. Hanif Dhakiri yang juga akan
memaparkan sambutan yang bertemakan Strategi Transformasi Ketenagakerjaan Indonesia Menghadapi Industri 4.0. Sebelum dilaksanakannya Kongres Nasional tersebut, sehari sebelumnya. pada tanggal 20 November 2018 bertempat di Pomelotel Jakarta, dilaksanakan Pra Kongres yang beragendakan Focused Group Discussion (FGD) perumusan inisiatif GNIK ke depan. Diharapkan adanya Kongres Nasional
Indonesia Kompeten ini, akan menandai kebangkitan dan pertumbuhan Tenaga Indonesia yang lebih kompeten untuk dapat bersaing di era industri masa depan (vocnews-MNRN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *