Skip to toolbar

GKR gelar Jumpa Pers Saring Impormation Serta Diskusi Masalah Keummatan

IMG_20190710_191547

Jakarta- Gerakan Kemanusiaan mendesak agar pihak Komnas HAM melakukan penyelidikan atas meninggalnya 700 petugas kpps saat pileg dan pilpres 17 April lalu.

Namrudin salah seorang pembicara dan sebagai tokoh Gerakan Kemanusiaan mengatakan, pilpres dan pileg yang sudah terselenggara merupakan pembodohan politik bukan pendidikan politik. Dimana – mana di negara lain, dalam pelaksanaan pilpres dan pileg kebanyakan yang menjadi korban adalah peserta pemilu, jika terjadi insiden. Tapi di Indonesia aneh. Yang menjadi korban justru para penyelenggara pemili. Ujarnya.

Dr.Hj.Nurdikti Akma Yang akan kita perjuangkan dan kita minta sama Prabowo jangan mau ikut rekonsiliasi. Karena dalam rekonsiliasi tentunya ada kesepakatan. Kita minta untuk jangan ikut kalau Prabowo ikut berarti menyakiti hati para emak-emak emak,ujarnya.

Setelah MK memenangkan Paslon 01, suhu politik di tanah air yang tinggi tak kunjung mereda. Ummat dan rakyat tetap saja menilai rezim ini dibangun dengan kecurangan dan kebohongan.

Pada saat yang sama, beban ekonomi rakyat kian berat. Penguasa menaikkan pajak dan berbagai kebutuhan dasar. Bukan mustahil sebentar lagi listrik dan BBM akan dinaikkan untuk membayar utang kepada asing dan aseng yang terus menggunung.

Sehubungan dengan itu, Ust. Abdullah Hehamahua, Ketua Gerakan Kedaulatan Rakyat untuk Keadilan dan Kemanusiaan (GERAK KEMANUSIAAN) menggelar conferensipers mengusung tema sharing information serta berdiskusi masalah keummatan dan kebangsaan. Rabu, 10 Juli 2019, di Hotel Sofyan, Jl. Sopomo, Jaksel.

hadir sebagai narasumber Ust. Yusuf Muhammad Martak (Ketum GNPF-Ulama), Ust. Ahmad Shobri Lubis (Ketum FPI), Ust. Slamet Ma’arif (Ketum PA 212) serta sejumlah pimpinan GERAK KEMANUSIAAN, antara lain Ust. Muhammad Al Khothoth, Ust. Asep Syarifuddin, Ahmad Yani, Tony Rasyid, dll.

Dalam Jumpa persnya Ust Yusuf Muhammad Martak mengatakan” kebebasan dan ketenangan umat Islam dalam melaksanakan kewajibannya seperti pemerintah -pemerintah sebelumnya tidak ada kriminalisasi,tidak ada ketidak Adilan,tidak ada kedzaliman, termasuk di dalamnya pada warga yang beragama di luar Islam kami juga menjunjung tinggi kehormatan dan kebebasan nya.

pada hari ini sy hadir sebagai undangan sebagai narasumber tapi sudah beredar di kalangan apa ya.. yang artinya unyu -unyu (mata -mata ) menulis WA ke temannya dan menagatakan apakah sudah dengar ust Yusuf Martak buat acara besar besaran, Pintarnya di kirimnya pun Undangannya.

jadi sy yg tdi nya mengantuk ga punya bahan jadi nya punya bahan Intel koq goblok , Baca dong Undangannya sy di situ sebagai undangan jadi ini nalarnya sudah ga jalan ini hanya jadi masalah karena hanya karena emosi Sehingga hanya mencari kesalahan orang.

Jadi kita ini seolah olah kita ini sudah terjerat,sudah tersandera tidak bisa lagi berbuat apapun tidak bisa lagi berbuat apa apa dan harus berbuat sesuai dengan keinginan mereka apapun yang menyangkut dan bertentangan konsitusi maupun dan kedaulatan Republik lndonesia, dan Saya jawab Saya ini tidak punya kesepakatan dan tidak punya deal apa apa dan yang saya lakukan tidak Negatif dan saya lakukan semuanya positif.

Jadi saya berharap, dan tdi sy juga hadir di tv one di situ ada dubes Indonesia yang ada di Saudi Arabia dan kebetulan yang dari Al-Azhar dari Gerindra BPN. Jadi isu yang di angkat itu semuanya menyederhanakan masalah menginginkan kita menarik semua nya dan mengikuti semua keinginannya walaupun semua nya itu dilakukan negatif.jadi sulit.

Bagaimana mau ada rekonsiliasi,bagaimana mau ada kesepakatan-kesepakatan kalau hal -hal yang sifatnya fundamental yang prinsip di lewati. Jadi waktu saya tanya pada dubes dan saya tidak tanya banyak banyak hanya saya bertanya kapan berjumpa dengan Habib Rizieq, Dan di jawabnya Setahun yang lalu. Nah bagaimana mau berkomentar, Saya bilang Saya bisa memahami keterangan ini karena ketidak Tahuan beliau keadaan Habib Rizieq di sana.

Kalau sudah tidak membutuhkan rekonsilasi keterlibatan Habib Rizieq ya.. baguslah kan toh juga Habib Rizieq tidak membutuhkan semua itu. Sampai sampai ada yang mau membayarkan tiket, itu penghinaan. Itu duitnya dari mana apakah duit ketika dia menjabat dulu atau waktu sekarang duit Negara.

Umat nya Habib Rizieq itu dalam arti kata pengikutnya Habib Rizieq itu Puluhan juta dan itu sudah di buktikan di 411 dan 212.

Jadi kalau negara di tengahi inisiator -insatot yang ingin menjernihkan masalah tapi menambah masalah itu susah dan saya pun berfikir mustinya presiden yang sekarang ini katanya sudah terpilih saat ini sesegera saja mengumumkan kabinetnya, jadi yang jual -jual jamu yang mau masuk di dalam kabinet sudah kehilangan kesempatan.

Mungkin lebih jernih nantinya.
Inikan sekarang ini banyak orang yang tidak tertinggal siapa bisa ikut dalam berperang tapi tidak kata lain tidak ada isu lain hanya membenarkan dan mengangkat setinggi tingginya presiden yang terpilih dan menjatuhkan serendah rendahnya kelompok calon presiden yang gagal. Ini tidak tepat kalau kita lihat jadi kita harus cepat dan cerdas menjawab jika apabila ada pertanyaan yang katanya rekonsiliasi. Yang namanya rekonsiliasi Perdamaian itu kalau ada yang minta yang satunya 50 dan satunya 50 dan tawar menawar nya yang paling jeleknya satu minta 35 yang satunya minta 65. Tapi ini bukan rekonsilidasi atau negosiasi.katanya. vocnews-MNRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *