Skip to toolbar

dr. Yosephin Dikukuhkan Menjadi Doktor ke 14 oleh FKUI

IMG_20210302_105520

JAKARTA, vocnewsindonesia.com| Maret 2021, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengukuhkan Dr. dr. Yosephin Sri Sutanti, MS, Sp. Ok menjadi Doktor ke-14 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia setelah mempertahankan disertasinya ke hadapan empat penguji dan 3 tim promotor/ko-promotor dalam sidang terbuka (Promosi Doktor) yang digelar secara virtual pada Selasa, 2 Maret 2021.

IMG_20210302_105154
dr. Yosephin berhasil mempertahankan disertasinya dan meraih gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul ” Analisis Peran Kortisol, Melatonin, Corticotropin Releasing-Factor, Heart Rate Variability dan Quantitative- EEG pada Peningkatan Skor Perceived Stress Scale Perawat Shift Usia Reproduksi.” Di hadapan empat tim penguji: dr.Indah Suci Widyahening, MS., M.Sc., CMFM., Ph.D., Dr. Dewi Irawati, MS., Dr. dr. Yusra, Sp.PK., PhD., dan Dr.dr. Rimawati Tedjasukmana, Sp.S., RPSGT dan Promotor Prof dr. Muchtaruddin Mansyur, MS., PhD., SpOk., didamping oleh dua Ko-promotor: dr. Nurhadi Ibrahim, PhD., dan Dr.dr.Martina Wiwie Nasrun, SpKJ (K), dengan Ketua Sidang Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD.-KGEH, MMB (Dekan Fakultas Kedokteran UI).

Screenshot_2021-03-02-11-19-47-406_us.zoom.videomeetings
Tim penguji silih berganti memberikan pertanyaan dengan baik, lancar, dan meyakinkan. Akhirnya, setelah usai tanya jawab, sidang diskor oleh ketua sidang selama kurang lebih 20 menit untuk melakukan penilaian.

Setelah rapat penilaian, Ketua Sidang membuka kembali sidang untuk mengumumkan hasil penilaian terhadap promovendus di hadapan peserta sidang.
IMG_20210302_105441

Ketua sidang mengumumkan hasil promovendus dr. Yosepihin Sri Sutanti, MS., SpOk, dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor dengan nilai Cum Laude.

Dr.dr. Yosephin MS., SpOk adalah Doktor ke-14 yang dikukuhkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2021.
Pencapaian ini bukanlah akhir dari segalanya, tetapi merupakan awal dari rangkaian pengembangan keilmuan. Promotor menyampaikan harapan supaya pekan depan sudah kembali untuk melakukan penelitian lanjutan dan selanjutnya dapat dipublikasi di jurnal internasional.
IMG_20210302_105219

Lebih lanjut, ketua sidang, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD menuturkan bahwa penelitian yang dilakukan oleh Dr.dr. Yosephin merupakan sesuatu yang luar biasa, bagaimana melihat pekerjaan rekan kerja perawat yang harus bekerja secara shift. Mereka harus berbagi kerja yang ideal pada malam hari. Penelitian yang dilakukan oleh Doktor Yosephin ternyata cukup signifikan terhadap para perawat yang melakukan kerja shift ini.

Penelitian ini bisa menjadi model kepedulian pada pekerja, di satu sisi pengusaha atau industri-organisasi dan di sisi lain keilmuan harus peka terhadap masalah kesehatan para pekerja di rumah sakit.

Screenshot_2021-03-02-11-18-45-055_us.zoom.videomeetings
Lebih jauh, Dr. Yosephin mengungkapkan bahwa para perawat adalah “pahlawan tanpa tanda jasa”, dan untuk mengenang para pahlawan kesehatan yang gugur menjalankan tugas pada masa pandemi Covid 19, berikut goresan pena bagi mereka :

“Perempuan-perempuan perkasa
Tetap bekerja di malam buta
Lupakan sejenak anak dan keluarga
Menebar asa di antara rintihan nyawa….

Perempuan-perempuan perkasa…
Tetap bekerja di malam buta
Bukan semata-mata demi uang belaka,
Namun laku nyata cinta sesama…

Perempuan-perempuan perkasa…
Tetap bekerja di malam buta,
Melayani dengan senyum-sapa… Mengembalikan hakikat manusia

Perempuan perempuan perkasa….
Tetaplah bekerja dengan di penuhi cinta
Yakinlah……Dia yang di atas sana tetap terjaga Tempat bersandar setiap doa

Perempuan-perempuan perkasa….
Terima kasih karena aku boleh berkaca…
Bagaimana bekerja banyak tak banyak bicara tapi menyentuh banyak jiwa

Selamat berjuang, para pahlawan
tanpa bintang jasa! Semoga tetap sehat dan bahagia dalam bekerja.
(Terinspirasi dari karya Puisi Hartoyo Andangdjaja, 1973)
Screenshot_2021-03-02-10-59-37-894_us.zoom.videomeetings
Untaian kata tersebut merupakan persembahan yang dituliskan pada buku disertasi; ditujukan bagi para perawat yang terlibat dalam penelitian tentang stres; pada perawat yang sebagian besar harus bekerja
shift malam, di saat semua orang tertidur lelap. Perawat memiliki tingkat stres yang
cukup tinggi terpajan risiko psikososial, termasuk bekerja dengan jadwal kerja shift.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *